Tansu Kemayoran

tansu kemayoran

Rasa lapar dan haus menyerang usai menyusuri jejak Tintin. Sesuai kesepakatan awal, kegiatan terakhir di seputar Kemayoran adalah mampir ke Tansu Kemayoran. Namanya terasa janggal di kuping semenjak menemukannya tertera di agenda mengayuh. Hmmm … jenis makanan apa gerangan ini? Tak ada bayangan sama sekali wujudnya seperti apa?

tansu kemayoran
Meracik Tansu

Tansu adalah singkatan untuk Ketan Susu. Karena dijual di kawasan Kemayoran jadilah namanya dikenal dengan Tansu Kemayoran. Penganan yang terbuat dari ketan kukus, disajikan dengan ditaburi parutan kelapa lalu disiram dengan susu kental manis. Continue reading “Tansu Kemayoran”

Ber-Ekowisata bersama Tintin di Hutan Kota Kemayoran

bandara kemayoran

Minggu pagi (01/06/14) lalu, kaki kembali mengayuh Prince Red mengitari Jakarta bersama tim Gowes Heritage. Gowes kali ini menyusuri jejak petualangan seorang tokoh komik dunia yang pernah mendarat di Jakarta, Tintin.

Ketika sebagian besar warga Jakarta lebih senang menyesakkan diri di seputar Sudirman – Thamrin, berduabelas kami justru menghindari pusat keramain. Mengayuh dari titik pertemuan sejuta umat di bundaran Hotel Indonesia (HI) menyusuri Menteng, Kwitang, Senen hingga Kemayoran. Mencoba menghirup udara pagi Jakarta, meski harus berpacu dengan kendaraan bermotor yang membuang gas kotornya ke udara. Resiko hidup di hutan beton yang sebagian besar warganya tak peduli dengan lingkungannya.

bandara kemayoran
Landasan Parkir dan Terminal Bandara Kemayoran Jakarta kini

Kemayoran. Apa yang terlintas dalam benak ketika mendengar kata ini? Pameran? Pekan Raya Jakarta (PRJ), festival musik? Sebagian besar dari kita mungkin saat ini hanya mengenal Halim Perdana Kusumah dan Soekarno Hatta sebagai bandara udara (bandara) sipil di Jakarta. Bagaimana dengan Bandara Kemayoran? Continue reading “Ber-Ekowisata bersama Tintin di Hutan Kota Kemayoran”

Jejak-jejak Pak Thamrin

patung mh thamrin

Tinggal di Jakarta tapi tak tahu dimana jalan Thamrin? *terlaluuu* Coba tanya mereka yang berkantor di gedung-gedung di sepanjang jalan Thamrin, muka mereka berseri-seri ketika menyebutkan lokasi kantornya di sekitar jalan protokol yang membelah metropolitan Jakarta itu. Tapiiii, meski setiap hari menyusuri jalan itu berangkat dan pulang kerja, belum tentu mereka mengenal siapa sosok yang namanya diabadikan sebagai nama Jl MH Thamrin.

patung mh thamrin
Prince Red di depan patung MH Thamrin

Pk 06.30 di minggu pagi bundaran Hotel Indonesia (HI) sudah dipenuhi manusia. Ada yang sekedar duduk-duduk manis di bibir kolam air mancur menikmati pagi, ada yang asik mengabadikan diri dengan latar air mancur yang menjadi salah satu ikon kota Jakarta, ada yang menikmati sarapan, ada yang bergerombol berjalan dalam kelompok membawa spanduk komunitas, ada yang sibuk membunyikan bel sepeda meminta jalan di padatnya manusia dan beragam kegiatan lain yang dilakukan untuk mengisi pagi. Continue reading “Jejak-jejak Pak Thamrin”

Minggu Pagi di Rumah Opa van Imhoff

toko merah

ketika kau datang, datanglah dengan rasamu,
aku ada di dekatmu

Rangkaian kata itu perlahan merembes di kepala saat kaki mulai diayun menyusuri pedestrian di pinggir de Groote Rivier demi menggapai Juliana Brug, Minggu pagi (15/03/14). Deretan kata romantis yang tertera pada sebuah lukisan yang menggantung di dinding rumah Opa van Imhoff itu entah kenapa baru tertangkap mata kemarin pagi. Mungkin karena lukisannya menggantung di balik pintu sehingga tak menarik perhatian di dua pagi sebelumnya. Continue reading “Minggu Pagi di Rumah Opa van Imhoff”

Museum Bahari, Legenda Nusantara hingga Navigator Dunia

museum bahari

Seperti biasa, Museum Bahari siang itu sepi. Pengunjung bisa dihitung dengan sepuluh jari di tangan.

Terakhir bertandang ke tempat ini setahun yang lalu untuk menikmati pentas teatrikal perjuangan IBU. Dan hari ini kembali ke tempat yang sama, demi IBU, de javu. Tentang pertemuan tersebut ulasannya ada di SINI, sedang kisah perjumpaan dengan IBU silakan dirunut dari SINI.

Usai menuntaskan rindu dengan IBU, mata penasaran dengan kegaduhan yang terjadi di balik pintu kayu yang sedikit terkuak di sudut ruangan. Dua lelaki menyibukkan diri dengan prakarya di tangan duduk di ujung ruang yang remang-remang. Saat pintu kayu yang berat itu didorong perlahan, asap putih mendadak memenuhi ruangan disertai gemuruh ombak. Ternyata si mas-nya sengaja memberikan kejutan sekalian uji coba katanya, kisah Ratu Kidul pun tersaji di depan mata. Continue reading “Museum Bahari, Legenda Nusantara hingga Navigator Dunia”

The Legend of Vader Jas

kapitein jas

Maghrib menjelang saat kaki melangkah keluar dari underpass Stasiun Beos, Jakarta. Bergegas melepaskan diri dari himpitan pedagang kaki lima yang memenuhi bibir stasiun, ikuti arus menerabas lewat pintu kecil di celah pagar yang satu jeruji besinya sengaja dipatahkan. Dari depan stasiun menyeberang ke arah Pangeran Jayakarta hingga tiba di depan gerbang Gereja Sion.

Tak ada jadwal ibadah sore itu, di halaman samping gereja hanya diramaikan oleh suara sekelompok remaja yang asik bermain basket. Kaki berjinjit di depan peristirahatan Opa Zwaardecroon tepat saat gema magrhib sayup terdengar dari kejauhan. Cukup lama tak bertandang ke sini, terakhir mampir saat menjenguk Opa Zwaardecroon di awal 2007 bersama rombongan Batmus. Continue reading “The Legend of Vader Jas”

Hari Ini 68 Tahun yang Lalu

pertempuran Surabaya

Bagi yang suka mampir kemari, pasti tak asing dengan gambar berikut meski penampakannya tak selalu sama karena gambar yang atas sengaja dipasang bergantian sedang yang di pojok kanan akan selalu ada di situ. Gambar yang sama dipajang lebih gede lagi di laman Travel Blogger Indonesia! Maaf, tulisan ini memang sengaja diawali dengan sedikit pamer gambar diri bukannya langsung ke topik yang membahas judul di atas. Eitzzz, bentar dulu; meski rada narsis gambar tak biasa ini diambil di depan tempat peristirahatan tiga orang yang namanya sering disebut kala membahas peristiwa yang terjadi 68 tahun yang lalu di bulan Oktober – Nopember di Kota Pahlawan, Surabaya. Continue reading “Hari Ini 68 Tahun yang Lalu”

Kring! Kring! Gowes Nyasar ke Kuburan Yahudi


Seorang kawan pernah bertanya begini,”sudah berapa banyak kuburan yang dikunjungi dan kuburan mana yang paling menarik?” Hmmm … pertanyaan yang menarik! Soal jumlah, selama ini nggak pernah dihitung dan lagi nggak pernah menargetkan berapa banyak makam yang akan dikunjungi karena lebih sering kunjungannya iseng ketika pengen jalan. Berbeda ketika ingin menyusuri jejak seseorang biasanya sudah ada persiapan. Contoh untuk menyusuri jejak Laksamana Keumalahayati nyaris 2 (dua) tahun mengumpulkan informasi dari sana-sini memastikan makamnya memang ada, memantapkan hati dan memastikan jalinan connecting spirit (meminjam istilah penulis idola) hehehe. Continue reading “Kring! Kring! Gowes Nyasar ke Kuburan Yahudi”

Sebuah Senja di Satu Taman Kala Pastor Saling Iri

museum taman prasasti

Matahari mulai condong ke barat namun pendar sinarnya masih terasa perih menyentuh kulit. Tanda waktu di pergelangan tangan telah menunjukkan pk 16.00 kurang beberapa menit lagi. Sekelebat bayangan hitam terlihat berlari kecil di antara pohon dan gundukan-gundukan beton yang ditinggikan para pekerja di Museum Taman Prasasti.

Dalam sepersekian detik bayangan itu sudah tampak jelas di depan mata,”Mau tutup, Bang?” Yang ditanya hanya mengangguk sambil melirik pergelangan tangan kirinya. “Bentar ya Bang, kasih aku waktu 10 menit lagi ya. Mau mutar ke sana bentaaaaar aja.” Si abangnya tersenyum, kembali menggangguk lalu balik badan melangkah ke arah datangnya tadi. Continue reading “Sebuah Senja di Satu Taman Kala Pastor Saling Iri”