Tags

, ,


Ketika terjadi kehebohan di kampung maya multiply (MP) Agustus 2012 lalu, saya termasuk warga yang panik untuk pindahan rumah maya (blog) yang dibangun Oktober 2005. Gimana gak panik, kerja keras selama 7 (tujuh) tahun menghias blog dengan berbagai kisah dan jejak perjalanan akan digusur oleh pengelolanya.

Jejak di MP sebenarnya sudah sangat jarang dimutahirkan karena keasikan bermain di kampung tetangga. Namun, sesekali rumah itu tetap ditengok dan dibersihkan. Sehingga tenggat waktu penggusuran yang ditargetkan hingga akhir Desember 2012; menjadi momok tersendiri bagi para pejalan yang membangun rumah mayanya di MP.

Jangan takut mencoba hal baru dalam hidupmu. Jika kamu berhasil, kamu akan bahagia. Jika tidak, kamu akan lebih bijaksana.

Petuah bijak di atas memantapkan hati mencari lahan baru, boyongan dari MP untuk membangun kembali sebuah rumah maya di lahan gratisan. Akhirnya setelah mencoba buka akun di sana sini, kavling baru pun dipilih di kampung wordpress (WP).

Menulis itu panggilan jiwa yang haus untuk berbagi, haus untuk menumpahkan hasrat yang sulit dilontarkan oleh lidah. Menulis adalah salah satu cara berelaksasi melepas penat, meregangkan otot yang tegang dan menyegarkan pikiran setelah berkutat dengan rutinitas sehari-hari. Menulis menyegarkan otak dari beban yang tindih menindih karena beban pikiran dan stress.

Tulisan dan blog telah mempertemukan dengan idola termasuk diantaranya para perempuan hebat yang banyak menginspirasi sesama. Tak pernah terpikir bisa bertatap muka dengan mereka jika hanya mengungkung asa pada alam hayal. Berkat menulis, atas seijinNya; perlahan dan pasti mereka hadir mewarnai perjalanan hidup. Bukan sekadar hadir di depan mata bahkan menjadi sahabat belahan hati yang menemani melangkah, menjadi motivator dan supporter dalam meraih impian.

Karena digusur, ide kreatif untuk mendandani rumah baru menari-nari di kepala. Semangat untuk menulis jejak perjalanan yang sudah mulai redup kembali berkobar. Selalu ada hikmah di balik peristiwa yang terjadi. Manis pahitnya semua tergantung bagaimana kita menerimanya serta berhati lapang untuk menjalaninya. Rumah baru ternyata membawa berkah, karenanya beberapa kejutan manis menghampiri membuat hati tak henti bersyukur.

Salah satu kejutan awal April ini adalah menjadi bagian dari 50 Nominasi Srikandi Blogger 2013 yang digagas oleh Kumpulan Emak Blogger dalam rangka ulang tahun komunitas yang pertama.

Srikandi Blogger 2013Srikandi Blogger 2013 bukanlah ajang mencari peruntungan. Ingin berbagi adalah hasrat kuat yang mendorong untuk ikut meramaikan kompetisi ini. Menang bukanlah tujuan utama, karena melalui kompetisi ini terbuka kesempatan untuk membuka diri, mengenal perempuan-perempuan yang  menginspirasi dunia lewat aktifitas di dunia maya maupun di dunia nyata serta belajar menjadi lebih baik.

Adalah anugerah disejajarkan dengan para perempuan unggulan yang hebat dan keren, bagaimana tidak? Tiba-tiba ada yang bilang kangen untuk ngobrol, mengaku segan ketika bersua (padahal saya gak gigit lho hahaha), berkenalan dengan temannya teman, berkenalan dengan aneuk Aceh yang membuat rindu semakin menggelora untuk menjenguk kampung halaman kedua, Nanggroe! Semangat untuk berkompetisi dengan sehat dan menjalinan persahabatan di dunia maya pun terbangun dengan baik. Harapannya, sapaan tersebut tak hanya sebatas di jaringan sosial tapi bisa diwujudnyatakan dengan melakukan sesuatu bersama untuk kaum perempuan!

Sebagai pejalan yang memiliki minat “agak menyimpang” dibanding pejalan yang lain, ada asa yang sudah lama ingin diwujudkan. Asa untuk melihat para emak/orang tua tidak sekedar mengajak anak-anak menikmati dinginnya pusat perbelanjaan kala mereka berlibur, tapi belajar untuk mengenal dan mencintai sejarah negeri ini. Asa untuk mendengar seorang anak akan menjawab dengan benar apa itu Borobudur ketika ada yang bertanya padanya. Borobudur bukan sekadar nama hotel berbintang tempat mereka menikmati santap malam di malam natal bersama keluarga atau supermarket di Bandung; tapi sebuah karya agung dari masa lalu yang bisa kita nikmati hingga kini.

Dan, andai kesempatan menjadi Srikandi Blogger 2013 menghampiri, langkah tetap akan diayun untuk menyusuri jejak masa lampau dan mencoba membagikannya di tempat ini. Hasrat hati hanya ingin berbuat yang terbaik untuk dibagikan kepada yang lain. Jujur belum terpikir program yang akan dilakukan seandainya kesempatan itu mendekat. Yang terbersit saat ini adalah ‘ngariung bersama sambil belajar mengabadikan alam atau menggelar tikar berbagi terapi menulis di satu taman kota yang teduh. Tak perlu jauh-jauh, cukup melangkah ke taman terdekat dari tempat dimana kita tinggal.

Menang atau kalah adalah dua hal yang sudah seharusnya siap diterima oleh setiap orang yang ikut dalam satu kompetisi. Bagi saya, siapapun yang nantinya terpilih menjadi Srikandi Blogger 2013  itu adalah anugerah dan peluang untuk melangkah lebih jauh ke depan. Bagi yang belum berkesempatan meraih yang terbaik bukan berarti mereka kurang baik, bersyukur dan  pupuklah asamu. Mari kobarkan semangat untuk berbagi, menjadi inspirasi, menjadi berkat dengan tetap melakukan yang terbaik untuk sesama dimana pun kita berada. Saleum. [oli3ve]

Advertisements