Ngopi Pagi dengan Opa Francis di Pinaon Time Tunnel

francis light, sejarah penang

Aku mengawali hari kala mentari masih senang meringkuk di peraduannya. Mengayun langkah bersama sepi yang menyelimuti taman kota yang lama tak disapa warga kotanya. Dalam setiap langkah, kukenang ketergesaan ketika mentari yang sama perlahan beranjak ke barat setahun yang lalu. Hari itu, dua hari menjelang pergantian tahun. Kuredam rindu yang sedang membara pada pulau Mutiara, di gerbang Cornwallis pulau Penang. Tak dapat kuulur waktu selain bergegas dari hadapanmu dengan sejumput janji tuk merangkai asa kan waktu yang lebih bersahabat bagi kita untuk berbincang.

George Wilhelm Friedrich Hegel, learn from history
Belajarlah dari sejarah

Commitment is what transforms a promise into reality – [Abraham Lincoln]

Hari ini, setahun berlalu. Aku kembali untuk mewujudkan janji yang pernah terucap. Bukan ke Benteng Cornwallis, tapi di sini, di taman kota Georgetown, tempatmu melepas segala lelah. Continue reading “Ngopi Pagi dengan Opa Francis di Pinaon Time Tunnel”

#J2C2: A Rocking Day in Penang

hard rock penang

Aku kembali ke Penang atas undangan Kementerian Pelancongan Malaysia dan Direktur Pelancongan Pulau Penang untuk melancong bersama Kembara Cuti-cuti 1 Malaysia, Penang (KCC1M). Lima hari yang penuh dengan kegiatan berjalan dari pagi sampai malam, membuatku memutuskan untuk kabur dari hotel di pagi buta agar bisa berjumpa dengan kk Danan.

Setiap orang pasti punya tempat kesukaan untuk bertemu dengan kawan, kerabat, teman kencan atau apalah namanya yang dijadikan tempat pertemuan. Mal, kafe, restoran, taman atau pun tempat keriaan lainnya adalah meeting point yang umum dijadikan pilihan. Terlalu mainstream! Karenanya, ketika membuat janji pertemuan dengan kk Danan di Penang; kami tak bertemu di mal, hotel atau tempat umum lainnya tapi bertemu di kuburan! Waktu pertemuannya pun bukan di siang bolong atau petang hari kala orang sudah siap bersantai.

protestant cemetery penang
Anti mainstream: bertemu jalan-jalan cuap-cuap di kuburan 😉

Continue reading “#J2C2: A Rocking Day in Penang”

Mencari Jejak Pencetus Indonesia

Protestant Cemetery Penang, James Richadson Logan

Dalam keseharian dirimu akrab dengan nama INDONESIA, berbahasa INDONESIA bahkan tinggal di INDONESIA. Tapi, pernahkah terpikir dari mana asal kata INDONESIA dan menebak-nebak siapa pencetus nama tersebut?

Protestant Cemetery Penang, James Richadson Logan
Jejak sunyi itu

Langit Penang masih gelap saat tirai kamar di lantai 20 Georgetown City Hotel sedikit tersibak meski tanda waktu telah menunjukkan pk 06.30. “Olive, why are you wake up so early? Where are you going?” Wani yang masih bergulung di tilam sebelah menggumam dari balik selimut tebalnya. “Morning Wani, I have to go to the grave. Sorry bikin kamu terbangun.” Sesorean kemarin saat rehat di kamar, Wani bertanya dengan mimik penasaran kenapa sebuah kuburan begitu menggoda? Continue reading “Mencari Jejak Pencetus Indonesia”

KCC1M Promo Wisata Malaysia Year of Festival 2015

museum penang, destinasi wisata penang

Matahari bersinar sangat terik saat taksi yang kami tumpangi meninggalkan Bandar Udara (Bandara) Internasional Penang dari kawasan Bayan Lepas menuju Georgetown. Setelah memberi tahu tujuan pengantaran, berdua mas Eka dari MQTV Bandung kami mulai sibuk mengutak-atik gawai untuk mendapatkan informasi terkini kegiatan selama 4 (empat) hari di Penang.

Haryanti Abu Bakar, Wisata Penang
Haryanti Abu Bakar, Deputy Director Malaysia Tourism Board Pulau Pinang

Beberapa menit selepas bandara, sopir taksi memecah kebisuan,”Nak ke hospitalkah?” Ternyata, Georgetown City Hotel tempat kami akan menginap berada tepat di depan Adventist Hospital yang mayoritas pasiennya berasal dari Indonesia, demikian juga Konsulat Jenderal RI Penang letaknya tak jauh dari hotel wajar jika sopir taksinya menebak kita datang untuk berobat.
Continue reading “KCC1M Promo Wisata Malaysia Year of Festival 2015”