Ummph! BOH ..!! Sepotong Cerita dari Secangkir Teh

Tags

, , , , , ,


Setelah sejam perjalanan yang disi dengan tidur-tidur ayam dari Kuala Lumpur, bus yang kami tumpangi mulai mengelindingkan roda-rodanya dari jalan beraspal yang lebar ke jalan perkebunan yang menyempit. Hamparan kebun teh di kanan jalan dengan rumah-rumah perkebunan berdinding putih dengan daun pintu dan jendelanya yang hijau pupus berdiri jarang-jarang di sisi kiri menyapa siang itu. Di depan sebuah bangunan, bus melambatkan lajunya sebelum berhenti.

Tan Chong Wee, BOH Tea Plantation, BOH tea, teh hitam, black tea plantation

Tan Chong Wee, sang manajer

Kami turun satu-satu disambut Tan Chong Wee yang bersegera mengajak kami melangkah ke salah satu bangunan di sana. Di depan pintu, sebelum jauh melangkah ke dalam ruangnya, ia membagi-bagikan penutup kepala berwarna putih pada yang tak mengenakan tudung kepala yang wajib dikenakan selama berada di dalam ruang itu. Saya meraih satu, dan memasangnya dengan menutupi rambut seperti saat hendak mandi. Setelah semua kepala tertutup, kami pun diajaknya melangkah ke ruang pabrik pengepakan BOH Tea Plantations Sdn Bhd yang dikepalainya.

Continue reading

Selamat Jalan Usi

Tags

, , , ,


Gimana rasanya menerima kabar kepergian orang yang kamu sayangi, dikirimkan sendiri olehnya melalui WhatsApp?
Pernahkah kamu menerima gambar diri terakhir orang yang kamu sayangi terbaring kaku di dalam kotak putih yang dihiasi kain putih berenda-renda, dikirimkan sendiri olehnya?

Lalu, bagaimana bila yang mengirimkan pesan itu adalah dirimu?

SHOCK

Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi rohMU, ke mana aku dapat lari dari hadapanMU? – [Mazmur 139:6-7]

Hujan meninggalkan jejaknya pada pucuk-pucuk rumput di sisi perhentian halte TransJakarta (TJ) Monas, berkilau ditimpa cahaya lampu kendaraan yang melintas satu-satu di sepanjang Thamrin. Sudah hampir 30 menit aku berdiri, duduk, berdiri (lagi), duduk (lagi), berdiri (lagi) dan berjalan-jalan di dalam halte tapi bus yang kunanti tak jua tampak batang hidungnya. Perhentian Monas masih terang benderang. Di depanku, beberapa calon penumpang pun masih bersetia menanti bus. Sebagian besar laki-laki, hanya aku dan seorang yang duduk-duduk di ruang sebelah dengan arah berlawanan yang perempuan. Continue reading

HoHo … Ketinggalan di Istana Negara

Tags

, , , ,


Tengah hari yang menyengat ketika bus Hop on Hop off aka HoHo yang kami tumpangi berhenti di pelataran parkir Istana Negara Kuala Lumpur. Ia berdiri di samping toilet umum, tepat di sebelah pintu bilik tandas untuk lelaki. Penumpang diberi masa selama 10 menit untuk turun melihat-lihat sebelum bus beranjak ke destinasi berikutnya. Yang sudah menahan pipis sedari tadi, bergegas ke toilet. Sedang yang enggan berpanas-panas, hanya memindahkan pantat dari ruang dek terbuka di lantai atas ke dalam ruang yang tertutup. Sisanya, turun dari bus hanya untuk meluruskan kaki.

Hop on hop off Kuala Lumpur, Hoho Kuala Lumpur, bus wisata di Malaysia, double decker tour bus Kuala Lumpur, Istana Negara Kuala Lumpur

Gambarnya Emak Gaoel Winda Krisnadefa

Saya, satu dari beberapa ekor penumpang yang memanfaatkan 10 menit turun dari bus, berlari meniti tangga ke pelataran istana, dan melangkah panjang-panjang mendekati gerbang yang kiri kanannya dijaga oleh dua pasang penjaga. Mereka masing-masing menempati pos di samping pintu gerbang. Dua orang berseragam merah, duduk di atas kuda. Sedang dua lagi berseragam putih berdiri saja di dalam posnya. Istana, sebagaimana di negara lain adalah tempat tinggal resmi pemimpin negara. Continue reading

GRATIS Keliling Jakarta Bareng Mpok Siti

Tags

, , , , ,


Akhir pekan kemarin saya bersua seorang kawan pejalan yang sedang berada di Jakarta. Dia bercerita senang sekali mengunjungi Mini Indonesia (Taman Mini Indonesia/TMII) meski hanya berlama-lama di Museum Indonesia dan anjungan Toraja. Dua tempat itu dipilihnya karena bingung mau mendatangi museum mana saja dari puluhan museum di TMII. Agar berasa keliling Indonesia, dia pun masuk ke Museum Indonesia. Tentang anjungan Toraja, dia punya alasan khusus. Mengobati rasa penasaran karena beberapa hari sebelumnya dirinya diundang ngetrip di Indonesia dengan Makassar sebagai salah satu destinasi yang didatangi. Dirinya heran kenapa di perjalanan itu, Toraja tak dimasukkan dalam destinasi wisata yang dituju.

Mpok Siti, Jakarta City Tour, Free bus Jakarta city tour, keliling jakarta gratis, tourist double decker bus, jakarta double decketer tour bus

Mpok Siti

Selama di Jakarta, kawan ini mengandalkan commuter line sebagai moda transportasi murah meriah untuk berjalan-jalan. Tapi ketika dia bercerita berapa biaya yang dikeluarkannya setiap kali bepergian; saya bilang, itu tidak murah! Satu contoh, untuk pergi ke Kota Tua Jakarta, dari tempatnya menginap di Jalan Jaksa, dirinya menumpang ojek ke stasiun Gondangdia. Sekali naik ojek, dia digetok harga oleh tukang ojek min. Rp 25,000. Bahkan katanya, pernah dari Gondangdia ke penginapan dia harus membayar Rp 50,000. Wowww!! 10 kali lipat saja dari tarif ojek online!! Continue reading

Rini, Gadis Melayu dan Kembang

Tags

, , , ,


Kartu pers!”

Lelaki berseragam yang duduk di depan pintu menahan langkah yang siap diayun melewati pintu kaca di samping kanannya. Ah, lelaki kurus dengan bedil dibiarkan menggantung di pundak itu buang muka saat kutunjukkan selembar undangan elektronik lewat gawai.

Β “Pokoknya nggak bisa mbak, harus ada ID pers atau telpon aja yang kasih undangan suruh jemput di pintu,” katanya memberi penjelasan dengan penekanan pada kata ID dan PERS, mukanya menoleh ke temannya yang berbatik. Ketika ditawarkan kartu nama, lelaki itu tak mau tahu. Harus mengenakan kartu yang dikeluarkan tempat mengabdi dengan tulisan pers yang mencolok, dan dikalungkan di leher. Kekeukeuhan si bapak membuatku berpikir untuk membuat gantungan pengenal bertuliskan pers kuburanπŸ™‚

Dua jurnalis berkaos polo dengan logo sebuah kantor berita terpampang di dada yang datang menenteng tripod disapanya dengan ramah,”Lhoo … tadi bukannya sudah ke sini sama bapak (maksudnya pak presiden)“?”
Iya pak, balik liputan ke istana bentar belum sempat mengambil gambar di sini.Continue reading

Cupping Aroma Kopi Temanggung

Tags

, , ,


Senja mulai turun di kota tua Jakarta ketika lelaki itu memutuskan untuk mengendus-endus serbuk hitam di dalam gelas yang ditata melingkar di atas meja. Dari gelas pertama, ia beralih ke gelas kedua, ketiga hingga 7 (tujuh) gelas yang diberi label A-G itu usai diendusnya. Dia menggerak-gerakkan pucuk hidungnya, sebelum kembali pada gelas yang membuatnya penasaran untuk diendus lebih dalam. Melihatnya asik menghirup aroma dari dalam gelas, saya yang tadinya enggan bergerak dari bangku, tergoda untuk mengendus juga. Ya kali aja, bisa buat pengganti ngelem #eeh.

cupping coffee, coffee cupping, cupping, uji kualitas kopi, tester kopi

Siapa yang sudah pernah cupping?

Matanya berkeliling memperhatikan satu per satu manusia yang berdiri mengelilingi meja tempat gelas-gelas berisi serbuk hitam yang diendusnya tadi diletakkan. Melihat ada beberapa yang hadir masih asing dengan istilah yang dilontarkan, dirinya lanjut menjelaskan istilah yang baru saja diucapkannya.

Continue reading

Murah Meriah di Central Market, Kuala Lumpur

Tags

, , , ,


Pada 1888, semasa Yap Ah Loy menjadi Kapiten Cina di Kuala Lumpur; dirinya berinisiatif mendirikan sebuah pasar yang menyediakan dan menjual kebutuhan sehari-hari untuk warga lokal serta penambang timah yang berdatangan di kota yang baru dibuka masa itu. Waktu terus berjalan, Kuala Lumpur pun kian bertumbuh. Pemerintah Inggris yang masa itu mengatur tata kota, mulai membangun berbagai fasilitas yang memberikan kenyamanan bagi warga dan pendatang di Kuala Lumpur dalam berkegiatan. Salah satunya, sarana transportasi publik; kereta api. Pasar di jantung kota itu terancam dibongkar untuk dijadikan stasiun, namun ia masih terselamatkan.

Central Market KL, Kasturi Walk Central Market, Tempat Belanja Oleh-oleh di KL, Belanja di Central Market

Ketika bangunan-bangunan menjulang mulai bermunculan pada 1980 di kota yang berdiri di pertemuan Gombak dan Klang, kembali bangunan pasar yang dirancang oleh RH Steed itu diombang-ambing isu pembongkaran. Warga yang mencintai keberadaannya pun gelisah. Kegelisahan yang menggerakkan The Malaysian Heritage Society melancarkan petisi untuk mempertahankan gedung pasar mengingat jejak sejarah dan keunikan arsitektur bangunannya. Tak sekadar mengajukan tuntutan, mereka pun bersedia untuk membuatkan program yang menarik pengunjung dan menghidupkan keriaan kota.

Continue reading

Dreamville Hostel, Tempat Beristirahat Murah dan Nyaman di KL

Tags

, , , ,


Jelang pk 01.00 saat taksi yang kami tumpangi dari KLIA berhenti di pelataran parkir Jelatek Business Park. Kuala Lumpur bersiap menyambut pagi saat kami menyapanya hari itu. Namun, mata yang sudah lelah dan setengah tertidur, kembali menyala memandang tempat yang disediakan untuk beristirahat selama kurang lebih 6 (enam) jam transit. Niat awal untuk segera beristirahat sirna. Biru pupus pada dinding di ruang-ruang hostel telah menggodanya untuk berkeliaran di jelang pergantian hari. Biru yang selalu menenangkan hati.

dreamville hostel, dreamville hostel kuala lumpur, hostel murah di kuala lumpur

Dreamville Hostel, berada di lantai satu salah satu ruko. Menggapainya lewat anak tangga yang menyempil di antara deretan ruko. Pintu kaca yang bisa diakses dengan kunci pengaman khusus membatasinya dengan dunia luar. Keseluruhan ruangnya tak terlalu besar, tak juga sesak. Penataan ruang, pemilihan dan penempatan perabot serta perlengkapan rumah yang serasi, membuat diri nyaman dan lega untuk bergerak di dalamnya.

Continue reading

Pecinan Semarang

Tags

, , , ,


Aku dan senja berjalan berlambat-lambat dari Tay Kak Sie ketika malam datang tergesa-gesa. Tiga langkah dari Kali Koping, sebelum senja bergegas menaiki jungkung yang ditambatkannya di sana sejak matahari perlahan-lahan turun di barat. Malam memintanya segera pulang, tanpa peduli aku masih ingin berlama-lama dengan senja. Aku tahu giliran malam untuk berjaga. Tapi, kenapa dia datang terlalu cepat? Senja melambaikan salam perpisahan. Tubuhnya beringsut ke dalam jungkung yang melaju perlahan-lahan mengikuti arah angin menuju ke barat hingga hanya pendar bayangnya yang tampak memerah di ujung-ujung bubungan rumah yang menjulang rapat-rapat di sepanjang bibir Kali Koping.

Kiang Cu Gee, Jiang Ziya, Klenteng Tay Kak Sie Semarang

Kiang Cu Gee

Gang Lombok pelan-pelan rebah dalam pelukan malam. Tak terdengar lagi suara cumbu wajan dengan sodet dari Kedai Lumpia di jalan itu. Aku tadi terlalu asik mendengar tuturan Kiang Cu Gee yang kutemui di beranda belakang Tay Kak Sie. Lupa bila senja datang, wajan dan sodet di kedai itu pamit beristirahat. Continue reading

Bertutur Semarang dengan Om Jongkie Tio

Tags

, , , , ,


Satu siang di Kota Lumpia, Semarang. Dalam kendaraan menuju Bandeng Juwana, sebuah informasi didengungkan dari bangku depan. Peringatan dini untuk tidak memenuhi perut dengan sajian icip-icip, karena makan siang yang sebenarnya akan digelar sejam lagi di destinasi berikutnya. Terpujilah Tuhan, meski jam makan siang sudah menjelang; perut masih berlaku manis. Ia tak merengek-rengek walau sepagian hingga siang itu dia hanya mendapatkan semangkok Soto Semarang Pak Man berikut 2 (dua) potong tempe goreng dan setusuk sate. Dia pun senang-senang saja ketika hanya mencicipi sepotong kecil Bandeng Asam Manis, setengah mangkok Bandeng Srani, dua suap Bandeng Garang Asem, secuil dua cuil Pepes Bandeng aneka rasa dan sekotak Teh Kotak. Lhoooo, icip-icipnya kalau digabung makan besar donk, Lip? Tapi kan makannya nggak pakai satu piring dan tak duduk diam di meja makanΒ πŸ˜‰ #ngeles

Lumpia Semarang, Restoran Semarang, Jongkie Tio, Semarang Hebat, Kuliner Semarang

Lumpia Restoran Semarang

Baiklah, acara icip-icp selesai, perjalanan dilanjutkan. Pk 12.30 saat kami memasuki pekarangan resto di Jl Gajah Mada 125 – 127, destinasi yang diberitakan sebagai tempat untuk makan siang; Restaurant Semarang. Meski telah dibuka sejak 1990, ternyata tak banyak yang tahu keberadaanya. Saya cukup familiar dengan tempat ini. Ia tak berubah, masih tampak seperti kala terakhir mampir ke sini 3 (tiga) tahun lalu. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 443 other followers