Selalu Ada Kisah yang Tak Ingin Dilewatkan di Georgetown

penang bridge, traveloka xperience, Traveloka Blog Contest2019, xperienceseru

Lusuh tapi menarik. Kesan yang didapatkan saat pertama kali berkeliling di jalan – jalan lengang kota tua Georgetown, Penang beberapa tahun lalu. Di satu kesempatan, ketika memasuki salah satu jalan tempat rumah – rumah lama dengan teras dan ruang tamu yang sempit dijadikan tempat usaha pemiliknya berdiri berdesakan, saya menjumpai barang – barang yang dijual tampaknya sepantaran dengan usia pemilik toko. Pemandangan yang menambah tak hanya kesan lusuh tapi juga berumur pada kota yang didirikan oleh Francis Light pada 11 Agustus 1786 lalu di Semenanjung Barat Malaysia ini.

penang bridge, traveloka xperience, Traveloka Blog Contest2019, xperienceseru
Penang Bridge menuju Georgetown

Terkenal dengan akulturasi budaya, bahasa, dan agama yang adem dari warganya yang multi etnis, menjadikan Penang sebagai destinasi wisata yang unik dan menyenangkan untuk dikunjungi. Continue reading “Selalu Ada Kisah yang Tak Ingin Dilewatkan di Georgetown”

Remembrance Day, Mengenang Mereka yang Mendahului

Jakarta War Cemetery, Commonwealth War Graves, Remembrance Day, Lois Blog Contest, Lois Indonesia

they shall not grow old, as we that are left grow old
age shall not weary them, nor the years condemn
at the going down of the sun and in the morning
we will remember them

Pernah membaca atau minimal mendengar sebait puisi di atas?

Jakarta War Cemetery, Commonwealth War Graves, Remembrance Day, Lois Blog Contest, Lois Indonesia

For The Fallen, ode yang ditulis oleh Robert Laurence Binyon dua minggu setelah benturan pertama pasukan Inggris dan Jerman terjadi di Mons usai pernyataan perang Inggris terhadap Jerman yang dikeluarkan pada 4 Agustus 1914; tanggal keramat yang menandai pecahnya perang dunia pertama (PD 1).

Beberapa jurnalis kadang keliru ketika mengutip potongan puisi di atas dalam tulisan mereka sebagai bagian dari In Flanders Field, puisi yang ditulis oleh John McCrae.

Baik For The Fallen maupun In Flanders Field, adalah puisi yang ditulis semasa PD 1, melekat dalam benak setiap orang yang terseret ke dalam emosi lewat rangkaian kata dalam puisi yang menyentuh ketika  mengenang mereka yang pergi semasa perang.

Lalu, dimana letak perbedaanya? Continue reading “Remembrance Day, Mengenang Mereka yang Mendahului”

Aku, Kau dan Traveloka

tiket gratis traveloka

Masih ingat lonceng kapal yang menggantung di ambang pintu ruang opzichter di Kembang Kuning? Lonceng tua berwarna emas yang mengkilap bertuliskan Casablanca di ujung bibirnya itu terus memanggil langkah untuk kembali menjejak di kotamu. Kota yang tergesa kutinggalkan 3 (tiga) tahun lalu meski rindu kita belumlah tuntas diurai. Katamu, rindu jangan diumbar hingga luber. Simpanlah sedikit saja, agar tetap bertunas rasa untuk dipanen di satu waktu. Terkadang kamu cukup bijak, meski sering egomu yang berbicara.

surabaya heritage track, museum sampoerna
Surabaya Heritage Track

Kemarin, kulihat kembang-kembang rindu bermekaran di taman hatiku. Rindu tuk kembali menyapa kotamu. Rindu bercengkerama dengan mentari pagi di Ondomohen sembari menikmati Sate Klopo Ibu Asih. Dan tentu saja rindu pada lemper 168 yang mengenyangkan itu. Lemper raksasa, begitu kawanku menyebutnya ketika kubawakan sebagai buah tangan. Tetiba teringat potongan perbincangan malam itu. Continue reading “Aku, Kau dan Traveloka”

Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia dengan Cara yang Berbeda


Gelap mulai menyelimuti sudut-sudut Jakarta ketika pemberitahuan untuk bersiap memasuki pesawat diteriakkan melalui corong pengeras suara oleh petugas di ruang tunggu Terminal 2 Keberangkatan Internasional, Bandar Udara Soekarno Hatta. Saya membenahi backpack yang sedari tadi dibiarkan tergeletak di lantai, merapikan jaket dan mengeluarkan boarding pass untuk ditunjukkan ke petugas di depan pintu.

KLM, KLIA, penjelajah kuburan
Terbang bersama KLM

Sembari menunggu giliran menuju pesawat, tangan membolak-balik boarding pass. Memperhatikan cetakan huruf-huruf besar di pojok kanan atas yang tertera di sana, KLM Royal Dutch Airline. Seulas senyum penuh arti tergambar di bibir menyertai langkah menuju tangga pesawat meninggalkan ruang tunggu bandara. Syukur terangkai padaNya, diberi kesempatan untuk kembali bertandang ke negeri tetangga. Continue reading “Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia dengan Cara yang Berbeda”

Colours of India, Jamuan Siang di Ruang Bung Karno

Soekarno, John F. Kennedy, Hotel Indonesia

Aroma rempah India menyambut langkah kami sejak dari pintu Signatures Restaurant yang menempati salah satu sisi lobi Hotel Indonesia Kempinski (sebelumnya Hotel Indonesia). Di kanan pintu masuk, sang Merah Putih bersanding dengan Tiranga, mengapit sebuah penanda jejak perancang restoran serta memorabilia Soekarno. Bertiga dengan Firsta dan Indri, kami duduk berseberangan meja dengan Bung Karno yang terlihat asik mengobrol dengan John F. Kennedy, dan sesekali menanggapi canda Marilyn Monroe.

Colour of India at Signatures Restaurant
Colours of India at Signatures Restaurant

Ada yang istimewa hari ini. Menyambut Festival Diwali, Signatures menyajikan Colours of India dengan sajian kuliner aneka cita rasa India pada 2 – 17 Oktober 2014. Continue reading “Colours of India, Jamuan Siang di Ruang Bung Karno”

TARI, Metoda Terapi Pemulihan Anak-Anak Korban Trauma Pasca Bencana


Senja itu sedianya kami berencana menikmati matahari terbenam di tepian Ujong Batee. Kepada Kak Yasmin yang menemani berkeliling menyusuri jejak IBU Laksamana Keumalahayati, dari semalam sudah diwanti-wanti untuk menepi sejenak di pantai itu sepulang dari Benteng Inong Balee. Sayangnya, semesta tak bersahabat. Sedari pagi hujan menderas saat kendaraan baru meniti Jalan Malahayati menuju Krueng Raya.

Karena telah diniatkan, meski senja itu gerimis turun satu-satu; kami tetap berhenti sejenak di bibir jalan dan bergegas ke pantai. Kak Yasmin meminta ijin untuk tetap berada di dalam kendaraan karena dirinya masih belum yakin untuk menjejak di pantai. Tsunami 2004 lalu yang menghabiskan sebagian besar keluarganya, telah membuatnya trauma melihat air laut.
Continue reading “TARI, Metoda Terapi Pemulihan Anak-Anak Korban Trauma Pasca Bencana”

Hikmah Perjalanan Bersama Air Asia

air asia

Satu hari di pertengahan 2008, sebagai pejalan yang mulai membangun mimpi berkeliling dunia; saya berkesempatan menghadiri Welcoming Airbus A320 yang dihelat oleh PT. Indonesia AirAsia di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta (Soeta), Cengkareng. Sudah menjadi rahasia publik, AirAsia (AA) yang mulai beroperasi di Indonesia pada 2004 setelah mengakuisisi Air Wagon Internasional (AWAIR) adalah salah satu maskapai penerbangan murah (low cost carrier) terbaik di Asia.

air asia
Air Asia Welcoming Airbus A320

Ketika diperkenankan untuk melihat interior pesawat, dalam hati terbersit harap; satu waktu bisa menikmati penerbangan murah dengan airbus 320-nya AA.
Continue reading “Hikmah Perjalanan Bersama Air Asia”

Belajar dan Bermain dengan Arca

museum nasional

Jaman sekarang masih banyak orang yang beranggapan berkunjung ke museum adalah bagian dari study tour semasa sekolah. Jadi ketika mengetahui ada orang yang senang berkunjung ke museum maka yang kemudian muncul dalam pikirannya adalah pasti makhluk langka.

236 museum nasional
Museum Nasional aka Museum Gadjah

Kenapa orang malas mengunjungi museum? Bisa jadi karena mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan ketika datang ke satu museum. Berbeda halnya ketika mereka pergi ke pusat perbelanjaan. Selain leluasa melihat-lihat, pengunjung pun bisa mencoba barang yang hendak dibeli. Hal yang bertolak belakang terjadi kala datang ke museum; ada banyak ikon-ikon larangan yang dipasang di dekat benda koleksi museum.

Alasan lain yang membuat orang malas berkunjung ke museum adalah harapan yang dibawa ketika hendak berkunjung ternyata tenggelam karena sesampai di tujuan mereka tak mendapatkan informasi apa-apa. Continue reading “Belajar dan Bermain dengan Arca”