Memupuk Harapan bersama Rumah Harapan Indonesia

rumah harapan indonesia, adik dampingan di rhi, galang dana untuk rhi, sakit jantung bawaan pada anak

Kak, sini aku fotoin. Senyum, ya!

Belum lagi dijawab, kamera yang tadinya tergeletak di sofa sudah berpindah ke pelukannya. Saya meraih tali kamera, berjaga – jaga jika terjatuh, tak sampai tergeletak dan guling – guling ke lantai. Meski tampak kesulitan menempatkan jari – jari kecilnya yang pendek – pendek pada badan kamera; dirinya tak menyerah hingga terdengar salakan shutter berulang.

rumah harapan indonesia, adik dampingan di rhi, galang dana untuk rhi, sakit jantung bawaan pada anak

Eh, Neng! Itu lensanya belum dibukaaa!
Oh iya. Ia menyeringai, mempertontonkan gigi coklatnya. Kakak lihat dululah hasilnya. Continue reading “Memupuk Harapan bersama Rumah Harapan Indonesia”

Kawan Berjalan

harga villa, sewa villa di bali, villa di bali, villa di bandung

Dulu sekali seorang kawan pernah menyarankan begini, ”Lip, kalau kamu ingin tahu karakter asli kawanmu, lakukanlah perjalanan bersama.” Perjalanan dapat menguak rahasia – rahasia kecil yang biasanya ditutupi di keseharian. Dan semua itu bisa muncul ke permukaan karena dipicu oleh perkara sepele dan kejadian – kejadian tak terduga yang dijumpai di perjalanan.

millennium monument, harga villa, tempat wisata putrajaya

Saya memiliki teman – teman berjalan yang dipertemukan dari beberapa perjalanan, lalu kemudian menjadi dekat, dan membentuk kelompok berjalan sendiri. Di antara teman – teman ini ada yang di keseharian terlihat sangat dewasa tapi ketika berjalan bersama – sama berubah kolokan dan selalu minta diperhatikan. Ada pula yang serupa ibu yang penuh perhatian menyiapkan perbekalan, senang memasak untuk dinikmati bersama – sama, dan lain – lain. Continue reading “Kawan Berjalan”

Padzilah Enda Sulaiman, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Menjadi Pengusaha Berkat Kesabaran Berinovasi dengan Mukena

padzilah enda sulaiman, telekung siti khadijah, mukena premium, pengusaha mukena, mukena yang nyaman

Bunyi sirene yang kencang menghentikan langkah saya di depan pintu kaca berbingkai merah yang sudah terdorong sedikit. Munzir, lelaki yang berjalan di depan saya pun turut diam. Jangan – jangan pintu ini dipasangi alarm yang otomatis berteriak ketika disentuh, kode bagi mereka yang berada dalam ruang di belakangnya untuk bersiap kedatangan tamu.

telekung siti khadijah, memilih mukena yang nyaman

Pk 04 petang ni, orang tu rehat satu jam-lah.

Tiga perempuan berhijab dan berbaju kurung Melayu yang berpapasan dengan kami di depan pintu memberi jawab pada Munzir. Rupanya kami datang bertepatan dengan waktu istirahat. Tapi tak apa, kami boleh masuk karena lelaki yang mengajak kami mengunjungi ruang berpintu kaca dengan bingkai merah itu salah seorang penting di sini. Maka di Jumat pertama di jelang petang pada bulan April 2019 kunjungan ke pabrik telekung (= selanjutnya akan disebut mukena, bhs. Indonesia) nomor satu di Malaysia pun dimulai dengan dipandu Mohammad Munzir Aminuddin, Chief Executive Officer, Siti Khadijah Holding Sdn Bhd. Continue reading “Padzilah Enda Sulaiman, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Menjadi Pengusaha Berkat Kesabaran Berinovasi dengan Mukena”

Memulihkan Skizofrenia dengan Kasih lewat Terapi Psikoreligius

skizofrenia, depresi, pengobatan gangguan jiwa, orang dengan skizofrenia

Pk 12.30. Ibadah siang baru saja usai. Andri bergegas keluar dari ruangan. Di ruang tunggu, sebuah bangunan serba guna, Gisel, puterinya, telah menanti bersama bibinya, kakak ipar Andri.

skizofrenia, depresi, pengobatan gangguan jiwa, orang dengan skizofrenia

Gisel dengan telaten membukakan bekal makan siang dari sebuah gerai cepat saji yang ia bawakan untuk ayahnya. Berdua, mereka duduk berhadapan di lantai. Andri makan dengan lahap potongan ayam di tangannya sembari menyimak cerita yang keluar dari mulut puterinya. Matanya menatap lekat – lekat wajah puterinya. Sesekali, di sela mengunyah makanannya, ia memotong cerita Gisel dengan pertanyaan. Melihat keakraban ayah anak itu, tak terbayang betapa banyak sabar yang mereka kerahkan bersama sepanjang melewati masa – masa sukar hingga hari ini. Continue reading “Memulihkan Skizofrenia dengan Kasih lewat Terapi Psikoreligius”

Remembrance Day, Mengenang Mereka yang Mendahului

Jakarta War Cemetery, Commonwealth War Graves, Remembrance Day, Lois Blog Contest, Lois Indonesia

they shall not grow old, as we that are left grow old
age shall not weary them, nor the years condemn
at the going down of the sun and in the morning
we will remember them

Pernah membaca atau minimal mendengar sebait puisi di atas?

Jakarta War Cemetery, Commonwealth War Graves, Remembrance Day, Lois Blog Contest, Lois Indonesia

For The Fallen, ode yang ditulis oleh Robert Laurence Binyon dua minggu setelah benturan pertama pasukan Inggris dan Jerman terjadi di Mons usai pernyataan perang Inggris terhadap Jerman yang dikeluarkan pada 4 Agustus 1914; tanggal keramat yang menandai pecahnya perang dunia pertama (PD 1).

Beberapa jurnalis kadang keliru ketika mengutip potongan puisi di atas dalam tulisan mereka sebagai bagian dari In Flanders Field, puisi yang ditulis oleh John McCrae.

Baik For The Fallen maupun In Flanders Field, adalah puisi yang ditulis semasa PD 1, melekat dalam benak setiap orang yang terseret ke dalam emosi lewat rangkaian kata dalam puisi yang menyentuh ketika  mengenang mereka yang pergi semasa perang.

Lalu, dimana letak perbedaanya? Continue reading “Remembrance Day, Mengenang Mereka yang Mendahului”

Kabar Baik dari Tepi Kota

gereja tua, zendeling toraja, pusat perawatan kusta batulelleng, leprosy treatment

Pada awal 1930, di Toraja, ditemukan banyak penderita kusta serta warga masyarakat yang menunjukkan gejala penyakit kusta. Belum adanya tempat perawatan khusus untuk penderita kusta membuat Dr S.P.J. Esser – dokter misionaris yang bertugas di Toraja saat itu – menerima mereka untuk berobat dan dirawat di Elim satu – satunya rumah sakit di Rantepao pada masa itu. Kehadiran mereka membuat orang enggan untuk datang berobat karena takut tertular meski dokter Esser memmisahkan mereka dengan membuatkan paviliun khusus kusta di samping rumah sakit. Melihat bertambah banyaknya warga yang terkena penyakit kusta, J.J.J. Goslinga, dokter misionaris Belanda yang menggantikan dokter Esser, mendesak pemerintah Hindia Belanda untuk memperhatikan masalah serius ini. Sebuah pusat perawatan kusta kemudian dibangun di pinggir kota, di atas tanah milik gereja di Batulelleng.

pusat perawatan kusta batulelleng, leprosy treatment, batulelleng, penyakit kusta, endemik lepra
Rumah – rumah berbentuk tongkonan yang dibangun pada awal 1930 oleh Belanda di Pusat Perawatan Kusta Batulelleng

Eh, kenapa saya tak ingat mengajak kamu ikut ibadah di Batulelleng, ya? Kemarin, saya pimpin ibadah tahun baru di sana.”

Continue reading “Kabar Baik dari Tepi Kota”

Borok di Kaki Yesus yang Memberkati Toraja

Buntu Burake, Patung Yesus Memberkati, Patung Yesus Toraja

Promosi Rafly, sopir yang menjemput kami di Bandara Hasanuddin, Makassar, tentang kehadiran jembatan kaca di pelataran Patung Yesus Memberkati di Buntu Burake menggoda kami untuk memintanya membelokkan kendaraan ke Buntu Burake sesaat setelah kendaraan kami memasuki Toraja. Dalam perjalanan menanjak ke puncak bukit, saya mulai membayangkan rupa jembatan kaca yang digambarkan oleh Rafly -berdasarkan berita yang banyak beredar- akan menyerupai Zhangjiajie Skywalk di Hunan, Cina.

Buntu Burake, Patung Yesus Memberkati, Patung Yesus Toraja

Ide pembangunan patung Yesus Memberkati datang dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menyusul kehadiran salib raksasa di Bukit Singki’, Rantepao, Toraja Utara, yang diresmikan pada Desember 2012 lalu. Destinasi wisata religi Patung Yesus Memberkati berada di ketinggian 1500 mdpl dan mulai dibuka untuk umum pada pertengahan 2015. Patung setinggi 40 meter yang berdiri di puncak bukit adalah hasil karya permatung asal Bantul, Yogyakarta; Hardo Wardoyo Suarto.

Continue reading “Borok di Kaki Yesus yang Memberkati Toraja”

Menuju Indonesia Satu Nomor Identitas, Segera Daftarkan Nomor Simcardmu

registrasi kartu seluler, registrasi kartu prabayar, kegagalan registrasi kartu

Kebijakan pemerintah lewat Kementerian Kominfo yang mewajibkan pengguna telepon seluler untuk mendaftarkan kembali nomor kartu seluler prabayar, menggelitik kesadaran sebagian besar masyarakat Indonesia yang selama ini tak peduli dengan dokumen kependudukannya. Hal ini dikemukakan oleh Zudan Arif Fakrulloh, Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri di diskusi media Forum Merdeka Barat 9: Kontroversi Registrasi Simcard (Aman, Nyaman, dan Menguntungkan Siapa?) yang diadakan oleh Kominfo pada Selasa (07/11/2017) lalu. Lebih lanjut Zudan memaparkan, selama ini data kependudukan tersebut sudah digunakan masyarakat untuk mengisi data di banyak tempat misal mengajukan pinjaman di bank, pembuatan dokumen perjalanan, asuransi, dan sebagainya. Namun, masyarakat yang abai, dibuat resah oleh beberapa pihak yang menggunakan kesempatan ini untuk memelintir kebijakan tersebut yang mengait – ngaitkannya dengan isu politik.
registrasi kartu seluler, registrasi kartu prabayar, kegagalan registrasi kartu Continue reading “Menuju Indonesia Satu Nomor Identitas, Segera Daftarkan Nomor Simcardmu”

Menjenguk To Makula’

to makula, jenazah orang toraja, rambu solo, upacara adat toraja

Saya mengakrabi senyum perempuan yang menyambut kedatangan saya di depan rumah itu. Senyum yang berusaha saya ingat – ingat, dimana dan kapan pernah mengakrabinya, hingga pertanyaan iseng itu pun meluncur.

Ibu pernah diwawancara National Geographic, ya?”
Haha .. iya, koq tahu?
Saya ikut mengerjakan proyek itu beberapa bulan lalu. Tugas saya menyimak obrolan ibu dan menerjemahkan hasil wawancaranya.

Ah, saya ingat sekarang. Kenapa senyum itu tak asing. Pada tiga video yang masing – masing berdurasi satu jam, senyum malu – malu si ibu dan wajah tegang suaminya selalu hadir, menemani selama beberapa hari berkutat dengannya. Karenanya, senyum itu lekat di memori. Continue reading “Menjenguk To Makula’”

Khitanan Ceria Ala Rumil

khitanan, sunatan, sunat massal, khitanan ceria rumil, rumah ilmu, rumil

Tak semua orang bisa tenang – tenang saja ketika melihat jarum suntik, terlebih bila anggota tubuhnyalah yang akan menjadi sasaran si jarum suntik. Sugesti terhadap perkakas dokter itu pulalah yang menghadirkan ketegangan di wajah beberapa anak lelaki bersarung yang duduk – duduk di tikar, di pekarangan belakang pendopo Rumah Ilmu (Rumil). Ada yang menikmati hiburan yang disajikan dari panggung terbuka, ada yang berusaha terlihat tenang meski sarungnya terlihat berdebar – debar menahan getar tubuh pemakainya. Ada pula yang tak dapat menahan kucuran air mata yang terus saja menganak sungai di pipinya.

khitanan, sunatan, sunat massal, khitan ceria rumil, rumah ilmu, rumil
Foto dulu sebelum sunat

Jarum suntik itu belum sedikit pun menyentuh tubuhnya, tapi ketegangan demi ketegangan tampak jelas di wajah Putra (5) yang siap menyongsong usia akil balig. Ketika diajak bercanda, susah payah dihadirkannya senyum di bibirnya. Ia beberapa kali terlihat mengusap wajahnya dengan kedua tapak tangannya saat kupingnya menangkap teriakan – teriakan dari belakang punggungnya. Ia pun beberapa kali mengganti posisi duduknya, berusaha bercanda dengan kawan yang duduk di kiri kanannya yang juga sama – sama tegang menunggu nomor urut dan nama mereka dipanggil.

Continue reading “Khitanan Ceria Ala Rumil”