Tags

, , , , , ,


Awalnya ketika melihat buah serupa sawo bergerombol dan bergelantungan pada batang pohon yang menjulang di jalan masuk Rumah Ndekem beberapa bulan lalu, saya pikir itu semacam parasit yang menumpang hidup pada si pohon. Saya pun menebak – nebak buah itu tak bisa dikonsumsi karena yang sehari – hari melewati pekarangan itu sendiri tak menggubrisnya. Hingga minggu lalu saat kembali bertandang ke Rumah Ndekem dan melihat buahnya koq seperti menggoda untuk dipetik; saya jadi penasaran. Pun karena yang sehari – hari berkantor di situ menawarkan untuk mencoba mencicipi buah terlarang itu.

Stelechocarpus burahol, pohon kepel, pohon kepel, manfaat buah kepel, pohon langka di indonesia

Buah Kepel, sekepalan tangan dewasa

+ Kak, buah pohon itu dimakan?
– Iya. Aku pun baru tahu setelah bertahun di sini, baru tahun ini makan coba.
+ Rasanya gimana?
– Gak ada duanya. Gak bisa diungkapkan dengan kata – kata
+ Namanya buah apa kk, kepel?
– Iya, kepel.

Hmm .. kalau ada rasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata, semacam orgasme donk? Eh, ini ngomongin apa sih? Kepel, buah terlarang yang bikin rasa melayang hahaha.

Jauh sebelum ibu Mooryati Soedibyo mengenalkan produk rahasia keraton yang dapat membuat tubuh semerbak dan kulit selembut puteri keraton, sedari dulu raja Mataram memerintahkan agar para perempuan keraton harus makan kepel agar tubuhnya selalu menebar wangi. Tapi, sejak Mataram masih bersatu, lalu terpecah oleh kesepakatan yang ditandatangani pada 13 Februari 1755 di Giyanti, hingga kekuasaan feodal masih melingkupi Jawa; kepel diharamkan ditaman dan tumbuh di luar pagar pekarangan istana. Begitu pula buahnya ketika matang, diperuntukkan bagi kalangan dalam keraton saja terutama para puteri keraton. Rakyat biasa tak layak untuk mencicipinya. Menanam pohonnya saja bisa terkena hukuman, apalagi memelihara dan menikmati buahnya; bisa kualat!

Harum tubuh perempuan keraton salah satu daya pikat bagi lelaki tak terkecuali para petinggi VOC yang dikenal dekat dengan keraton. Tidak bagi Raffles. Tawaran selir pribumi dari sultan sebagai pelicin agar Yogyakarta tak diusik tak menggoyahkan Gubernur Letnan Jawa itu. Hati Raffles bersetia kepada Olivia Mariamne. Ia memikirkan pandangan sekelilingnya jika sampai melakukan tindakan tak bermoral seperti itu. Pun bawahannya residen Yogyakarta, John Crawfurd. Inggris yang membawa pasukan Sepoy dari India, menggempur Yogyakarta hingga jatuh ke tangan Inggris pada Juni 1812.

Sir Joseph Dalton Hooker, Joseph Hooker, Hook.f. , Stelechocarpus burahol , manfaat buah kepel

Sir Joseph Dalton Hooker (dok. http://www.kew.org)

Jika Raffles tak tergiur oleh aroma kepel, berbeda dengan dua ahli botani Inggris Sir Joseph Dalton Hooker dan Thomas Thomson. Ketika melakukan ekspedisi ke Himalaya, mereka mendapati buah yang oleh masyarakat di tataran Sunda dikenal sebagai burahol. Nama inilah yang diadopsi saat memberikan nama ilmiah kepel Stelechocarpus burahol dan dipublikasikan dalam Flora of British India pada 1855.

Pohon kepel termasuk tanaman peneduh yang tingginya bisa mencapai 20 meter lebih. Tak serupa pepohonan lain yang buahnya menggantung di ranting atau dahan, buah kepel sangatlah bersahabat dan mudah dipetik di masa panen karena semua buah tumbuh bergerombol di batang besarnya. Kepel yang matang akan menjatuhkan diri ke tanah. Jika tak menemukan buah jatuhan di bawah pohonnya, sentuh dan goyang – goyanglah dengan lembut buah yang bergerombol pada batang pohon. Jika sudah matang, buahnya akan jatuh. Jika tidak, berarti belum waktunya panen.

Stelechocarpus burahol, pohon kepel, pohon kepel, manfaat buah kepel, pohon langka di indonesia

Tips memetik kepel yang matang pohon: digoyang pelan – pelan

Memakannya dengan membelah buahnya atau mengupas kulitnya. Buah yang matang, daging buahnya berwarna kuning dan harum. Keharuman yang terkandung dalam daging buah kepel inilah yang tak boleh dinikmati oleh masyarakat di luar keraton pada masa dulu. Daging buah kepel tak terlalu tebel. Kalah bersaing dengan 4 buah biji berwarna coklat dan besar – besar yang bersembunyi di balik daging buahnya.

Walau tipis, kandungan vitamin, nutrisi, dan antioksidan dalam daging buah kepel memberi manfaat bagi tubuh. Selain menghilangkan bau badan, memperlancar air kencing, dan membantu mencegah peradangan ginjal; ternyata kepel juga dari dipakai sebagai alat kontrasepsi alami perempuan keraton untuk mengatur jarak kelahiran. Fitoestrogen yang terdapat di daging buah kepel dapat membuat perempuan mandul dalam waktu tertentu.

Stelechocarpus burahol, pohon kepel, pohon kepel, manfaat buah kepel, pohon langka di indonesia

Bahagia itu sederhana, bisa menikmati buah terlarang 😉

Di masa kini, pohon kepel menjadi tanaman langka karena perlakuan istimewa yang diberlakukan di masa lalu. Beruntunglah saya bermain ke Rumah Ndekem yang jauh dari kawasan keraton dan di pekarangannya, mendapati pohon kepel yang sedang berbuah. Tanpa ragu saya menikmati harum dan manisnya beberapa buah kepel yang dipetik langsung dari pohonnya. Di lidah rasanya serupa gabungan mangga harum manis, sawo, dengan aroma bunga mawar.

Bersyukur menjadi perempuan kebanyakan yang lahir jauuhhh dari masa Mataram. Tak takut kualat untuk memetik dan menikmati kepel di luar tembok keraton, saleum [oli3ve].

Yang iseng dibolak – balik:

  • Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa, Tim Hannigan, 2015
  • Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855 Jilid 1, Peter Carey, 2011