Lupakan Hujan di Little Swiss

museum satwa, museum di malang

Semasa di bangku sekolah, saat ujung nama bulan mulai menyisakan BER, pertanda siap payung sebelum hujan. Namun hari-hari belakangan ini, dogma itu tak berlaku karena hujan pun enggan turun di hari seharusnya dia datang. Lebih sering, ia mendadak menjerit-jerit ketika hadirnya tak diharapkan.

Becek, alas kaki hingga badan kuyup, menuju tempat berllibur nggak nyaman, tak bisa leluasa berfoto bersama alam, tak dapat melihat pemandangan yang cantik dan ragam alasan yang membuat semua rencana bisa berantakan saat si hujan hadir. Benar apa betul? Berapa kali kau enggan berjalan ketika hujan ingin turut? Takkah ada inginmu sesekali mengajaknya serta, menemanimu mengisi hari?

museum satwa, museum di malang
Museum Satwa, Batu, Malang

Hujan datang kambing lari .. potongan bait yang sering dikumandangkan Ibuku semasa kecil dulu setiap kali hujan berlarian di pekarangan rumah. Aku bukan kambing, untuk apa berlari? Kalau mau libur ya berlibur saja, kenapa dirinya harus menjadi penghalang? Yang perlu kau pikirkan adalah, kemana dan dimana enaknya menikmati hari ketika bersama hujan. Continue reading “Lupakan Hujan di Little Swiss”

Lelap Hemat di Kampong Tourist, Malang


Ada damai setiap kembali menjejak di kota ini, kota impian masa kecil. Menghirup hawa sejuknya membawa jiwa kanak-kanak untuk menari *halaaah*

Travel yang membawa kami dari Juanda berhenti di depan hotel pk 17.30. Terbiasa naik travel yang bayar dulu sebelum berangkat dengan santai kami memanggul backpack melenggang menuju lobby. Tiba-tiba ada yang berteriak,”Mbak, belum bayar.” Ealaaaaah 😉

Kembali ke hotel yang sama, tempat yang diinapi saat terakhir mengunjungi kota Apel beberapa bulan sebelumnya, Helios. Hotel yang saya temukan berkat ngubek-ubek info di Lonely Planet. Kalau sebelumnya tidur di kamar standard Helios, kali ini mencoba tidur di roof topnya yang dikhususkan untuk backpacker, Kampong Tourist. Continue reading “Lelap Hemat di Kampong Tourist, Malang”

Museum Brawijaya Malang, Gagah di Luar Sumuk di Dalam

museum brawijaya malang

Ada satu bangunan di kawasan elit kota Malang yang menarik perhatian sejak kunjungan pertama ke kota ini tiga tahun yang lalu. Minggu kemarin saat bertandang untuk ketiga kalinya, kembali saya melewati bangunan tersebut dalam perjalanan pulang dari rumah saudara yang membuat semakin penasaran untuk melihat dari dekat. Akhirnya hari terakhir di Malang berlima dengan kawan sebelum kembali ke Jakarta, kami sempatkan untuk bertandang ke sana.

Waktu menunjukkan pk 10 lewat saat saya melapor ke petugas di pos penjagaan menanyakan waktu operasional museum. Tulisan besar Museum Brawijaya berwarna merah di bagian atas gedung dan patung Panglima Soedirman seakan memberi salam selamat datang saat kaki menapaki anak tangga menuju museum. Continue reading “Museum Brawijaya Malang, Gagah di Luar Sumuk di Dalam”