Advertisements

Mengenal Bengkulu Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan

Tags

, , , , , , ,


Aku telah menjual segala milikku yang masih ada, di antaranya rumah keluarga dari pihak ibuku di jalan Javaveem karena kami tidak tahu kapan kami bisa kembali ke Bandung. Aku anggap saja tidak akan kembali.

Bengkulu bagiku mengandung harapan. Bukankah Ende telah meninggalkan kisah sedih kepadaku dengan meninggalnya Ibu Amsi – ibunda Inggit yang turut dalam pembuangan ke Ende -, sedangkan Djuami pun pernah jatuh sakit malaria yang mengkhawatirkan. Juga, Kusno pernah menggigil berhari – hari karena penyakit yang sama jahatnya. [Inggit Garnasih – Kuantar ke Gerbang].

Nenamu di Rumah Pengasingan Soekarno
Inggit sudah sangat paham, Kusno – panggilan sayang Inggit pada Soekarno -, sangat menyenangi pantai. Pada setiap kesepian dan kegusaran yang tampak di wajahnya, Inggit akan mengajak Soekarno berjalan – jalan ke pantai. Ini dilakukan selama mereka dalam pengasingan di Ende maupun setelah dipindahkan ke Bengkulu.

Continue reading

Advertisements

Surat dari Bengkulu

Tags

, , , ,


Bengkulu telah lama ada dalam angan – angan untuk dikunjungi. Bukan suatu kebetulan saat sedang berdiri di tengah – tengah perhelatan 200 Years History of Java-nya Thomas Stamford Raffles di Lautan Pasir Bromo; sebuah pesan masuk ke gawai.

+ Tertarik ke Bengkulu nggak kak? Ada trip GRATIS nih!

famtrip bengkulu, festival bumi raffllesia 2017, fort marlborough

Tak ada yang terjadi secara kebetulan. Mungkin sudah saatnya beranjak ke sepetak tanah di sisi barat daya Sumatera yang pernah dipercayakan oleh East India Company (EIC) untuk dikelola Raffles. Bengkulu kala itu sedang lemah lunglai. Hasil lada dan kopi menyusut. Kapal – kapal dagang pun mulai enggan membuang sauh.

Tentu saja masanya Raffles sangat jauh berbeda dengan masa sekarang. Namun masih ada beberapa tinggalan masa itu yang bisa ditengok bila ingin mengenal seperti apa perabadan pada masa Inggris bercokol di Bumi Rafflesia.

Continue reading

Sky Mirror, Salar de Uyuni Kuala Selangor

Tags

, , , ,


Mata masih setengah tertidur ketika bus yang kami tumpangi berhenti di area parkir Dermaga Sungai Buluh, Jeram. Meski sempat pulas dalam perjalanan dari The Kabin ke Jeram, badan masih saja merindukan pembaringan. Turun dari bus, perut ikut – ikutan pula berkicau. Tak peduli sudah diberi sebungkus roti Bun Sambal Bilis dan sekotak susu coklat cair sebelum beranjak dari hotel, tetap saja ia merajuk dan berharap menemukan jajanan pasar di sekitar dermaga. Sayangnya, tak tampak sedikit pun tanda – tanda kehidupan di dermaga pagi itu. Setelah disuap sebungkus (lagi) Bun Sambal Bilis, ia mulai tenang dan mau bersabar menanti perahu motor yang akan ditumpangi ke Sasaran, satu tempat di tengah laut sana.

sky mirror, rentak selangor, sasaran beach,  Salar de Uyuni

Saya tak sempat mengecek kenapa hari ini mesti berangkat pagi – pagi ke Sasaran. Namun selentingan yang santer beredar sejak semalam membuat penasaran. Kata mereka bila belum kesampaian ke Salar de Uyuni, sasarlah Sasaran!

Continue reading

Lorong Berhantu Kellie’s Castle

Tags

, , ,


Kellie’s Castle disebut – sebut oleh perkumpulan paranormal dunia sebagai tempat kedua paling menyeramkan di Malaysia. Benar nggak sih?

Penasaran, dalam perjalanan menuju Ipoh pertengahan Juni lalu, saya mampir untuk membuktikan informasi yang bertebaran di dunia maya mengenai tempat – tempat kesenangan makhluk dari alam lain menampakkan diri di Kellie’s Castle.

kellie's castle. wow perak, wow ramadan, visit perak 2017, william kellie smith

Yuk, yang mau cari hantu sini πŸ˜‰

William Kellie Smith died of pneumonia in Lisbon, Portugal and was buried in the British Cemetery. Nevertheless, it is said that his spirit roams at night, especially along the coridors, guarding his great mansion.

Jeng .. jeeeeeng! Serius ini dikasih pengumuman tempat berhantunya?

Continue reading

‘Ngabuburit di Perak, dari Mencari Takjil hingga Bertandang ke Situs Bersejarah

Tags

, , , , , , , ,


Tiada terasa Ramadan yang datang sekali setahun, segera pamit. Sebelum Ramadan berlalu, nak berbagi sedikitlah cerita perjalanan ‘ngabuburit di Negeri Jiran, Malaysia; minggu lalu. Ini kali kedua saya menjejak di Perak, negara bagian Malaysia yang letaknya di bagian barat. Di sebuah hotel di Ipoh, ibukota negeri Perak, kota keempat terbesar di Malaysia; – kata local guide yang menemani berkeliling – saya tinggal selama 4 (empat) hari. Sejarah mencatat, Ipoh adalah kota yang tata kota dan keberadaannya sedari awal dirancang dengan baik pada awal abad ke-20 saat Inggris mulai menjamah wilayah ini. Bila nak ingin melihat bagaimana apiknya pemerintah Inggris menata Ipoh, berjalan – jalan dan lihatlah jejaknya di kawasan kota tua Ipoh.

visit perak 2017, wowperak, wowramadan

Tradisi bulan puasa di Perak (dan Malaysia pada umumnya), tak jauh berbeda dengan yang berlaku di Indonesia. Namanya juga negeri serumpun, pastinya ada tradisi hari raya serta hari – hari besar agama lainnya yang mirip – mirip. Selama di Perak, Tourism Perak dan Gaya Travel mengajak saya ngabuburit berkeliling Ipoh dan Kuala Kangsar untuk menikmati suasana ramadan. Continue reading

SmartTraveller, Asuransi Perjalanan untuk Pejalan

Tags

, , ,


Bagi sebagian besar orang Indonesia, mendengar kata asuransi Β serupa berhadapan dengan makhluk luar angkasa yang menyeramkan. Hal ini didukung pula dengan cara pendekatan para agen asuransi yang lebih banyak mendongkolkan ketika menawarkan produknya. Benar atau betul?

asuransi perjalanan, smarttraveller insurance, memilih asuransi perjalanan

Keliling dunia dengan nyaman tanpa rasa khawatir

Kawan saya paling jengkel berhadapan dengan agen asuransi. Satu hari, dirinya harus bepergian sendiri menggunakan pesawat. Dirinya takut ketinggian, ia pun selalu was – was bila harus pergi jauh meninggalkan rumah. Hal pertama yang dilakukannya saat masuk ke dalam terminal keberangkatan di bandar udara (bandara) adalah menanggalkan semua kejengkelannya di dekat pintu masuk. Ia mendekati meja agen asuransi, tanpa berbantahan dibelinya asuransi yang ditawarkan.

Gue takut kalo pesawatnya jatuh, anak istri gue siapa yang ngurus,Lip? Continue reading

Analisa Kedai Kopi ala Secangkir Jus Tamarillo

Tags

, , , , ,


Kedai untuk duduk – duduk ngopi, berbincang atau sekadar bersapa kawan yang lama tak bersua – dan bersua kawan baru – sedang menjamur di Toraja. Di Rantepao, Toraja Utara saja ada banyak kedai dari warung kopi sederhana hingga kafe kekinian, buka di sana – sini. Sebagian besar kedai menawarkan sajian yang serupa. Hanya satu dua saja yang menawarkan sajian unggulan, kebanggaan mereka, dan (diharapkan) menjadi kesukaan pelanggan yang datang.

Dari analisa sederhana saya, ada dua hal yang mempengaruhi menjamurnya usaha tempat makan minum di Toraja. Pertama, kehadiran kedai – kedai di hampir setiap persimpangan jalan sebagai bukti masih tingginya peluang pasar di Toraja (meski orang Toraja bukanlah tipe konsumen yang senang jajan di luar rumah). Kedua, kesetrum bisnis kagetan. Dalam perjalanannya, beberapa kedai bisa bertahan. Tak sedikit pula yang tersendat – sendat di tengah jalan. Hal ini terjadi ketika kelahiran kedai didorong oleh poin kedua. Sehingga tak jarang saat hendak bertandang ke satu kedai, pengunjung hanya akan menemui pintu yang tertutup rapat dengan nama kedai menggantung atau menempel pada salah satu dinding kedainya. Mungkin kedainya dibuka sebagai selingan saja ketika pengelolanya sedang tak sibuk dengan kegiatan lain. Mungkin. Saya tak menanyakannya, kan kedainya tutup hehe.

Continue reading

Mari Berlari di Toraja Marathon 2017

Tags

, , , ,


Kamu suka lari?
Bukaan, bukan lari dari kenyataan. Bukan pula lari sekuat tenaga karena dikejar anjing. Tapi berlari dalam arti yang sebenar – benarnya BERLARI, berolah raga, dan berlomba untuk menggapai garis finish. Jika demikian adanya, info berikut penting buat kamu yang senang berlari dan menikmati pemandangan eksotis.

toraja marathon 2016, toraja marathon 2017, toraja marathon

Dok @desmanmendrofa

Tahun ini, PT Laga Toraja Mendunia kembali menggelar lomba lari marathon melintasi kawasan destinasi wisata eksotis di Toraja; Toraja Marathon 2017. Di tahun kedua ajang lomba full marathon pertama di Sulawesi ini digelar, panitia lomba menargetkan 1,500 pelari dari dalam dan luar negeri akan meramaikan Toraja Marathon 2017 yang akan dilaksanakan pada 29 Juli 2017 mendatang.

Continue reading

Bila Tarra Pergi

Tags

, , ,


Air mata langit menetes satu – satu di jelang senja. Di hari terakhir pada akhir pekan terakhir di bulan keempat. Kusapa ia dengan senyum sepenuh rindu setelah bertahun – hmm .. dua puluh tahun lebih – tak pernah lagi kujejakkan langkah di pelataran passiliran. Mungkin rindu yang telah mengakar membuatnya tak sanggup meredam terjangan air dari pelupuk matanya. Kucoba mereka – reka rasanya dari pandangan sayu yang kuterima senja itu. Mata kami beradu. Langit memalingkan wajahnya, tergesa ditutupinya wajah murung itu dengan selendang kelabu.

passilaran, baby grave, makam bayi toraja

Tarra

Ada apa dengan senja? Kenapa langit bersedih? Bukankah seharusnya mereka riang melihatku kembali ke passiliran? Atau … jangan – jangan perilaku aneh mereka ada hubungannya dengan Tarra?

Continue reading

The Kabin: Vancouver, Tempat Pelarian yang Menyenangkan

Tags

, , , ,


Saya kembali ke Vancouver malam itu saat purnama mencapai puncaknya. Ia mengintip malu – malu dari sela – sela daun pepohonan  yang tumbuh di samping kabin. Bersyukur sekali saya mendapatkan kabin yang menghadap ke kolam renang. Cukup duduk – duduk di teras, saya bisa menikmati purnama memendarkan warna keperakan saat mencumbu air di permukaan kolam renang itu. Pun bila pagi datang dan menggeliat di lantai teras, pijar keemasannya membuat daun – daun pohon melonjak kegirangan. Keanggunan purnama yang memesona mengalihkan kerinduan badan pada kucuran air panas yang jatuh dari pancuran. Segala lelah setelah seharian berada di luar ruang perlahan susut. Lelehan keringat yang tadi tiada henti mengalir, telah mengering dan lengket pada badan. Saya masih enggan untuk beranjak dari teras. Namun, angin menusuk dari pantai di belakang kabinlah yang akhirnya memaksa diri masuk kamar dan mandi.

the kabin selangor, hotel di selangor, hotel kontainer, rentak selangor

View dari teras Vancouver

Di Vancouver, terdapat 2 (dua) buah ranjang susun yang saya tempati bertiga dengan Emily dan Suci selama 2 (dua) malam saat mengikuti kegiatan #RentakSelangor kedua pada awal Maret lalu. Vancouver adalah nama salah satu kabin/kontener yang telah dimodifikasi menjadi kamar yang nyaman untuk ditempati beristirahat di The Kabin, Kuala Selangor.

Continue reading