Advertisements

Mengenang Sang Maestro di Museum WR Soepratman

Tags

, , , ,


Makam Wage adalah taman peristirahatan ketiga yang saya kunjungi siang itu setelah mengikuti peringatan 77 Tahun Berakhirnya Perang Laut Jawa di Ereveld Kembang Kuning, Surabaya. Di perjalanan pulang mencari makan siang ke tengah kota, saya menyempatkan mampir ke makam Yahudi dan makam Dr. Soetomo. Sejak di makam Yahudi, pak Charles yang menemani berjalan dari pagi memilih untuk berteduh di mobil. Ada saja alasan yang dikemukakan meski tawaran untuk ikut masuk ke tempat peristirahatan hanya iseng. Mau ikut hayuk, tak ikut pun tak jadi soal. Sekadar ingin tahu reaksinya. Maka ketika ajakan ikut masuk ke pelataran peristirahatan Wage ditolak halus, saya hanya senyum – senyum saja.

Makam WR Soepratman, pencipta lagu Indonesia Raya, WR Soepratman

Makam WR Soepratman di Surabaya

Ini kali ketiga saya bertandang ke tempat peristirahatan Mas Wage. Enam tahun setelah kunjungan terakhir. Jalan di depan sudah bersih, tak tampak lagi angkot yang ngetem di sekitar komplek makam. Pun becak yang dulu suka diparkir di atas trotoar sudah hilang. Abang – abang tukang parkir, sopir angkot, dan tukang becak yang dulu ramai bercengkerama sembari ngopi di bawah pohon di depan gerbang makam pun sudah berpindah tempat tongkrongan. Senang melihat pedestrian Surabaya bersih seperti ini. Tak sia – sialah Tri Rismaharini, Walikota Surabaya rajin turun ke jalan membersihkan jalur pedestrian untuk mengembalikan kenyamanan pejalan kaki. Salut! Continue reading

Advertisements

Mengamati – amati Bumi Manusia

Tags

, , , , , ,


Apa yang kamu harapkan dari sebuah film yang diadaptasi dari buku karya sastrawan besar yang menuai banyak hujatan ketika rumah produksi yang akan menggarap film tersebut menentukan aktor yang akan menjadi tokoh utamanya? Sebuah film yang hadirkan kontroversi antara netizen garis keras pecinta buku sastra karya Pramoedya Ananta Toer (Pram) dan penggemar Iqbal, salah satu bintang utama film tersebut di media sosial sebelum film diproduksi? Apa yang ada di pikiranmu tentang Bumi Manusia, film yang gala premier-nya sangat wah, mengalahkan ajang festival film terbesar di Indonesia, FFI!?

poster film bumi manusia, review film bumi manusia, pemeran film bumi manusia, pramoedya ananta toer

Ulasan ini dibuat berdasarkan pengamatan seorang pembaca buku Pram yang membebaskan pikiran dari isi buku Bumi Manusia yang sudah dilahapnya bertahun – tahun lalu sebelum melangkah ke dalam studio. Tak mudah, tapi cara itulah yang harus dilakukan agar bisa melihat dan menangkap pesan – pesan penggarap film yang bertajuk sama dengan bukunya, Bumi Manusia. Continue reading

Solilokui Kamar 1011

Tags

, , , ,


Aku tiba di Klang, the Royal Town, julukan bagi kota yang pernah menjadi ibukota Selangor dan tempat kediaman Sultan Selangor pagi tadi. Kota yang pernah kuceritakan sangat ingin kudatangi beberapa tahun lalu ketika kita masih bisa bercanda tanpa ada rasa saling curiga.

premiere hotel klang, rekomendasi hotel di selangor, hotel terbaik di klang

Welcome drink

Seperti yang ada di benakku selama ini, kotanya tertata rapi. Di pinggir – pinggir jalan yang kulewati seharian tadi, rumah – rumah berdiri dengan tertib. Dan dari ketinggian, di depan jendela kamar tidurku yang berada di lantai 10, deretan atap rumah yang apik itu tampak indah terpapar sinar matahari senja yang pelan – pelan beranjak ke barat. Tak bisa dipungkiri keapikan Klang salah satu yang diwariskan Opa Frank Swettenham. Hasil jerih lelah dan sabarnya menata kota – kota di bawah pengawasannya ketika menjadi Residen Jenderal Federasi Melayu dan dipercaya sebagai warga penasihat Selangor. Continue reading

7 Tempat Bermain yang Bikin Betah di 1 Utama Shopping Centre

Tags

, , , , , , ,


Tiga bulan lalu ketika dua orang kawan berjalan pamit bermain ke 1 Utama Shopping Centre sebelum beranjak ke bandar udara internasional Kuala Lumpur (KLIA), dalam hati saya bertanya, koq 1 Utama? Kenapa tidak ke Kuala Lumpur City Center (KLCC), destinasi impian yang pasti dilirik pejalan – meski sekadar bergambar di depan menara kembar atau cuci mata di mal – saat datang ke Malaysia? Kebetulan, siang itu saya hendak ke KLCC bersua kawan. Lumayan kan bisa berbagi ongkos Grabcar? 😉

1 utama shopping centre, camp5, indoor rock climbing

Salah satu dinding tempat latihan memanjat di Camp5

Kami mau rock climbing. Sampai jumpa di KLIA, mbak.” Mendengar jawaban mereka sebelum kabur masuk taksi daring yang menjemput di lobi hotel, saya senyum – senyum melihat keriaan mereka. Juga sedikit penasaran. Waktu menuju bandara sisa tiga jam, tapi mereka memilih untuk pergi memanjat batu ke mal!! Continue reading

Lebih Dekat dengan The Royal Town, Klang

Tags

, , , , , , ,


Secangkir kopi hitam baru saja diantarkan ke meja. Kopi itu dipilihkan Lesley Lee, kawan berjalan yang tinggal di Klang. ”Olive, you should try their coffee. First you are taste it, it will stay for last”, katanya saat kami baru saja memilih meja kosong di antara meja – meja yang  telah penuh terisi untuk duduk di Chong Kok Kopitiam. Ini kali kedua kami bersua setelah sebelumnya di akhir April lalu, kami menikmati perjalanan bersama di Negeri Sembilan. Di meja pualam bundar yang berada di tengah kedai itu kemudian bergabung Robert Lee, suami Lesley dan Phil disusul Dhani dari MQTV juga Lily Riani, blogger Malaysia.

chong kok kopitiam, kopi klang, royal town klang, eat travel write, legend coffee in klang

Sebagai penikmat kopi yang paginya tak selalu bergantung pada secangkir kopi, ketika bertandang ke kedai kopi legendaris di satu kota; wajib hukumnya untuk mencoba secangkir kopi pilihan di kedai itu. Karena tak suka yang manis – manis saya pun memesan kopi hitam, panas. Cangkir – cangkir berisi kopi lainnya tersaji di meja. Datang bersama roti bakar dengan selai kaya dan butter yang sengaja dipesan Lesley dan Phil untuk dinikmati bersama – sama, juga beberapa potong penganan tradisional yang disediakan  untuk dikudap. Continue reading

Dilema Turisme Massal vs Mentalitas Tenti Anak – anak di Sapa

Tags

, , , , , , ,


Tenti! kata yang akrab di kuping saat berada di Sapa. Kata yang akan terlontar dari mulut bayi yang baru mulai belajar bicara hingga perempuan setengah baya yang dijumpai di perjalanan ketika mereka tersadar dijadikan obyek gambar. Tenti! kata yang meluncur dari mulut seorang anak perempuan yang sebelumnya saya ajak bermain (dan bergambar tentunya haha) di Cat Cat Village. Dibisikkan oleh seorang perempuan dewasa – ibu dari anak perempuan itu – yang duduk bersembunyi di balik pohon tak jauh dari tempat anaknya bermain lewat bahasa isyarat serupa suara burung hantu. Ketika siulan burung hantu terdengar, kata tenti pun akan meluncur dari mulut si anak.

hmong kids, ethnic hmong, suku minoritas sapa, cat cat village, perjalanan ke sapa

Saya mengunjungi Cat Cat (baca: kat kat) Village – kampung etnis Black Hmong, salah satu etnis minoritas yang tinggal di lembah Muong Hoa, Sapa, Lao Cai, Vietnam bagian utara yang berada dekat dengan daratan Tiongkok – di jelang sore pada hari pertama di Sapa. Cat Cat telah dikelola menjadi kampung wisata ekoturisme dan jadi destinasi favorit bagi pejalan karena letaknya tak jauh dari pusat kota Sapa. Continue reading

5 Penginapan Pilihan yang Nyaman di Negeri Sembilan

Tags

, , , , , , ,


Mendengar (dan membaca) cerita perjalanan ke Negeri Sembilan, Malaysia beberapa waktu lalu, beberapa kawan – baik yang di Indonesia maupun yang di Malaysia tapi belum sempat ke Negeri Sembilan – penasaran. Apakah Negeri Sembilan destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi? Jauh gak dari Kuala Lumpur? Bagaimana dengan transportasi ke sana? Nginapnya dimana?

klana resort, hotel di negeri sembilan, penginapan di negeri sembilan, hotel di port dickson

Bagi warga Kuala Lumpur, mengunjungi Negeri Sembilan jadi tujuan berlibur ketika hendak menikmati pantai tanpa harus pergi jauh dari rumah. Karena salah satu pantai tercantik di Malaysia ada di Negeri Sembilan, tepatnya di Port Dickson (di keseharian, orang Malaysia biasa menyingkatnya PD). Tak perlu jauh – jauh ke Terengganu. Langkawi, atau Sabah. Cukup satu jam melajukan kendaraan dari Kuala Lumpur di jalan bebas hambatan. Bila tak ada kendaraan pribadi, naik bus dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS) atau Kereta Tanah Melayu (KTM) dari KL Sentral dan turun di Stasiun Seremban jadi alternatif pilihan. Sesampai di Seremban, pesanlah taksi daring melalui aplikasi GrabId untuk berkeliling. Continue reading

Beralasan ke Sai Gon

Tags

, , , , , ,


Pagi datang sedikit murung. Serupa wajah masam perempuan yang terbangun karena angin dari pendingin ruangan tiba – tiba menampar mukanya. Dilihatnya lelaki berkulit putih, satu – satunya makhluk yang tidur tak jauh darinya masih meringkuk dalam selimut biru di seberang bangkunya. Diliriknya tanda waktu di pergelangan tangan kanan, pk 05.30. Penerbangannya masih 2 (dua) jam lagi. Dan dia baru lelap 2 (dua) jam setelah berpindah tidur ke ruangan ini pk 03.00 usai menikmati setangkup roti di restoran cepat saji yang buka 24 jam karena kelaparan. Sewaktu ia datang ruangan hanya diisi sepasang pejalan berkulit putih yang masih asik berbincang di lantai dekat toilet, dua lelaki berkulit putih lainnya menguasai bangku tak jauh dari pintu keluar keberangkatan, lalu seorang perempuan yang juga berkulit putih yang menyusul turun di belakangnya, serta dua lelaki bermuka Jawa berbahasa asing yang hilir mudik seperti setrika di depan kedai kopi. Oh, dan lelaki itu. Ia iri padanya yang lelap sedari dirinya memilih tidur di bangku ini.

vietnam airlines, vietnam now, flying to vietnam, boat people

Vietnam Airlines, bukan pesawat yang ditumpanginya 😉

Siapa yang mengutak – atik pendingin ruangan sehingga arah anginnya berputar 180 derajat jika semua yang ada di ruangan ini masih bersidekap di bangku yang dijadikan tempat tidur? Continue reading

Jelajah Negeri Sembilan Susuri Jejak Pagaruyung

Tags

, , , , , ,


Bus yang saya tumpangi dari Kuala Lumpur pagi itu baru saja memasuki kota Seremban, ibu kota Negeri Sembilan ketika sebuah pesan membuat layar gawai di tangan berkedip – kedip.

Negeri Sembilan? Kampung mana lagi itu?

Tanya penasaran seorang kawan membalas pesan di WhatsApp ketika diberitahu keberadaan saya hari itu. Mungkin (memang) tak banyak yang tahu tentang negeri satu ini meski jaraknya hanya satu jam berkendara dari KLIA, bandar udara internasional Kuala Lumpur. Namanya pun mungkin terdengar asing, tak seperti tetangganya Johor, Malaka, atau Pulau Pinang yang lebih akrab di kuping para pejalan karena lebih sering disebut – sebut. Meski begitu, negeri ini telah memikat hati sejak menjejak di Bukit Gajah Mati, Port Dickson enam tahun lalu.

sejarah minangkabau di malaysia, galeri diraja tuanku ja'afar, museum di negeri sembilan, yang dipertuan agung malaysia, yang dipertuan besar negeri sembilan

Apa yang ada pada Negeri Sembilan yang membuat hatimu terpikat? Continue reading

Kawan Berjalan

Tags

, , ,


Dulu sekali seorang kawan pernah menyarankan begini, ”Lip, kalau kamu ingin tahu karakter asli kawanmu, lakukanlah perjalanan bersama.” Perjalanan dapat menguak rahasia – rahasia kecil yang biasanya ditutupi di keseharian. Dan semua itu bisa muncul ke permukaan karena dipicu oleh perkara sepele dan kejadian – kejadian tak terduga yang dijumpai di perjalanan.

millennium monument, harga villa, tempat wisata putrajaya

Saya memiliki teman – teman berjalan yang dipertemukan dari beberapa perjalanan, lalu kemudian menjadi dekat, dan membentuk kelompok berjalan sendiri. Di antara teman – teman ini ada yang di keseharian terlihat sangat dewasa tapi ketika berjalan bersama – sama berubah kolokan dan selalu minta diperhatikan. Ada pula yang serupa ibu yang penuh perhatian menyiapkan perbekalan, senang memasak untuk dinikmati bersama – sama, dan lain – lain. Continue reading