Tags

, , , , , ,


Hi dear, do you want to get inside?”
Ah yes pak, how much I should pay?”
Sin $8 please. Williammmm!! wait a second your have one more!”

Gilingan bukannya ‘nungguin, si William dengan santai keluar ruangan menggiring rombongan bule yg mengekor di belakangnya menuju pintu Battle Box. Arrgh! diskriminasi! Mentang-mentang gw bukan bule! Terpaksa deh lari-lari biar gak ketinggalan, sampai depan depan pintu gelappppp …dan gw ditinggal karena mulai sibuk motret soldier penunggu gerbang. “Heiiii ! Come on, watch your step !”

battle box

Control room, Battle Box

Sengaja tetap mengambil posisi di belakang biar bisa curi-curi ngambil gambar tapi kemudian waktu sampai di ruangan yg agak lega William bilang gini,”we starting from here bla …bla ..bla … please take pictures as much as you want but no video camera!” senyum lebar donk gw, gak jadi komplein karena tadi ditinggal hehehehe.

battle box

Salah satu pojok ruangan di dalam Battle Box

Battle Box berada 9 meter di dalam permukaan tanah di lereng bukit Fort Canning adalah pusat komando bawah tanah Inggris (British Malaya Command Headquarters) terbesar pada masa Perang Dunia II. Di tempat inilah tentara Inggris memegang kendali Singapore dibawah pimpinan Arthur Ernest Percivale.

Di sini suasana pagi pada 12 Pebruari 1942 di dalam bunker yg memiliki 22 kamar dihidupkan kembali dengan sound efek audio visual khusus serta animatronik berkualitas tinggi yg keren punya. Sempat bertanya dalam hati, kapan ya di Indo bisa bikin yg seperti ini? Yang bikin gw ngacung jempol adalah keramahan petugas dan keleluasan untuk memotret tentunya sesuai dengan aturan yg jelas sehingga kita pun enak mengikutinya; beda banget deh di republik mimpi. Truss kerennya lagi, kompleks ini mampu mendaur ulang sendiri pasokan udaranya & tahan serangan bom (makanya masih ada sampai sekarang).

battle box

Suasana meeting yang tegang sebelum Inggris menyerah kepada Jepang

Tour dimulai dari ruang radio kontrol, di sini ada mas2 yg lagi bertugas di depan radio gerak sana sini kayak orang benera. Setiap orang dibekali headset untuk mendengarkan suara-suara yg terekam saat-saat genting sebelum tentara Inggris menyerahkan Singapore ke tangan tentara Jepang dan berakhir di ruang pertemuan tempat Percivale beserta pasukannya berunding untuk mengambil satu keputusan penting menyerahkan kekuasaan ke pasukan Yamasitha pada 15 Pebruari 1942. Di ruangan ini kita bisa melihat suasana rapat yg dipenuhi ketegangan dan di belakangnya di putar video masa itu. Selesai, kita bebas berkeliaran di dalam bunker mau langsung keluar, ke museum mini, beli souvenir mini gift shop atau muter2 juga silahkan aja.

battle box

Brigadir A.D. Curtis di ruang kerjanya

The Battle Box
Fort Canning Hill, Singapore
HTM : Sin $8/person

Terlalu banyak ide untuk bernarsis ria, tapi karena berpacu dengan waktu dan masih banyak tempat yg hendak dikunjungi akhirnya setelah muter2 sejenak sampai cek toiletnya cabut duluan dari bunker dan berjanji untuk balik lagi (buat prewed khan? hihihihi), saleum [oli3ve].