Keumala, the Spirit of Nanggroe


Pantai Ujong Batee, selintas tulisan pada papan penanda tempat wisata di Jl Krueng Raya, Aceh Besar tertangkap ujung mata. Sekitar 200 meter dari sana, kami berhenti di bibir pantai yang senyap menanti beberapa kawan yang menyusul dengan kereta (=sepeda motor).

Langit berselimut awan kelabu. Sang surya yang biasanya tampil gagah turut bermuram durja melengkapi Minggu pagi yang sepi di penghujung Pebruari 2013. Kaki diayun di atas hamparan pasir yang berlomba memeluk erat pori-pori kaos yang membalut jemari kaki. Di pantai itu hanya terlihat satu keluarga kecil menikmati berendam dalam air laut yang mereka bendung di tepian. Continue reading “Keumala, the Spirit of Nanggroe”

‘Ngelindur ke Aceh


Kemarin siang badan tiba-tiba meriang gak karuan, hidung meler dan kepala berasa melayang-layang. Tak kuat akhirnya menyerah dan ijin pulang istihat karena di meja kerja hanya melototin monitor dengan pikiran mengembara dan otak gak bisa diajak berkonsentrasi. Sampai di rumah langsung masuk kamar dan terlelap dalam sekejap. Menjelang senja tidur mulai gelisah, sebentar-sebentar terbangun mendengar suara sendiri berkicau tentang perjalanan ke Aceh. OMG, kenapa tiba-tiba ‘ngelindur??

Dari salah satu sumber yang disodorkan om Gugel disebutkan, “‘Ngelindur atau mengigau adalah aktifitas yang dilakukan seseorang dengan menceracau saat tidur. Dalam dunia medis ‘ngelindur termasuk gangguan tidur, bahasa kerennya parasomnia. ‘Ngelindur banyak dijumpai pada anak usia 3 – 10 tahun sedang usia dewasa hanya sekitar 5% saja.” Continue reading “‘Ngelindur ke Aceh”

Gunongan, Simbol Cinta Sultan Iskandar Muda


Bila India punya Taj Mahal, Thailand ada Prasat Hin Phimai dan Durban dengan Kastil Stratford-nya yang dibangun sebagai simbol cinta kasih; di Aceh ada Gunongan. Gunongan dari kata dasar gunong (bahasa Melayu) artinya gunung, adalah sebuah bangunan berupa gunungan yang dipersembahkan oleh Sultan Iskandar Muda kepada permaisurinya Putri Kamaliah dari Negeri Pahang, Malaysia.

Putri Kamaliah atau lebih dikenal dengan Putroe Phang diboyong Sultan Iskandar Muda ke Aceh setelah menaklukkan Pahang, Malaysia. Saking cintanya pada permaisuri dari Pahang, Sultan Iskandar Muda memenuhi permintaan Putroe Phang dan membuatkan baginya taman sari di belakang istana tempat permaisuri menyepi dan menghibur diri kala kerinduan akan negerinya menghampiri. Di Taman Ghairah, taman yang berada di belakang kompleks Kesultanan Darud Donya inilah sebuah gunongan menjadi perwujudan bebukitan negeri Pahang dibangun. Continue reading “Gunongan, Simbol Cinta Sultan Iskandar Muda”

Merindu Keumalahayati


Belum ada tempat lain di Indonesia yang hadirkan hasrat begitu dalam untuk menyapanya [kembali] seperti rindu yang menggelora pada bumi Nangroe Aceh. Pernah jatuh cinta kan? Nah, ibarat hendak menjumpai kekasih hati, gejolaknya melebihi ikatan emosi pada kampung halaman sendiri! Bukan berarti gak cinta kampung sendiri lho ya, tapi sensasi dan getarannya berbeda.

Mulai mengakrabi Aceh kurang lebih sepuluh tahun lalu kala rasa lapar menyerang dan yang pertama tampak di depan mata adalah warung makan Aceh. Tahap penjajagan masih meraba-raba, perkenalan pertama tak berjalan mulus. Lagi, tujuan melangkah ke sana demi menghentikan teriakan protes dari kampung tengah. Continue reading “Merindu Keumalahayati”