Dialita, Suara Hati Perempuan Penyintas G30S

Tags

, , , , ,


Petang mulai basah dan secangkir Blossom Tea dingin menyusut dari cangkir ketika seorang lelaki memasuki kedai kopi tempat saya bermalas – malasan menatap layar monitor yang tampilannya tak berubah banyak selama hampir sejam duduk di sana.

dunia milik kita, paduan suara dialita, dialita, wanita tapol, tapol, kamp plantungan, penjara bukit duri

Album pertama Dialita

Dia mengedarkan pandang, bertanya pada petugas di meja kasir, sepertinya mencari seseorang. Bersamaan dengan gerak tangan kanannya yang menggenggam HP didekatkan ke kuping, layar HP saya yang tergeletak di meja pun turut bergerak – gerak.

Pak Saiful?”
Ibu Olive?”

Lelaki itu mengangguk, membuat garis senyum di bibirnya dan berjalan mendekat. Padanya, saya pun melempar senyum. Akhirnya, lelaki yang sedari tadi dinantikan hadirnya muncul juga.

Continue reading

Bermalam di Kampung Perancis, Colmar Tropicale

Tags

, , ,


Mendadak sekali kami harus bermalam di Perancis. Saya baru mendengar kabar itu sesaat menjelang siang berakhir lewat bisik – bisik antar tetangga yang beredar usai makan siang. Sebagai pejalan yang tak terlalu mempermasalahkan tempat untuk berbaring ketika badan sudah sangat lelah asalkan bersih, saya mah hayuk aja. Lebih cepat dapat kepastian dan sampai di tujuan, lebih cepat beristirahat bukan?

Kepastian kabar berdengung itu akhirnya saya dapatkan dari salah seorang yang dapat dipercaya omongannya. “Malam ini kita akan menikmati perkampungan Perancis abad 16 di Colmar Tropicale, Lip. Kamu pasti sukalah

Di itinerary memang tertulis kami akan berkunjung ke Colmar Tropicale. Hanya berkunjung layaknya para pelancong yang datang bergembira dan bergambar di beberapa spot foto. Lalu pulang, tak bermalam! Jadi, saya tak terlalu tertarik untuk mencari tahu seperti apa kamar yang tersedia di sana. Karenanya setelah dapat kunci dan mulai mencari kamar yang akan diinapi, masih santai – santai aja. Tapi … begitu pintu kamar dibuka, ada yang nyeletuk,”Ini kamar apa apartemen ya? kamarnya kayak kamar Cinderela!”

Continue reading

Sate Babi Ubud Bikin Nagih

Tags

, , , ,


Makanan apa yang membuatmu merindukan Bali? Yang menyenangkan dan bangkitkan anganmu ingin kembali ke sana? Babiiiiii!! Idiiiihhh, haram Lip! Iya kalo kamu hanya mengidam – idamkannya saja dan setiap waktu membayangkan bagaimana rasanya begitu menggoda hingga ujung lidahmu tak berhenti meraba – raba tuk mengecapnya.

Eh, iya nggak bagus keseringan makan daging babi, apalagi kalau berjumpa wuenaknya bisa kecanduan. Kawan saya yang gemar memasak daging sapi kaki pendek itu sering mengingatkan,”Hati – hati kebabian lho, Lip!” Upssss  😉

sate babi enak di ubud, sate babi bali, sate babi ubud

Dari jemari si ibu yang belepotan bumbu aja sudah tercium kan wanginya?🙂

Memang susah melepaskan diri dari nikmatnya lauk satu itu meski jujur ayam, saya bukanlah penggemar (daging) babi sejati. Saya hanya lahap menikmati sajian daging babi saat pulang ke Toraja dengan mengolahnya sendiri atau mendatangi kedai sederhana yang menjual aneka lauk dari babi. Di tempat lain, otak saya akan berputar ribuan kali hingga lauk di meja habis jadi rebutan tangan – tangan maniak babi, baru otaknya mengambil keputusan akan menuangkannya ke piring atau tidak?

Continue reading

BETH

Tags

, , , ,


Obrolan tiga petugas yang berjaga di rumah tahanan (rutan) khusus pesakitan penyalahgunaan obat terlarang malam itu terputus teriakan salah seorang penghuni rutan. Tak sabar dengan pesakitan yang tak lelah gaduh mencari cahaya dengan mengguncang – guncang pintu selnya sepanjang hari; mereka memutuskan untuk mengirimkan pesakitan yang sudah tak waras itu ke rumah sakit jiwa. Si pesakitan yang masuk sel karena narkoba, lelaki muda, parasnya bule Arab dengan rambut ikal yang jatuh melewati bahu itu juga tak henti berguman akan masa lalu.

Beth, Review film Beth, Sha Ine Febriyanti, Bucek Depp

Esok harinya, lelaki muda itu pun berjalan menyusuri selasar Rumah Sakit Jiwa Manusia yang riuh, dengan pandangan kosong sembari memeluk skateboard-nya erat – erat. Oleh dokter, ia ditempatkan di sel isolasi, tempat baginya menjalani masa – masa orientasi dan observasi sebagai penghuni baru sebelum diijinkan bergabung di kamar dan bergaul dengan penghuni lainnya.

Continue reading

Kangen Ko Acia

Tags

, , , ,


Kangen?
Ko Acia?
Mantan, pacar atau calon, Lip?

Keseringan main – main di tempat sepi, membuat banyak orang selalu penasaran siapa saja yang bersua, bergaul terlebih yang dekat – dekat dengan Tukang Kuburan. Termasuk kamu kan? Setiap kali ada nama lawan jenis yang sengaja atau tak sengaja tercetus; pasti deh pada kasak – kusuk. Saya berkenalan dengan Ko Acia ditemani dua kawan sepulang ibadah di Minggu lalu. Perkenalan yang disebabkan termakan rayuan promosi dari media sosial. Buang jauh – jauh imajinasimu akan biro jodoh meski Ko Acia punya usaha biro jasa; yang diurusnya STNK dan SIM.

Es Campur Ko Acia, Es Campur Mangga Besar, Es Campur Enak, Es Campur di Jakarta

Es Campur Ko Acia, sejak 1980

Continue reading

Singapura yang Kurindukan

Tags

, , , ,


Pertemuan tak sengaja dengan Opa Archie di perkebunan teh BOH Sungai Cheeding, Kuala Langat bulan lalu bangkitkan inginku untuk pergi ke Singapura setelah lebih 5 (lima) tahun tak pernah bertandang ke kota itu. Kubuka – buka lagi catatan yang pinggiran kertasnya mulai menguning karena dibiarkan tertelungkup cukup lama dalam map yang berdebu, lama tak disentuh. Catatan – catatan yang selalu menarik untuk dibaca berulang.

fort siloso, singapore, tujuan wisata singapura, tiket murah ke singapura

Fort Siloso

Bila dipikir – pikir, sudah terlalu lama kuurungkan niat untuk kembali ke Battle Box. Meredam keinginan tuk hening sesaat di Fort Siloso yang gerbangnya telah tertutup rapat petang itu saat langkah tergesaku berhenti di depannya. Sedikit kecewa tentu saja. Tapi aku harus banyak belajar mengendalikan inginku agar tak mendahului inginMU. Menakar hasratku agar tak lekat pada egoku semata.

Continue reading

Senandika dari Bukit Jugra

Tags

, , , , ,


Pernah pada satu masa aku berangan menggapai puncak menara Sultan Abdul Samad, bangunan besar nan megah yang merentang di Dataran Merdeka. Berharap sekali dapat melongok mesin pengatur waktu yang masih bersemangat berputar mengikuti pergeseran waktu, sesekali memperdengarkan dentangnya agar setiap yang mendengar tersadar meski ia bersendiri selama ratusan tahun; ia masih ada. Pun hasrat menalu tuk menikmati pergeseran detik demi detik kala kaki menjejak selangkah demi selangkah pada anak-anak tangganya. Namun, harus kusabarkan hati menanti saat untuk menapakkan kaki di dalam setiap ruangnya, menjaga agar angan tak pupus seiring berlalunya waktu. Siapa tahu aku berjodoh menjumpainya, satu hari nanti. Esok, lusa, bulan depan, tahun depan, entah kapan tetap kujaga mimpi itu.

bukit jugra, Sultan Abdul Samad, Sultan Selangor keempat, Kesultanan Selangor, History of Selangor

Pemandangan dari puncak Bukit Jugra

Hingga satu pagi ketika hasratku kututurkan padamu, wejanganmu mengalun dari sela-sela bibir yang berkomat-kamit bergantian menyeruput kopi panas yang terhidang di atas meja. Katamu, kesabaran diuji lewat perkara – perkara yang kau jumpai dalam setiap perjalanan, yang kan mengasah pikirmu dan sikapmu menjadi dewasa atau bahkan menjadi kerdil dalam pandangan. Semua itu tergantung bagaimana dirimu menyerap berita yang terhembus, menelaah bacaan yang ditawarkan pada mata dan menyaring kata lewat pendengaran. Belajarlah bersyukur atas setiap perkara yang kau jumpai dan rintangan yang harus dilalui kakimu.

Continue reading

Kala Rasa Diguling Babi Guling Bali

Tags

, , , ,


Jam makan siang belumlah terlewat namun lambung sedari tadi menjerit-jerit minta perhatian. Rasanya lapar sekali. Mungkin karena Nasi Pedas yang disentuh pada pagi hari tak memuaskannya sehingga ia sedikit riuh. Malas memikirkan pilihan makanan yang memenuhi hasrat lidah, kuiyakan saja saat Putu menawarkan mengisi lambung dengan Babi Guling di Gianyar yang menurutnya terkenal dan sedap rasanya (menurut kabar dari lidah-lidah yang pernah mampir di sana dan dihembuskan ke sana sini). Meski rekomendasi sarapan yang tak sesuai harapan; saya masih saja memberi kesempatan padanya untuk menunjukkan tempat bersantap yang enak di kampung halamannya. Terlebih merasakan reaksi lambung yang menggeliat kesenangan setelah sekian lama lama tak menikmati makanan satu itu, tunggu apalagi?

babi guling bali, babi guling gianyar, kuliner gianyar, kuliner bali

Bagiku, makan tak melulu harus ke tempat yang banyak didatangi orang sehingga harus menyiapkan waktu mengantre hanya demi satu bangku kosong yang tersedia untukmu bisa duduk dengan nyaman menikmati sajiannya. Rasa itu relatif, terkadang saat lidah si A mengecap enak, lidahku berkata biasa saja. Atau ketika si B memuji tempat kesenangannya yang ramai, aku memilih duduk di kedai sederhana yang tak riuh demi sebuah ketenangan dalam mengolah rasa.

Continue reading

Ummph! BOH ..!! Sepotong Cerita dari Secangkir Teh

Tags

, , , , , ,


Setelah sejam perjalanan yang disi dengan tidur-tidur ayam dari Kuala Lumpur, bus yang kami tumpangi mulai mengelindingkan roda-rodanya dari jalan beraspal yang lebar ke jalan perkebunan yang menyempit. Hamparan kebun teh di kanan jalan dengan rumah-rumah perkebunan berdinding putih dengan daun pintu dan jendelanya yang hijau pupus berdiri jarang-jarang di sisi kiri menyapa siang itu. Di depan sebuah bangunan, bus melambatkan lajunya sebelum berhenti.

Tan Chong Wee, BOH Tea Plantation, BOH tea, teh hitam, black tea plantation

Tan Chong Wee, sang manajer

Kami turun satu-satu disambut Tan Chong Wee yang bersegera mengajak kami melangkah ke salah satu bangunan di sana. Di depan pintu, sebelum jauh melangkah ke dalam ruangnya, ia membagi-bagikan penutup kepala berwarna putih pada yang tak mengenakan tudung kepala yang wajib dikenakan selama berada di dalam ruang itu. Saya meraih satu, dan memasangnya dengan menutupi rambut seperti saat hendak mandi. Setelah semua kepala tertutup, kami pun diajaknya melangkah ke ruang pabrik pengepakan BOH Tea Plantations Sdn Bhd yang dikepalainya.

Continue reading

Selamat Jalan Usi

Tags

, , , ,


Gimana rasanya menerima kabar kepergian orang yang kamu sayangi, dikirimkan sendiri olehnya melalui WhatsApp?
Pernahkah kamu menerima gambar diri terakhir orang yang kamu sayangi terbaring kaku di dalam kotak putih yang dihiasi kain putih berenda-renda, dikirimkan sendiri olehnya?

Lalu, bagaimana bila yang mengirimkan pesan itu adalah dirimu?

SHOCK

Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi rohMU, ke mana aku dapat lari dari hadapanMU? – [Mazmur 139:6-7]

Hujan meninggalkan jejaknya pada pucuk-pucuk rumput di sisi perhentian halte TransJakarta (TJ) Monas, berkilau ditimpa cahaya lampu kendaraan yang melintas satu-satu di sepanjang Thamrin. Sudah hampir 30 menit aku berdiri, duduk, berdiri (lagi), duduk (lagi), berdiri (lagi) dan berjalan-jalan di dalam halte tapi bus yang kunanti tak jua tampak batang hidungnya. Perhentian Monas masih terang benderang. Di depanku, beberapa calon penumpang pun masih bersetia menanti bus. Sebagian besar laki-laki, hanya aku dan seorang yang duduk-duduk di ruang sebelah dengan arah berlawanan yang perempuan. Continue reading