Bercermin pada Pengelolaan Wisata Sejarah Toraja


Hadiah natal terindah yang diberikan dua tahun lalu oleh pemerintah propinsi Sulawesi Selatan masih dalam tahap penyelesaian sejak diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Yasin Limpo pada puncak perayaan Lovely Desember 2012 tegak berdiri di atas Bukit Singki’, Rantepao, Toraja Utara. Pagi itu tampak beberapa pengunjung dan pekerja yang dikejar target untuk menyelesaikan pemasangan huruf-huruf dan lampu di bawah kaki salib raksasa agar terlihat dengan jelas dari kejauhan sebelum pergantian tahun. Di Tana Toraja; pemerintah daerah setempat pun sedang mempersiapkan pembangunan patung Yesus memberkati yang konon hendak menandingi patung Kristus Sang Penebus di Puncak Corcovado, Brazil. Seorang warga yang ditemui di sekitar Bukit Singki mengatakan akan ada pembangunan salib kedua yang sama dengan salib di Singki.

bukit singki', salib raksasa, destinasi wisata toraja
Menikmati Rantepao dari atas Bukit Singki’

Ada persaingan antara pemerintah Toraja Utara dan Tana Toraja untuk mendandani program wisata daerahnya dengan patung! Apa salah jika pemerintah daerah ingin memajukan wisatanya? Continue reading “Bercermin pada Pengelolaan Wisata Sejarah Toraja”

Top Five

my passion

Seminggu ini suka senyum-senyum sendiri memandangi traffic pengunjung Olive’s Journey yang ‘nyasar karena mencari beragam informasi. Berdasarkan pemantauan iseng-iseng, saya bagi traffic-nya dalam dua kategori yaitu TOP FIVE dan TOP TEN ditengok.

Mari kita lihat hasil pemantauan pagi tadi; pada kategori TOP FIVE, 4 (empat) ulasan  tentang Toraja menempati posisi tiga teratas dan posisi kelima.

my passion
Top FIVE yang dilirik pembaca

Continue reading “Top Five”

Lovely Toraja, Mengasah Cinta pada Kampung Halaman

tenun toraja

Dalam satu perjalanan singkat ke Toraja, seorang kawan memamerkan gambar yang diambil di Londa dan diunggah ke media sosial (medsos) menuai banyak komentar dari beberapa temannya. Mereka yang tadinya percaya tak ada yang bisa dilihat di Toraja selain pesta adatnya, menjadi penasaran. Seorang kawan lain yang sempat mencibir keputusannya berlibur ke Toraja, terheran-heran karena sebelumnya, hari-hari tugasnya selama dua minggu di Toraja berlalu tanpa sempat mengunjungi tempat yang ditunjukkan di medsos. Continue reading “Lovely Toraja, Mengasah Cinta pada Kampung Halaman”

Berburu kerbau bule & pa’piong

kerbau bule, wisata toraja

Senin, 27 Des 2010
Hari ketiga di kampung halaman pekerjaan Upi Abu bertambah : bangun pagi pk 05.30 jerang air panas, cuci piring, nyapu + ngepel terus siapin sarapan. Ini bukannya pekerjaan ibu rumah tangga ya ? Berarti Upi Abu sudah bisa naik pangkat jadi ibu rumah tangga donk, ayo siapa yg mo melamar hihihiii. Sarapan pagi ini pisang goreng siap beli di tempat langganan dan nasi goreng ala chef Coolyv (enak toh nasi gorengnya?) Dapat info hari ini adalah hari pasaran, berarti target pagi ini bisa plesiran ke Pasar Bolu.

Hari pasaran di Toraja merupakan hari dimana pedagang dan pembeli tumpah ruah memenuhi pasar yg jatuhnya 6 (enam) hari sekali. Di hari lain kegiatan perdagangan di pasar tetap berjalan tapi tidak seramai hari pasaran. Kalau menunggu hari pasar berikutnya gak akan keburu karena Unyun2 berencana meninggalkan Toraja 31 Dec malam walau bisnya tak pasti wkwkwk. Yang istimewa di hari pasaran adalah kegiatan di pasar hewan. FYI, pasar hewan sendiri hanya ada di Pasar Bolu dan Pasar Makale tapi yg paling ramai adalah di Pasar Bolu. Continue reading “Berburu kerbau bule & pa’piong”

ke kota kecilku


“Kayak pembokat aja mudik, emang loe orang kampung ya Bend? Kek gw donk orang kota 😉” canda seorang teman yang dilempar di salah satu jejaring sosial. Maksudnya sih buat manas-manasin, berhubung saya bukan tipe orang yang cepat terpancing candaannya dibalas dengan candaan juga. Lagipula saya gak memungkiri kalau saya memang berasal dari kampung & bangga punya kampung. Begitu menjejakkan kaki di kampung halaman, turun dari bis simpan koper terus balik ke halaman depan menenteng henpon kacangan crek-crek than upload gambar biar eksis. Hahahahaha … bener aja, ada yang langsung kipas-kipas kepanasan dan minta diajak mudik karena gak punya kampung. IMPAS !!! Continue reading “ke kota kecilku”

Pesta Mati Toraja


Perdebatan dalam mobil sepanjang perjalanan dari Pasar Bolu menuju Batutumonga seputar penggunaan kata PESTA pada acara Rambu Solo’ (= rangkaian acara penguburan Toraja) cukup seru. Pesta lebih identik dengan kemeriahan dan sukacita sementara Rambu Solo’ adalah acara kedukaan. Tapi jika kita melihat lebih dekat selama acara berlangsung tidak tampak wajah-wajah sedih dari orang-orang yang hadir di acara tersebut. Ketika menghadiri satu acara ma’palao (=pemindahan jenazah dari rumah untuk persiapan ke lokasi acara) hanya ada satu anggota keluarga yang terlihat terpukul sementara yang lain biasa aja. Bisa jadi mereka sudah merelakan kepergian orang yang mereka cintai dan kehilangan itu sudah tidak begitu terasa karena yang akan diacarakan juga sudah disemayamkan selama beberapa bulan di rumah duka. Continue reading “Pesta Mati Toraja”

Sepenggal Asa buat Toraja

cinta toraja

“Kalau kami mati, tidak ada mi yang kasih terus”

Miris, obrolan singkat dengan tiga orang penenun renta di kampung adat To’ Barana Toraja Utara siang itu benar-benar mengusik hati. Nenek Butung (90th) & Nenek Panggau (80th) masih semangat untuk menyelesaikan tenunan toraja dengan ATBM (=alat tenun bukan mesin) yg usianya mungkin tidak terpaut jauh dengan usia mereka jika melihat alat tenunnya yang mulai lapuk dan mengkilap karena gesekan dengan kulit selama bertahun-tahun. Tahan duduk berjam-jam mengisi hari tua menguntai benang menjadi selembar kain yang kemudian dijual kepada wisatawan yang berkunjung. Continue reading “Sepenggal Asa buat Toraja”