[Rumil] Muntah Massal

Tags

, , , ,


Namaku Izzah dari Sekolah Alam Indonesia, mau berbagi cerita saat aku dan teman – teman sekelasku ke Ujung Kulon. Perjalanan yang berkesan. Tentu saja setiap perjalanan akan ada bagian paling berkesan. Ini sebagian cerita dari perjalanan sewaktu kami hendak ke Pulau Peucang, tempat kami menginap. Tak sabar untuk sampai ke tempat tujuan.

Kami treking sampai pelabuhan. Di pelabuhan ombak kecil mencoba menjilat kakiku. Sampan bergoyang. Semua penumpang, perempuan dan laki – laki mulai menaiki sampan. Setelah itu baru berangkat menuju kapal besar. Ada dua kapal di sana, satu kapal yang besar dan satu lagi ukurannya lebih kecil. Aku kebagian kapal yang kecil. Tadi sebelum berangkat aku lupa, tidak memandang langit yang telah menyiapkan sesuatu untuk kami.

Continue reading

Dokter Lintas Batas: Memenuhi Panggilan Jiwa dan Kemanusiaan di Wilayah Konflik

Tags

, , , , ,


Seorang gadis kecil berlari – lari kecil mengekor di belakang ibunya yang tergesa melintas di depan puing bangunan yang hancur dihantam bom lewat serangan udara di satu kota kecil yang mereka tinggali di Afrika. Sebentar ia berhenti, menengok ke kanan, matanya sembab dan berair, ada riak di pipinya yang berkilat disorot kamera, tangan kanannya teracung. Sebuah kalimat berjalan tak jauh dari kakinya, tepat saat jarinya menunjuk ke mata saya yang terpana di depan layar … WHAT’S WRONG WE HAVE DONE?

not a target campaign, msf campaign, doctors without borders, humanitarian

Not A Target (dok. http://www.msf.ca)

Mata itu menatap penuh tanya dan harap; menyedot energi yang melesak ke dalam sorotnya. Mengingatkan pada tatap tak berdosa anak -anak Nyanga dalam Black Butterflies, juga sorot mata anak – anak dan perempuan dalam Sometimes in April. Visualisasi penggalan kisah perjalanan James Maskalyk saat bertugas sebagai dokter Médecins Sans Frontières (MSF) di Abyei, Sudan di buku A Doctor without Borders yang saya baca beberapa tahun lalu. Buku berisi catatan – catatan James yang sebelumnya dituangkan dalam blog pribadinya Six Months in Sudan.

Continue reading

Memuaskan Lidah dengan Kuliner Thailand

Tags

, , , ,


Lima menit beranjak dari Don Mueang siang itu ketika Imron, pemandu yang menemani berjalan, menawarkan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Hua Hin. Tawaran yang menarik. Sejak pagi perut saya belum diisi makanan yang sesuai kapasitas lambung gegara bangun kesiangan dan tergesa – gesa ke bandara Soekarno Hatta. Mandi pun tak sempat. Setangkup roti dan sebiji pisang yang dihabiskan di ruang keberangkatan tak cukup kuat meredam teriakan dari kampung tengah. Tak lama, kami berhenti di Al Hilal Restaurant, sebuah rumah makan dengan pekarangan yang asik di pinggir jalan raya Bangkok yang sajian makanannya dijamin halal.

sarapan ala thailand, thai culinary journey, kuliner di hua hin

Aneka sarapan di Stasiun Hua Hin

Sajian yang jadi rebutan dan cepat tandas dari meja siang itu adalah Sup Tom Yam, Ikan Saus Mangga dan … telur dadar! Sedang kawan – kawannya seperti cap cay dan ayam goreng akhirnya digado belakangan sebelum nanas dan semangka sebagai pencuci mulut dihidangkan. Tom Yam Al Hilal tampilannya berbeda dengan sup Thailand lainnya. Kuah supnya bening, rasanya enjesss, melekat dan terbayang – bayang di ujung lidah saat menuliskannya di sini. Di dalam kuah asam pedas yang menguar itu, berenang – renang udang, potongan ikan, cumi, dan jamur merang. Hijaunya daun ketumbar dan daun jeruk yang mengambang di atasnya menambah segar aroma Tom Yam Seafood Bening istimewa dari rumah makan yang banyak dimampiri orang Indonesia itu. Continue reading

Meneladani Desmond Doss

Tags

, , , ,


Hari – hari ini sangat mudah sekali orang teledor menjaga lidahnya sehingga dari bibirnya mengalir kata – kata yang meresahkan dan membuat yang mendengarnya ingin jauh – jauh saja dari orang itu. Ada pula yang merasa lebih kuat karena sering berlatih angkat beban, kesenangannya merendahkan dan meremehkan orang lain yang dilihatnya lemah. Lalu yang sudah lebih dahulu punya pengalaman, merasa diri lebih unggul dari sesamanya. Keakuan membuat manusia selalu ingin diakui sebagai yang TER (terpandai, terkuat, terdepan, tertinggi dan ter, ter lainnya). Sifat ini sudah ada dari jaman bumi baru didiami pasangan Adam dan Hawa, kekal diwariskan kepada anak cucunya, KITA yang hidup di dunia saat ini.

Hacksaw Ridge, Inspirational Quote of Hacksaw Ridge, Dessmond Doss

Perkara di atas melenggang begitu saja di pikiran sewaktu duduk di dalam teater menikmati Hacksaw Ridge dua petang kemarin. Hacksaw Ridge, film drama perang yang digarap berdasarkan kisah veteran paramedik Amerika semasa perang dunia kedua (PD II), Desmond T. Doss pada pertempuran Okinawa, Jepang.

Continue reading

Tenno Heika Menyerah, Mallaby Berlabuh di Tanjung Perak

Tags

, , ,


Jepang manut juga pada Deklarasi Postdam (Yalta) setelah Amerika mengancam untuk menghancurkan Tokyo menyusul Nagasaki dan Hiroshima. Lewat corong radio Tokyo pada 14 Agustus 1945, Tenno Heika mengumandangkan kepada rakyatnya dan ke penjuru dunia, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu. Perang Dunia II pun berakhir. Sekutu bersiap masuk ke Indonesia dengan 2 (dua) pasukan khusus. SEAC (Southeast Asia Command) terdiri dari pasukan Inggris untuk wilayah barat di bawah komando Laksamana Lord Louis Mountbatten dan wilayah timur pasukan Australia yang tergabung dalam SWPA (South West Pacific Area) di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur.

Di Indonesia, sebulan setelah merdeka, suasana di Surabaya kembali memanas. Arek – arek Suroboyo tak senang dan tak tenang melihat tentara Jepang masih saja berkeliaran di jalan – jalan kota Surabaya. Dari Singapura, Laksmana Mountbatten, menugaskan Brigadir Jenderal Mallaby dengan pasukan Fighting Cox-nya mengurus Surabaya. Tugasnya, melucuti senjata Jepang dan mengangkut mereka keluar dari Indonesia, membebaskan tawanan perang dan interniran Sekutu terutama perempuan dan anak – anak untuk dievakuasi dari Surabaya serta menjaga kemanan dan ketertiban Surabaya hingga diserahkan kepada pemerintahan sipil.

Yang terjadi kemudian … Pertempuran Surabaya babak kedua pecah di Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1945.

Continue reading

Saturday Brunch ala Caribou Coffee

Tags

, , , ,


Di Jakarta ini ada banyak sekali kedai kopi yang bertebaran. Dari kedai sederhana yang menempel di dalam gang dengan aroma kretek yang melekat dan menghitam pada dinding biliknya hingga kedai berpendingin di pusat bisnis berkelas dengan bangkunya yang empuk membuat pengunjungnya betah duduk berlama – lama meski yang dipesan hanya secangkir kopi.

Caribou Coffee, Caribou Indonesia, Caribou Cofffee Rubina, Menu Caribou

Untuk menggaet pelanggan berbondong memenuhi kedainya, para pengelola kedai pun berlomba menawarkan racikan kopi terbaiknya disertai kudapan ringan hingga sedikit berat kepada para penikmat kopi yang selalu haus mencicipi dan mencoba setiap sajian baru di kotanya. Tentu, tak sekadar rasa yang ditawarkan. Karena setiap pelanggan pasti akan mempertimbangkan suasana serta pelayanan yang diberikan selama kunjungan mereka ke satu kedai kopi. Kepuasan lidah, kenyamanan dan kepuasan pelayanan inilah yang membuat pelanggan akan kembali bertandang serta mengabarkan berita menyenangkan itu kepada kawan mereka.

Continue reading

Belajar dari Orat-oret Anak – anak

Tags

, , , , ,


Sadar atau tidak, kita, orang dewasa; suka sekali meremehkan anak kecil. Padahal kalau mau jujur, kitalah yang sering berlaku kekanak – kanakan. Untuk itu, kita perlu belajar banyak dari cara berpikir kanak – kanak dengan ide – ide berani, kreatifitas liar dan sikap optimis yang mereka miliki. Hal ini disampaikan oleh seorang anak kecil bernama Adora Svitak yang kala itu berusia 12 tahun saat memberikan paparan What Adults Can Learn from Kids pada TED Conference, Februari 2010 lalu di depan orang – orang dewasa.

Adora tak main – main, dia bahkan memberi contoh dampak dari tindakan dan pengambilan sikap orang dewasa pada dunia dengan apa yang dilakukan oleh anak – anak seperti pengalaman inspiratif Anne Frank di kamp konsentrasi NAZI, juga keberanian Ruby Bridges melangkah ke sekolah kulit putih semasa kanak – kanak meski mendapat tekanan dari sana – sini demi mendapatkan persamaan hak dalam pendidikan tanpa membandingkan warna kulit dan kegiatan sederhana Charlie Simpson mengumpulkan dana untuk korban gempa Haiti dengan bersepeda  di taman – taman dekat rumah (tentang siapa anak – anak ini, kapan – kapan saya ceritakan atau silakan tanya mbah Google bila tak sabar menanti ceritanya).

Continue reading

The Palace of Hope and Love, Maruekhathaiyawan

Tags

, , , , , , ,


Kalau kamu suka melewati kawasan Monas saat beranjak ke Glodok atau Kota Tua dengan mata awas, pasti akan tampak gajah kecil yang setia berdiri di depan Museum Nasional, Jakarta. Gajah kecil berwarna hijau yang terbuat dari perunggu itu, hadiah dari Chulalangkorn, Raja Rama V dari Siam (sekarang Thailand) sewaktu berkunjung ke Indonesia pada 1871. Chulalankorn, kakek dari Bhumibol Adulyadej, Raja Thailand yang mangkat 13 Oktober lalu. Pada minggu terakhir September, saya berkesempatan (kembali) mengunjungi Negeri Gajah Putih, Thailand. Ini perjalanan kedua setelah 2 (dua) tahun lalu diajak Tourism Authorization of Thailand (TAT) ke keriaan Thailand’s Best Friends Forever 2014. Perjalanan kali ini pun diongkosi TAT berkat menang lomba foto selfie.

Maruekhathaiyawan, Mrigadayavan Palace, The Palace of Hope and Love, Hua Hin, Thailand Attraction

Pekarangan Mrigadayavan Palace yang teduh

What the … kamu selfie, Lip? Ya, tertawalah lebar – lebar sepuas hatimu! siapa yang menduga bila swafoto saya dengan Bapu menang lomba foto #SelfieTAT? Saya pun sudah lupa pernah ikut keriaan lomba itu hingga dikabari terpilih sebagai salah satu pemenang dengan hadiah boleh ngajak seorang teman jalan – jalan ke destinasi impian, Hua Hin! Kamu harus banyak bersabar menanti cerita tentang kota pensiunan yang menyenangkan dan telah memikat hati jauuuuh sebelum menjejak di sana. Karena hari ini saya hanya akan berbagi sedikit drama di perjalanan kemarin. Continue reading

Personal Touch, Jembatan Berinteraksi dengan Anak

Tags

, , , ,


Anak perempuan berambut sebahu dengan mata berbinar – binar dan bibir penuh senyum, mindik – mindik mendekat, menowel – nowel bahu selagi saya membolak – balik beberapa lembar tugas menulis di tangan.

Hayooo, mau ngapain?

Senyum di bibirnya semakin melebar. Saya tarik tangan kanannya untuk mendekat. Ketika pegangannya dilepas, kedua tangannya otomatis memegang sisi roknya, kiri dan kanan, memainkannya dengan riang dengan kepala menunduk malu – malu.

rumil, rumah ilmu, sharing tentang blog, belajar ngeblog, mengenalkan blog pada anak - anak

Mengenal Blog bersama Kk Olive  😉

Salma namanya, umurnya 8 (delapan) tahun. Dia dengan cepat berbaur dan turut bermain dengan anak – anak lain yang baru dijumpainya di hari pertama dirinya melangkah ke Rumah Ilmu (Rumil), Jagakarsa. Senyum tak lepas dari wajahnya sejak langkah kecilnya hinggap di pendopo Rumil. Bahkan saat dirinya terkena hukuman karena tak bisa memberi jawaban pada permainan pagi itu, dia terus saja tersenyum.

Continue reading

Berbagi Semangat Kebersamaan dan Keceriaan Berolahraga Rekreasi di TAFISA World Games 2016

Tags

, , ,


Seberapa sering kamu mendapati anak – anak di sekitarmu rewel, didiamkan oleh orang – orang dewasa yang berada di dekatnya dengan menyodorkan gawai? Seberapa sering kamu melihat dan merasa orang – orang di dekatmu (dan dirimu), dari balita hingga nenek – nenek, asik sendiri dengan gawai di tangan tanpa peduli sekitarnya ketika melakukan perjalanan atau saat bersua bahkan duduk berhadapan di sebuah meja?

tafisa world games, tafisa world games 2016, tafisa games jakarta, tafisa

Setiap hari, setiap jam, setiap saat. Benar apa betul?

Tanpa kita sadari gawai telah merebut ruang yang seharusnya dipakai untuk berinteraksi dengan sekeliling, menyekat gerak meski sekadar berbagi senyum terlebih bertegur sapa. Keakraban dengan gawai telah melunturkan keceriaan yang seharusnya bisa dibagi dan dinikmati bersama. Continue reading