Advertisements

Istana Bandar Jugra

Tags

, , , , ,


Se’re se’re ji batara aule
Ati raja na ki jai pa’nganroi ri kodong
Rajale ellele kerea mino
Ati ati ati raja
Ki tarima pappala’na aule

Sedikit tahu beberapa lagu daerah yang umum didengar tak lantas membuat lidah ini pandai melafalkan lagu daerah dengan baik. Tapi ketika sayup – sayup terdengar Ati Raja yang tak asing di kuping mengalun dari belakang istana, saya penasaran ingin mencari tahu keriaan yang sedang berlangsung di dalam sana. Bergegas, saya membalikkan badan, meninggalkan Taman Larangan, mencari pintu untuk masuk ke istana.

istana bandar jugra, istana alaeddin, sultan selangor v, sejarah selangor, rentak selangor

Selamat datang di Istana Bandar Jugra

Di sebuah ruang, di belakang istana, saya menjumpai anak – anak perempuan berbaju bodo kembang – kembang. Continue reading

Advertisements

Terkenang Chow Kit di Hilton Garden Inn, Kuala Lumpur

Tags

, , ,


Satu pagi di bulan Mei ketika matahari sedang garang – garangnya, seorang perempuan menghentikan langkahnya di depan Gedung Sultan Abdul Samad. Ia merogoh kantong celana jinnya, mengeluarkan dan memeriksa gawai yang bergetar; menggelitik pangkal pahanya. Sebuah pesan baru saja masuk ke gawainya.

+ Mbak, loe dimana? Sudah boardingkah? Gw otw bandara nih.
– Dataran Merdeka, mas  😉
+ Eh buseeet, bukannya pesawat loe pk 11 ya?

Hilton Garden Inn Kuala Lumpur, Hotel di Kuala Lumpur, History of Loke Chow Kit, Pasar Chow Kit

Yakin segala sesuatunya berjalan baik – baik saja, dengan santai perempuan itu melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. Pk 09.30. Dia tak was – was sedikit pun meski otaknya segera disetel untuk berpikir; dirinya harus menggapai KLIA dalam waktu 30 menit (bila tak ingin ketinggalan pesawat!!). Caranya? ENTAH! Continue reading

Melongok Sejarah Bisnis Kerajinan Timah Royal Selangor

Tags

, , , , , , ,


Seorang pelancong dari Cina datang ke Malaysia dan mengunjungi Visitor Centre Royal Selangor. Usai berkeliling, ia bersua dengan seorang perempuan yang sedang berbagi kisah teko teh keberuntungan, salah satu koleksi museum Royal Selangor kepada pengunjung lain. Teko itu ditemukan seorang penduduk di Kajang, salah satu kota di Hulu Langat, Selangor semasa perang dunia kedua. Teko tersebut telah menyelamatkan penemunya dari timah panas yang mendesing di atas kepalanya saat ia merunduk untuk meraih teko dari tanah. Karena bentuknya menyerupai buah melon, teko itu kemudian dikenal dengan melon teapot. Satu hari, di tahun 1970, saat membawa teko yang telah menyelamatkan nyawanya ke perajin timah untuk dipoles, para perajin mengenali cap Ngeok Foh yang tertera di dasar teko. Beberapa tahun kemudian, di jelang kematiannya; melon teapot dikembalikan oleh penemunya kepada penerus Ngeok Foh.

royal selangor, visitor centre royal selangor, visit malaysia 2020, sayangi kuala lumpur

Si pelancong yang terpana dengan cerita perempuan itu, sontak berseru,”Aaaah, sekarang saya tahu, sekarang saya tahu!”
Apa yang kamu tahu?” tanya perempuan itu.
Ya .. sekarang saya tahu,” jawab si pelancong. Continue reading

Bike with Elena: Mengayuh Sepeda Menyusuri Jejak Masa yang Tersembunyi di Kuala Lumpur

Tags

, , , , ,


Kami datang satu jam lebih lambat dari janji pertemuan dengan Elena karena menunggu beberapa kawan yang perjalanannya tersendat oleh kemacetan di Senin pagi ke tempat berkumpul di Malaysia Tourism Centre (MaTiC). Matahari mulai meninggi. Agar tak berlama – lama terpapar matahari, Elena mengajak kami untuk berkumpul di seberang Kuala Lumpur City Gallery. Ia mengenalkan dirinya dan dua lelaki yang menemaninya pagi itu, Hau Young dan Kookkeong Fong a.k.a KK. Mereka bertiga akan mengawani kami berkeliling Kuala Lumpur dengan bersepeda.

bike with elena, bersepeda di kuala lumpur, obike kuala lumpur, gowes heritage

Bike with Elena ki-ka: Elena Mei Yun, Hau Young, dan Kookkeong Fong a.k.a KK

Elena Mei Yun yang senang bepergian dengan bersepeda, mengenalkan Bike with Elena dengan mengemas paket perjalanan wisata bersepeda di Kuala Lumpur dan sekitarnya sejak 2015 lalu. Untuk memudahkan pejalan, Elena juga menyediakan sepeda untuk dipinjamkan.

Continue reading

Cerita Secangkir Kopi Susu dari Pantai Makassar

Tags

, , , , ,


Tak banyak yang mampir ke Warkop Elim selama saya duduk menyeruput secangkir kopi susu yang disajikan Nenek Lanny, pemilik kedai pagi itu. Kedai sederhana yang dibuka di lantai bawah rumah tua peninggalan orang tua Nenek Lanny yang terjepit di antara bangunan hotel, rumah toko, dan kedai kopi kekinian di Jl Pasar Ikan, Makassar. Di rumah yang merangkap tempat usaha itu, perempuan bertubuh kecil dengan badan yang mulai bungkuk itu tinggal sendirian.

warkop elim, kedai kopi tradisional, coffeeshop di makassar

Menurut Nenek Lanny, duluuu .. sewaktu dirinya masih remaja, di kedai yang mulai menyempit itu, ayahnya yang pandai memasak; membuka rumah makan. Pengunjungnya ramai. Usaha sang ayah terus berkembang sehingga mereka pun harus mempekerjakan beberapa orang karyawan untuk membantu pekerjaan sehari – hari. Continue reading

Kabar Baik dari Tepi Kota

Tags

, , , ,


Pada awal 1930, di Toraja, ditemukan banyak penderita kusta serta warga masyarakat yang menunjukkan gejala penyakit kusta. Belum adanya tempat perawatan khusus untuk penderita kusta membuat Dr S.P.J. Esser – dokter misionaris yang bertugas di Toraja saat itu – menerima mereka untuk berobat dan dirawat di Elim satu – satunya rumah sakit di Rantepao pada masa itu. Kehadiran mereka membuat orang enggan untuk datang berobat karena takut tertular meski dokter Esser memmisahkan mereka dengan membuatkan paviliun khusus kusta di samping rumah sakit. Melihat bertambah banyaknya warga yang terkena penyakit kusta, J.J.J. Goslinga, dokter misionaris Belanda yang menggantikan dokter Esser, mendesak pemerintah Hindia Belanda untuk memperhatikan masalah serius ini. Sebuah pusat perawatan kusta kemudian dibangun di pinggir kota, di atas tanah milik gereja di Batulelleng.

pusat perawatan kusta batulelleng, leprosy treatment, batulelleng, penyakit kusta, endemik lepra

Rumah – rumah berbentuk tongkonan yang dibangun pada awal 1930 oleh Belanda di Pusat Perawatan Kusta Batulelleng

Eh, kenapa saya tak ingat mengajak kamu ikut ibadah di Batulelleng, ya? Kemarin, saya pimpin ibadah tahun baru di sana.”

Continue reading

5 Tempat Happening di Lolai, Toraja

Tags

, , , , , ,


Toraja masih menjadi destinasi penasaran bagi sebagian besar pejalan, terlebih mereka yang menaruh minat pada sejarah dan budaya. Namun, kepenasaranan itu mengalami sedikit pergeseran dengan munculnya keriaan di dunia pariwisata Toraja pada pertengahan 2016 lalu. Sebagian besar pejalan rasanya mubazir sudah menguras tabungan dan waktu, jauh – jauh ke Toraja bila tak merasakan terkantuk – kantuk bangun di pagi buta dan bergerak dengan kendaraan melewati jalanan yang gelap dan berkelok – kelok demi bergambar dengan .. AWAN!

pong torra lolai, tempat hits di lolai toraja, lolai di atas awan

Biar nggak bertemu awan, asal dengan Dilan nikmati saja 😉

Adalah Lolai, Negeri di Atas Awan di Toraja yang menjadi daya tarik wisata Toraja saat ini. Berada di ketinggian 1300 mdpl, Lolai dapat dijangkau dari Rantepao, ibukota Toraja Utara dengan berkendara sejauh 12 km selama 30 – 45 menit. Pada musim liburan, di akhir pekan, dan di pagi hari; suasananya serupa pejalan yang tumpah di jalan menuju kawah Bromo. Waktu tempuh perjalanan ke Lolai tergantung kepadatan arus lalu lintas pengunjung Lolai dan kepiawaian pengemudi. Continue reading

Borok di Kaki Yesus yang Memberkati Toraja

Tags

, , ,


Promosi Rafly, sopir yang menjemput kami di Bandara Hasanuddin, Makassar, tentang kehadiran jembatan kaca di pelataran Patung Yesus Memberkati di Buntu Burake menggoda kami untuk memintanya membelokkan kendaraan ke Buntu Burake sesaat setelah kendaraan kami memasuki Toraja. Dalam perjalanan menanjak ke puncak bukit, saya mulai membayangkan rupa jembatan kaca yang digambarkan oleh Rafly -berdasarkan berita yang banyak beredar- akan menyerupai Zhangjiajie Skywalk di Hunan, Cina.

Buntu Burake, Patung Yesus Memberkati, Patung Yesus Toraja

Ide pembangunan patung Yesus Memberkati datang dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menyusul kehadiran salib raksasa di Bukit Singki’, Rantepao, Toraja Utara, yang diresmikan pada Desember 2012 lalu. Destinasi wisata religi Patung Yesus Memberkati berada di ketinggian 1500 mdpl dan mulai dibuka untuk umum pada pertengahan 2015. Patung setinggi 40 meter yang berdiri di puncak bukit adalah hasil karya permatung asal Bantul, Yogyakarta; Hardo Wardoyo Suarto.

Continue reading

Di Gang Kecil itu, Kami Berkenalan dengan Wong Fu Kie

Tags

, , , ,


Kegiatan apa yang menyenangkan dilakukan jelang imlek? Kuliner ibab! *ngiiik*

Dulu setiap menjelang imlek saya rajin bermain ke kawasan pecinan Jakarta di Glodok. Kalau tak menemani kawan keluar masuk kelenteng melihat kegiatan menjelang tahun baru Cina, seringnya demi mengurai kangen pada makanan berlemak yang haram tapi enak itu. Kadang pula sebersit hasrat pada sebatang es potong rasa ketan item yang dijual abang – abang di mulut gang Petak Sembilan-lah yang mengantarkan langkah keluar masuk gang di Glodok.

wong fu kie, restoran haka tertua di Jakarta, Mun Kiaw Mien, Wong San Fumak

Semua berawal dari mulut gang ini

Inipun kembali terjadi seminggu yang lalu. Salahkan Ghana yang sengaja memasang gambar makanan di akun IGnya, sehingga timbul keinginan yang sangat kuat pada Mun Kiaw Mien. Penasaran, saya mengirimkan pesan kepada Ghana agar dia memberi sedikit keterangan tambahan posisi tempat kejadian perkara (TKP). Setelahnya, mencari tahu siapa kira – kira yang waktunya bisa dibajak untuk diajak berkenalan dengan Min Kiaw Mien.

Continue reading

Sarapan Mie Sedap di Sabang

Tags

, , , , ,


Thomas Kurniawan tak terusik sedikit pun pagi itu ketika saya muncul di dapurnya. Dirinya terus saja mengaduk mie di dalam wajan besar di hadapannya agar tak gosong. Ada banyak pesanan mie untuk dibungkus dan dibawa pulang pagi itu. Empat lelaki yang membantunya di dapur pun terlihat sibuk. Ada yang mencuci mie, membantu menuangkan mie ke dalam wajan, meracik pesanan ke dalam piring, ada pula yang bertugas menerima, membungkus serta mengantarkan pesanan ke meja – meja di depan dapur. Mereka hanya melemparkan senyum dan membiarkan saya berkeliling di dapur sederhana itu. Tak jauh dari kompor, ada rak penyimpanan mie buatan sendiri. Di sampung dapur ada ruang makan yang difungsikan pula sebagai ruang kerja. Deretan foto – foto leluhur di salah satu bagian dindingnya menandakan ruang itu juga sebagai ruang sembahyang.

Continue reading