Tags

, , , ,


Jelang pk 01.00 saat taksi yang kami tumpangi dari KLIA berhenti di pelataran parkir Jelatek Business Park. Kuala Lumpur bersiap menyambut pagi saat kami menyapanya hari itu. Namun, mata yang sudah lelah dan setengah tertidur, kembali menyala memandang tempat yang disediakan untuk beristirahat selama kurang lebih 6 (enam) jam transit. Niat awal untuk segera beristirahat sirna. Biru pupus pada dinding di ruang-ruang hostel telah menggodanya untuk berkeliaran di jelang pergantian hari. Biru yang selalu menenangkan hati.

dreamville hostel, dreamville hostel kuala lumpur, hostel murah di kuala lumpur

Dreamville Hostel, berada di lantai satu salah satu ruko. Menggapainya lewat anak tangga yang menyempil di antara deretan ruko. Pintu kaca yang bisa diakses dengan kunci pengaman khusus membatasinya dengan dunia luar. Keseluruhan ruangnya tak terlalu besar, tak juga sesak. Penataan ruang, pemilihan dan penempatan perabot serta perlengkapan rumah yang serasi, membuat diri nyaman dan lega untuk bergerak di dalamnya.

Di depan pintu masuk, sebuah meja setinggi dada dewasa sedang, menjadi penanda ruang penerimaan tamu. Di kiri dan kanannya, ada selasar tempat berderet 5 (lima) ruang tidur. Dreamville Hostel menyediakan 3 (tiga) dormitory masing-masing satu untuk laki-laki, satu untuk perempuan dan satu lagi bisa diisi perempuan dan laki-laki. Setiap ruang tidur bersama ini, diisi dengan 3 (tiga) ranjang susun dua serta loker. Jadi sekamar bisa diisi berenam. Karena ruang khusus untuk perempuan sudah penuh, saya tak keberatan untuk tidur di mix dormitory bersama Anazkia, Danan dan satu pejalan Rusia yang hingga kami hendak beranjak tidur, belum terlihat di hostel. Dua ruang tidur lagi berupa kamar private dengan 1 (satu) buah ranjang besar.

dreamville hostel, dreamville hostel kuala lumpur, hostel murah di kuala lumpur

dreamville hostel, dreamville hostel kuala lumpur, hostel murah di kuala lumpur

Di ujung kiri ada meja makan kecil, bila bukan waktu makan bisa dimanfaatkan sebagai meja kerja. Di kanan depan meja makan itu, ada ruang bersantai yang dilengkapi dengan sebuah sofa dengan meja kaca kecil untuk menikmati bacaan, mendengarkan musik atau menonton acara kesukaan. Di samping kirinya, ruang pantry untuk menyeduh teh/kopi dan membuat kudapan kecil (pengelola menyediakan teh/kopi, roti dan temannya serta sereal) untuk sarapan. Semua ruangan itu tak bersekat satu dengan yang lain. Di tengah selasar yang menghubungkan ruang-ruang itu dengan ruang tamu, diletakkan sebuah sofa kecil, dan sebuah meja kayu dengan sepasang kursinya untuk duduk-duduk sembari membaca atau berbincang berdua saja. Pada dindingnya, menggantung papan – papan kecil yang diisi dengan beragam informasi dari pesan-pesan pengelola hostel, salam-salam dari yang pernah mampir, info seputar perjalanan hingga destinasi wisata yang menarik. Selasar kanan menghubungkan ruang-ruang tidur dengan kamar mandi/toilet yang dipakai bersama serta ruang kecil untuk mencuci perkakas makan/minum.

Setelah meluruskan kaki sebentar, bukannya langsung masuk kamar; kami keluar hostel berjalan – jalan mencari kedai yang buka 24 jam. Niatnya mengantarkan Anazkia yang kelaparan karena belum makan, tapi Danan dan saya serta merta tergoda juga untuk makan malam (lagi). Jadilah kami memesan Char Kwetiau Basah dan Teh Tarik panas di salah satu kedai yang letaknya hanya beberapa langkah di samping hostel. Meski hari sudah berganti, masih ada beberapa pengunjung yang datang, duduk manis dan memesan minum sembari menikmati tayangan film lewat layar proyektor yang di pasang di luar kedai. Benar kata Uan, pemilik Dreamville Hostel, makanan yang tersaji di kedai ini memang recommended baik dari rasa maupun harganya. Char Kwetiau Basahnya enak sekali turun ke perut. Sempat terpikir membungkus seporsi untuk dinikmati saat sarapan di Dreamville tapi niat sekejap itu diurungkan, khawatir kwetiaunya mekar setelah beberapa jam hahaha.

dreamville hostel, dreamville hostel kuala lumpur, hostel murah di kuala lumpur, hostel dekat klcc

dreamville hostel, dreamville hostel kuala lumpur, hostel murah di kuala lumpur, hostel dekat klcc

Usai makan, dengan perut penuh (lagi) kami kembali ke Dreamville untuk beristirahat. Sampai di hostel, nggak langsung beristirahat juga. Karena kantuk sudah hilang, malah lanjut foto-foto. Pk 03.00 ketika mata akhirnya lelap di ranjang atas setelah membungkus diri dengan jaket dan selimut untuk menghindari paparan angin dari AC yang menampar-nampar langsung ke badan. Mau tukar ranjang sudah malas turun, pula setelah memerhatikan posisi AC di mix dormnya kurang bersahabat dengan penghuni ranjang bagian atas. Dua jam lelap, sebelum alarm yang diatur untuk bernyanyi pk 05.30; saya sudah bangun 30 menit lebih awal.

Dreamville Hostel
Jelatek Business Park
Jalan Jelatek 2, 54200 Kuala Lumpur, Selangor, Malaysia
Telp: +60 17-657 0699
Email: dreamvillehostel@gmail.com

dreamville hostel, dreamville hostel kuala lumpur, hostel murah di kuala lumpur, hostel dekat klcc

Tak susah untuk menggapai Dreamville Hostel dari KLIA. Jika mau berhemat, naiklah KLIA Express atau bus hingga KL Sentral lalu berganti dengan LRT Kelana Jaya dan turun di stasiun Setiawangsa.  Dari stasiun LRT, berjalanlah sedikit saja ke Jelatek 2. Jika malam itu kami menggunakan taksi, karena sudah larut pula bertiga jadi ongkos taksinya nggak ditanggung sendiri.

Dreamville Hostel tak pula jauh dari destinasi wisata andalan Kuala Lumpur seperti KLCC, Bukit Bintang, maupun destinasi lainnya di pusat kota. Jadi, usah khawatir untuk menjangkau tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Manfaatkan saja sarana transportasi publik yang menyenangkan selama berada di Kuala Lumpur, saleum [oli3ve].