Audrey Latuputty, Opzichter Perempuan di Makam Kehormatan Belanda

ereveld, taman makam kehormatan belanda, kuburan belanda

Salah satu pertanyaan yang mengemuka di Working Group Discussion yang diselenggarakan oleh Yayasan Makam Kehormatan Belanda di Indonesia, Oorlogsgravenstichting (OGS) Indonesia di Erasmus Huis akhir Maret 2018 lalu adalah:

What would be interesting for people to know about the Dutch cemeteries?

ereveld, taman makam kehormatan belanda, kuburan belanda, ereveld kembang kuning

Karena setiap yang ada di ruangan itu diberi kebebasan untuk memberikan jawaban sebanyak yang muncul di kepala mereka, tentu saja ada beragam jawaban yang diberikan. Secara garis besar, semua sependapat akan keterkaitan tempat dengan sejarah, di samping jawaban seperti diversity, reflection, the story behind, reflection, education, dan lain โ€“ lain yang ditulis di kertas warna โ€“ warni. Continue reading “Audrey Latuputty, Opzichter Perempuan di Makam Kehormatan Belanda”

Meneladani Desmond Doss

Hacksaw Ridge, Dessmond Doss, Inspirational Quotes of Hacksaw Ridge

Hari – hari ini sangat mudah sekali orang teledor menjaga lidahnya sehingga dari bibirnya mengalir kata – kata yang meresahkan dan membuat yang mendengarnya ingin jauh – jauh saja dari orang itu. Ada pula yang merasa lebih kuat karena sering berlatih angkat beban, kesenangannya merendahkan dan meremehkan orang lain yang dilihatnya lemah. Lalu yang sudah lebih dahulu punya pengalaman, merasa diri lebih unggul dari sesamanya. Keakuan membuat manusia selalu ingin diakui sebagai yang TER (terpandai, terkuat, terdepan, tertinggi dan ter, ter lainnya). Sifat ini sudah ada dari jaman bumi baru didiami pasangan Adam dan Hawa, kekal diwariskan kepada anak cucunya, KITA yang hidup di dunia saat ini.

Hacksaw Ridge, Inspirational Quote of Hacksaw Ridge, Dessmond Doss

Perkara di atas melenggang begitu saja di pikiran sewaktu duduk di dalam teater menikmati Hacksaw Ridge dua petang kemarin. Hacksaw Ridge, film drama perang yang digarap berdasarkan kisah veteran paramedik Amerika semasa perang dunia kedua (PD II), Desmond T. Doss pada pertempuran Okinawa, Jepang.

Continue reading “Meneladani Desmond Doss”

Belajar dari Orat-oret Anak – anak

rumil, rumah ilmu, sharing tentang blog, belajar ngeblog, mengenalkan blog pada anak - anak

Sadar atau tidak, kita, orang dewasa; suka sekali meremehkan anak kecil. Padahal kalau mau jujur, kitalah yang sering berlaku kekanak – kanakan. Untuk itu, kita perlu belajar banyak dari cara berpikir kanak – kanak dengan ide – ide berani, kreatifitas liar dan sikap optimis yang mereka miliki. Hal ini disampaikan oleh seorang anak kecil bernama Adora Svitak yang kala itu berusia 12 tahun saat memberikan paparan What Adults Can Learn from Kids pada TED Conference, Februari 2010 lalu di depan orang – orang dewasa.

Adora tak main – main, dia bahkan memberi contoh dampak dari tindakan dan pengambilan sikap orang dewasa pada dunia dengan apa yang dilakukan oleh anak – anak seperti pengalaman inspiratif Anne Frank di kamp konsentrasi NAZI, juga keberanian Ruby Bridges melangkah ke sekolah kulit putih semasa kanak – kanak meski mendapat tekanan dari sana – sini demi mendapatkan persamaan hak dalam pendidikan tanpa membandingkan warna kulit dan kegiatan sederhana Charlie Simpson mengumpulkan dana untuk korban gempa Haiti dengan bersepeda  di taman – taman dekat rumah (tentang siapa anak – anak ini, kapan – kapan saya ceritakan atau silakan tanya mbah Google bila tak sabar menanti ceritanya).

Continue reading “Belajar dari Orat-oret Anak – anak”

Personal Touch, Jembatan Berinteraksi dengan Anak

rumil, rumah ilmu, sharing tentang blog, belajar ngeblog, mengenalkan blog pada anak - anak

Anak perempuan berambut sebahu dengan mata berbinar – binar dan bibir penuh senyum, mindik – mindik mendekat, menowel – nowel bahu selagi saya membolak – balik beberapa lembar tugas menulis di tangan.

Hayooo, mau ngapain?

Senyum di bibirnya semakin melebar. Saya tarik tangan kanannya untuk mendekat. Ketika pegangannya dilepas, kedua tangannya otomatis memegang sisi roknya, kiri dan kanan, memainkannya dengan riang dengan kepala menunduk malu – malu.

rumil, rumah ilmu, sharing tentang blog, belajar ngeblog, mengenalkan blog pada anak - anak
Mengenal Blog bersama Kk Olive   ๐Ÿ˜‰

Salma namanya, umurnya 8 (delapan) tahun. Dia dengan cepat berbaur dan turut bermain dengan anak – anak lain yang baru dijumpainya di hari pertama dirinya melangkah ke Rumah Ilmu (Rumil), Jagakarsa. Senyum tak lepas dari wajahnya sejak langkah kecilnya hinggap di pendopo Rumil. Bahkan saat dirinya terkena hukuman karena tak bisa memberi jawaban pada permainan pagi itu, dia terus saja tersenyum.

Continue reading “Personal Touch, Jembatan Berinteraksi dengan Anak”

Bertutur Semarang dengan Om Jongkie Tio

semarang hebat, semarang night carnival, akulturasi budaya semarang, sejarah semarang, lontong cap go meh

Satu siang di Kota Lumpia, Semarang. Dalam kendaraan menuju Bandeng Juwana, sebuah informasi didengungkan dari bangku depan. Peringatan dini untuk tidak memenuhi perut dengan sajian icip-icip, karena makan siang yang sebenarnya akan digelar sejam lagi di destinasi berikutnya. Terpujilah Tuhan, meski jam makan siang sudah menjelang; perut masih berlaku manis. Ia tak merengek-rengek walau sepagian hingga siang itu dia hanya mendapatkan semangkok Soto Semarang Pak Man berikut 2 (dua) potong tempe goreng dan setusuk sate. Dia pun senang-senang saja ketika hanya mencicipi sepotong kecil Bandeng Asam Manis, setengah mangkok Bandeng Srani, dua suap Bandeng Garang Asem, secuil dua cuil Pepes Bandeng aneka rasa dan sekotak Teh Kotak. Lhoooo, icip-icipnya kalau digabung makan besar donk, Lip? Tapi kan makannya nggak pakai satu piring dan tak duduk diam di meja makanย  ๐Ÿ˜‰ #ngeles

Lumpia Semarang, Restoran Semarang, Jongkie Tio, Semarang Hebat, Kuliner Semarang
Lumpia Restoran Semarang

Baiklah, acara icip-icp selesai, perjalanan dilanjutkan. Pk 12.30 saat kami memasuki pekarangan resto di Jl Gajah Mada 125 – 127, destinasi yang diberitakan sebagai tempat untuk makan siang; Restaurant Semarang. Meski telah dibuka sejak 1990, ternyata tak banyak yang tahu keberadaanya. Saya cukup familiar dengan tempat ini. Ia tak berubah, masih tampak seperti kala terakhir mampir ke sini 3 (tiga) tahun lalu. Continue reading “Bertutur Semarang dengan Om Jongkie Tio”

Tata Nurra, Creative Learner Rumah Ilmu

tata nurra, nurra datau, sha ine febriyanti, musashi

Kalau kamu disodori data berikut, kira-kira hal apa yang akan muncul pertama kali di dalam pikiran kamu? Bagian mana yang akan menarik perhatian untuk ditanggapi? Lalu, kalau data yang sama ditunjukkan ke anak usia 11 tahun; kira-kira bagaimana reaksinya? Disimak, dilihat-lihat saja, bingung ataukah dikritisasi?

kampanye anti korupsi, bahaya timbal, polusi udara
Sumber: Transparency International UK

Data di atas mengemuka dari penayangan film kampanye antikorupsi di aula Yayasan Taman Imani Iqra, Cipayung sembari menanti saat berbuka puasa pada pekan terakhir ramadan lalu. Data yang menunjukkan tahun dikeluarkannya larangan pemakaian TEL oleh sejumlah negara di ASIA.

TEL? Apa dan siapakah si TEL ini?

Continue reading “Tata Nurra, Creative Learner Rumah Ilmu”

[Ketika] Ramadan Pamit

masjid kristal terengganu, lebaran, idul fitri, makna lebaran, makna ramadan

Coba tengok dan amati perilaku ibu-ibu rumah tangga dalam seminggu ini, ketika mereka bertemu satu dengan yang lain, apa yang mereka bincangkan? Obrolan yang menjadi highlight adalah pusing karena pekerjaan rumah menumpuk. Terjadi ketika seseorang yang kadang diomelin sepanjang hari tapi juga dikangenin ketika dirinya mudik walau hanya sebentar saja. Romansa ibu rumah tangga yang gelisah saat asisten rumah tangga satu-satu pamit seminggu, sepuluh hari hingga dua minggu; meninggalkan pekerjaan bebenah rumah dikerjakan sendiri oleh yang empunya rumah. Akan bertambah pusing ketika yang bersangkutan tak biasa menyentuh wilayah dapur dan bisanya hanya mengandalkan lidah.

Kabari kalau sudah sampai (di kampung), ya.
Kabari kalau kamu nggak akan balik lagi (ke sini, biar dicari gantinya).

Ramadan tersenyum dari balik pintu dapur memandangi kegelisahan ibu-ibu yang berputar-putar saja di dalam rumah. Kenapa bila para asisten rumah tangga pamit, dan ia pun bersiap pergi, ibu-ibu itu menjadi resah? Bukankah setiap tahun ada momen yang membuat mereka harus pamit sebentar meski ada pula yang diam-diam tak kembali lagi karena terbujuk tetangga di samping rumah? Continue reading “[Ketika] Ramadan Pamit”

Rumil, Tempat Bermain dan Belajar

rumil, rumah ilmu, rumil rumah ilmu, belajar fotografi

Aline, Alicia dan Rizky terlihat asik memainkan slime di tapak tangan mereka. Ditarik-tarik hingga melebar, bolong lalu dilebur kembali dan dibentuk-bentuk sesuka hati. Slime, pembersih debu yang menempel pada cela barang yang susah dijangkau dengan alat pembersih biasa misal cela antar tuts keyboard laptop/komputer. Bentuknya yang kenyal-kenyal saat ditarik dan dibentuk sedemikan rupa, lembut dan dingin di tangan menjadikannya sebagai mainan yang menyenangkan buat anak-anak.ย Fun with Slime, kegiatan terakhir di Minggu siang itu di Rumah Ilmu (Rumil) yang diisi dengan cara membuat dan bermain dengan slime.

rumil, rumah ilmu, rumil rumah ilmu, belajar fotografi
Belajar fotografi bersama Kak Erik

Sebelumnya, pagi itu juga ada kegiatan belajar fotografi bersama Kak Erik, seorang fotografer profesional yang karyanya dapat dinikmati lewat poster-poster film Indonesia. Anak-anak Rumil dibekali pengetahuan dasar tentang fotografi, cara kerja kamera, dan pada semangat saat diajak mempraktekkan langsung ilmu yang diterima dengan memotret apa saja yang ingin direkam menggunakan kamera saku atau pun handphone. Yang nggak membawa kamera, boleh lho pinjam sama teman atau kakak-kakak yang lain.

Continue reading “Rumil, Tempat Bermain dan Belajar”

My Guardian Angel

guardian angel quote, malaikat kecil, cerita khina

Buah dari PERJALANAN adalah dipertemukan dengan banyak orang baru dan hal-hal baru yang mengajak diri lebih sabar berPROSES: membuka mata, melihat sekeliling, mengelola emosi dan ego, memahami dan menghargai pilihan/pendapat orang lain, mengenal dan bersahabat dengan diri sendiri serta lebih bijak menjalani hidup. Ringan beratnya PROSES serta reaksi sang pejalan akan mempengaruhi pada cara berpikir, memandang, mengambil keputusan dan bersikap terhadap sekeliling.

Dalam merencanakan dan mengeksekusi rencana perjalanan, saya lebih memikirkan KUALITAS dan MAKNA yang akan didapatkan di akhir perjalanan itu. Bukan sekadar memenuhi kuantitas agar tampak sibuk berjalan. Karenanya, sebagai pejalan yang memiliki minat sedikit berbeda dengan yang lain, sering penolakan untuk berjalan bersama ke satu tempat membuat mereka yang tak jua memahami keinginan diri sebagai langkah untuk menghindar. Mereka lupa, saya sering terbentur pada pengambilan jatah cuti ;).

The most glorius moment you will ever experience in your life is when you look back and see how GOD was protecting you all this time – [Shannon L. Alder]

Continue reading “My Guardian Angel”

Ubaidilah Muchtar, Multatuli Abad 21 dari Ciseel

Reading Max Havelaar, Anak-anak Ciseel, Anak-anak Multatuli, Taman Baca Multatuli

Pagi sekali. Di luar rumah masih sepi. Saya bergegas beranjak dari tidur dan pergi ke masjid untuk shalat subuh bersama teman-teman. Usai shalat, kami lanjut jogging dan yoga di pinggir kali Cipari bersama mas Sigit Susanto. Setelah berolah raga, saya pulang mandi, berganti pakaian dan bersiap-siap. Hari ini, kami akan menyusuri jejak Multatuli. Sebelum berangkat, tak lupa saya sarapan seadanya agar tidak mabuk; nasi putih dan garam serta teh pahit. Saya pamit pada Ibu, dan bergabung dengan teman-teman di Taman Baca Multatuli. – [Catatan Nurdiyanta, 15 tahun, Kelas IX SMPN Satap 3 Sobang]

Catatan di atas disadur dari Rumah Multatuli: Kumpulan Catatan 2011 Menyusuri Jejak Multatuli, sebuah buku berisi kumpulan catatan perjalanan anak-anak Taman Baca Multatuli (TBM), Ciseel serta peserta tamu yang mengikuti kegiatan Sastra Multatuli 2011 di Ciseel (13 – 15 Mei 2011) lalu.

Ubaidilah Muchtar, Multatuli Abad 21 dari Ciseel
Ubaidilah Muchtar, Multatuli Abad 21 dari Ciseel (dok. fb Ubaidilah Muchtar, diedit dikit ;))

Continue reading “Ubaidilah Muchtar, Multatuli Abad 21 dari Ciseel”