Advertisements

Bila Tarra Pergi

Tags

, , ,


Air mata langit menetes satu – satu di jelang senja. Di hari terakhir pada akhir pekan terakhir di bulan keempat. Kusapa ia dengan senyum sepenuh rindu setelah bertahun – hmm .. dua puluh tahun lebih – tak pernah lagi kujejakkan langkah di pelataran passiliran. Mungkin rindu yang telah mengakar membuatnya tak sanggup meredam terjangan air dari pelupuk matanya. Kucoba mereka – reka rasanya dari pandangan sayu yang kuterima senja itu. Mata kami beradu. Langit memalingkan wajahnya, tergesa ditutupinya wajah murung itu dengan selendang kelabu.

passilaran, baby grave, makam bayi toraja

Tarra

Ada apa dengan senja? Kenapa langit bersedih? Bukankah seharusnya mereka riang melihatku kembali ke passiliran? Atau … jangan – jangan perilaku aneh mereka ada hubungannya dengan Tarra?

Continue reading

Advertisements

The Kabin: Vancouver, Tempat Pelarian yang Menyenangkan

Tags

, , , ,


Saya kembali ke Vancouver malam itu saat purnama mencapai puncaknya. Ia mengintip malu – malu dari sela – sela daun pepohonan  yang tumbuh di samping kabin. Bersyukur sekali saya mendapatkan kabin yang menghadap ke kolam renang. Cukup duduk – duduk di teras, saya bisa menikmati purnama memendarkan warna keperakan saat mencumbu air di permukaan kolam renang itu. Pun bila pagi datang dan menggeliat di lantai teras, pijar keemasannya membuat daun – daun pohon melonjak kegirangan. Keanggunan purnama yang memesona mengalihkan kerinduan badan pada kucuran air panas yang jatuh dari pancuran. Segala lelah setelah seharian berada di luar ruang perlahan susut. Lelehan keringat yang tadi tiada henti mengalir, telah mengering dan lengket pada badan. Saya masih enggan untuk beranjak dari teras. Namun, angin menusuk dari pantai di belakang kabinlah yang akhirnya memaksa diri masuk kamar dan mandi.

the kabin selangor, hotel di selangor, hotel kontainer, rentak selangor

View dari teras Vancouver

Di Vancouver, terdapat 2 (dua) buah ranjang susun yang saya tempati bertiga dengan Emily dan Suci selama 2 (dua) malam saat mengikuti kegiatan #RentakSelangor kedua pada awal Maret lalu. Vancouver adalah nama salah satu kabin/kontener yang telah dimodifikasi menjadi kamar yang nyaman untuk ditempati beristirahat di The Kabin, Kuala Selangor.

Continue reading

Keliling Kuala Lumpur dengan Helikopter

Tags

, , , ,


Semasa kecil dulu saya tak bosan – bosannya kagum acap kali ada helikopter mendarat di lapangan bola di depan rumah. Bahkan kalau mendaratnya di lapangan lain, yang tak terlalu jauh dari rumah; saya dengan senang hati akan berlari menuju lapangan itu demi melihatnya mendarat dan rela menunggu di balik pagar hingga ia beranjak pergi. Kehadiran helikopter di kota kecil tempat saya lahir menjadi salah satu hiburan dan tontonan yang menarik. Tak jarang, bila lapangan tempatnya mendarat dilapisi dengan pasir, maka saat pulang ke rumah, kepala pun penuh dengan pasir, potongan rumput, dan tanah yang terkena hempasan angin baling – baling helikopter.

ascend skytour, wisata udara malaysia, naik helikopter di kuala lumpur

Saya tak terlalu suka ketinggian. Ketinggian kadang membuat kaki gemetar. Tapi saya juga menyimpan rasa penasaran, bagaimana rasanya berada di ketinggian, duduk di dalam kokpit helikopter?

Continue reading

Menjenguk To Makula’

Tags

, , , ,


Saya mengakrabi senyum perempuan yang menyambut kedatangan saya di depan rumah itu. Senyum yang berusaha saya ingat – ingat, dimana dan kapan pernah mengakrabinya, hingga pertanyaan iseng itu pun meluncur.

Ibu pernah diwawancara National Geographic, ya?”
Haha .. iya, koq tahu?
Saya ikut mengerjakan proyek itu beberapa bulan lalu. Tugas saya menyimak obrolan ibu dan menerjemahkan hasil wawancaranya.

Ah, saya ingat sekarang. Kenapa senyum itu tak asing. Pada tiga video yang masing – masing berdurasi satu jam, senyum malu – malu si ibu dan wajah tegang suaminya selalu hadir, menemani selama beberapa hari berkutat dengannya. Karenanya, senyum itu lekat di memori. Continue reading

Wisata Kereta Lembu Kampung Balik Bukit, Melaka

Tags

, , ,


Dulu ketika kendaraan bermotor belum berkeliaran di jalan, masyarakat Melaka menggunakan moda transportasi dengan tenaga hewan – biasanya lembu atau kuda – untuk bepergian jarak jauh. Kendaraan beroda dua dengan pedati/gerobak kayu yang ditarik oleh satu atau dua ekor lembu. Oleh masyarakat setempat, kendaraan ini dikenal dengan nama kereta lembu.

kereta lembu melaka, fabulous melaka, kampung balik bukit melaka

Gini nih kalo orang Filipina dan Tiongkok keliling kampung dengan kereta lembu (dok. Hasif Hamsyari)

Masa itu, ketika kereta lembu adalah satu – satunya alat transportasi, jika hendak ke Melaka, masyarakat dari Kampung Balik Bukit harus berangkat pagi – pagi sekali dan baru sampai di tujuan ketika petang datang. Jika dibandingkan saat ini, dengan naik mobil atau bus waktu tempuhnya hanya 30 menit saja. Meski sudah bukan masanya lagi bepergian dengan kereta lembu, Shamsudin Abdul masih setia membuat kereta lembu. Di belakang rumahnya, di Kampung Balik Bukit, Shamsudin memiliki bengkel kerja namun tak setiap hari ada kegiatan di bengkel itu karena dirinya hanya akan menyibukkan diri di bengkel itu menyiapkan kereta lembu berdasarkan pesanan. Continue reading

Generasi Muda Menuju Transformasi Nasional 2050

Tags

, , ,


Menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan harus dimulai dari sekarang dengan melibatkan mereka dalam diskusi rancangan masa depan serta mengajak mereka ikut memikirkan solusi bagi permasalahan yang mungkin saja muncul dari penerapan rancangan yang dibuat saat ini. Karenanya generasi muda harus diberi ruang dan kesempatan untuk berkreasi, membekali diri dengan keterampilan dan keahlian serta memiliki pola pikir yang mumpuni.

auya 2017, fabulous melaka, famosa melaka, bastion

Pada pembukaan konferensi Asia Urban Youth Assembly (AUYA) 2017 yang berlangsung di Hotel Hatten, Melaka 25 Maret 2017 lalu; Wakil Perdana Menteri Malaysia YAB Datuk Sri Utama Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi dengan gamblang mengungkapkan langkah konkrit pemerintah Malaysia menyiapkan generasi mudanya menuju era transformasi nasional 2050 (NT2050). Beliau menguraikan 3 (tiga) tren permasalahan yang akan menjadi tantangan di masa datang yang perlu disadari dan diantisipasi generasi muda dari sekarang:

Continue reading

Berkenalan dengan Master Siow

Tags

, , ,


Lelaki tengah baya itu terlihat asik bermain dengan tang, paku, dan seutas kawat di tangannya. Tak sedikit pun terganggu dengan langkah banyak orang yang datang berdiri melingkar di belakangnya, menantinya berpaling dari keasikannya itu.

master of lion dance, master siow, rentak selangor, tari barongsai

Siow Ho Phiew, usianya sudah melewati angka 60. Ia akrab disapa Master Siow – nama itu tertulis di belakang kaos kuning yang dikenakannya siang itu – akhirnya tersadar akan keberadaan orang lain di dalam ruang kerjanya. Diletakkannya perkakas yang sedari tadi digenggamnya, memutar badan lalu menempelkan pantat di ujung meja sebelum mulai bercerita. Ia berhemat bercakap Melayu, lebih banyak bertutur dengan bahasa Mandarin. Ia banyak berbagi kisah menarik hingga yang menggelikan yang berhasil mengalihkan konsentrasi dari hawa panas karena kipas angin besar yang bergelantungan di dinding tak sanggup lagi menyejukkan ruang yang kami sesaki.

Continue reading

Keluh Kesah Pepohonan

Tags

, , , , ,


Pernahkah engkau mencoba mendengar keluh kesah pepohonan dan gerutuan air dari sungai – sungai?
Pernahkah engkau merasakan keresahan burung – burung,  binatang – binatang, dan tetumbuhan di hutan yang ketenangannya terganggu?
Pernahkah engkau peduli – meski sedikit saja – pada kelangsungan hidup kami?

chilin sanctuary, forest, rainforest, hutanhujantropis, hari hutan sedunia 2017, international day of forest

Sapa ragu yang sayup tertangkap pendengaran kala matahari menggeliat dari pembaringannya. Pagi saat aku melangkah perlahan di pinggir hutan, menyusuri tepi sungai yang airnya bening dan hasratnya yang menggebu tuk memeluk tubuhku. Aah, dia membuatku menghentikan langkah sejenak sebelum suara itu kembali terdengar.

Takkah engkau bertanya -tanya, mengapa bumi yang kau pijak memanas dari hari ke hari?

Continue reading

5 Tempat Trekking Menyenangkan di Toraja

Tags

, , , , ,


Semalam, selagi nongkrong di Kelana Street Coffee, Eki, pemilik kedai, melayangkan tanya penasaran,”Apa sih yang membuat kakak tertarik dengan kuburan tua? Apakah kuburan yang dicari termasuk kuburan – kuburan yang ada di Toraja?” Tanyanya membuat saya teringat pertanyaan seorang kawan berjalan beberapa waktu lalu, “Senang dong mudik ke Toraja,Lip.” Karena? “Toraja kan terkenal dengan wisata kuburannya!

salam khas toraja, visit toraja, kondongan toraja, tukang kuburan, tongkonan toraja

Talendu’ opa, mampir yuuuuk

Saat mudik ke Toraja, nggak pernah dapat panggilan – sekali eh dua kali pernah, nggak sengaja – untuk menyusuri jejak sunyi. Meski banyak yang berkesimpulan ketertarikan pada kuburan pasti berawal dari tanah kelahiran, dan kentalnya darah Toraja yang mengalir di dalam tubuh #TukangKuburan. Nggak salah dan nggak seperti itu juga. Semua melalui proses. Kepada beberapa kawan yang sering berbagi cerita, saya suka mengatakan, salah satu tujuan berjalan – jalan ke tempat yang banyak dihindari orang itu untuk self theraphy, bersahabat dengan diri dengan meredakan takut berlebihan yang menghantui sedari kecil. Alasan lain, silakan baca di SINI.

Jadi, kalau mudik jalan – jalannya kemana, Lip? Mau tahu, atau mau tahu aja?  😉

Continue reading

Nyamannya Bus Malam ke Toraja

Tags

, , ,


Pernah pada satu hari ketika menumpang travel dari Solo ke Surabaya, saya berbagi bangku belakang dengan seorang nenek dan cucunya. Sepanjang perjalanan si nenek tak kehabisan topik untuk dibincangkan, sementara sang cucu – yang ganteng – lebih banyak diam dan hanya mengangguk atau tersenyum ketika namanya dikait – kaitkan dengan cerita sang nenek.

toraja, pemandangan toraja, singki

Saat obrolan sampai pada asal usul, sang nenek yang bertutur dengan gaya khas puteri keraton – dalam salah satu perbincangan di rumah makan tempat kami beristirahat makan siang, nenek itu bercerita tentang keluarganya yang berasal dari keraton Solo – sangat senang mengetahui tetangga bangkunya orang Toraja. Beliau sontak berkicau,”Wah, Lip, berarti kampung kamu di tengah hutan ya? Berapa hari jalan kaki untuk sampai ke sana?

Asyeeeeem! Dipikir saya dari pedalaman?

Continue reading