Lelaki dan Kopi Aceh


Gara-gara membaca 30 Hari Keliling Sumatera-nya Ary Amhir beberapa waktu yang lalu, saya memasang status di beberapa linimasa dengan menyebut-nyebut kasih sayang lelaki Takengon yang seksi. Status yang sontak membuat seisi jagad kasak-kusuk mencari tahu siapa gerangan lelaki Aceh yang beruntung itu hahaha. Lalu, beberapa kawan yang mendengar kabar angin rencana kePULANGan ke Aceh saat … Continue reading Lelaki dan Kopi Aceh

Kecarian Panglima Polem


Meski hampir setiap pagi melewati Jl Panglima Polim aka Pangpol ketika berangkat ke tempat kerja, baru setelah berkeliling di komplek pemakaman Panglima Polem saat pulang ke Aceh dua bulan lalu, saya mulai iseng bertanya ke Mbah Gugel siapa sebenarnya Panglima Polem ini? Adalah Ari si Buzzerbeezz, kawan blogger dari Aceh yang mengajak menggila pada jumpa … Continue reading Kecarian Panglima Polem

‘Ngelindur ke Aceh


Kemarin siang badan tiba-tiba meriang gak karuan, hidung meler dan kepala berasa melayang-layang. Tak kuat akhirnya menyerah dan ijin pulang istihat karena di meja kerja hanya melototin monitor dengan pikiran mengembara dan otak gak bisa diajak berkonsentrasi. Sampai di rumah langsung masuk kamar dan terlelap dalam sekejap. Menjelang senja tidur mulai gelisah, sebentar-sebentar terbangun mendengar … Continue reading ‘Ngelindur ke Aceh

Merindu Keumalahayati


Belum ada tempat lain di Indonesia yang hadirkan hasrat begitu dalam untuk menyapanya [kembali] seperti rindu yang menggelora pada bumi Nangroe Aceh. Pernah jatuh cinta kan? Nah, ibarat hendak menjumpai kekasih hati, gejolaknya melebihi ikatan emosi pada kampung halaman sendiri! Bukan berarti gak cinta kampung sendiri lho ya, tapi sensasi dan getarannya berbeda. Mulai mengakrabi … Continue reading Merindu Keumalahayati

Untukmu Aceh (26 Desember 2004 – 2012)

monumen tsunami aceh

Langit cukup cerah sore itu namun cerianya tak dapat menyembunyikan duka yang masih terpancar dari mata Fandy. Kisah pilu 8 tahun lalu yang menimpa keluarga orang tua angkatnya masih menyisakan sendu. Ada nada pilu di ujung matanya saat salam terucap dari bibirnya yang bergetar menyambut uluran tangan kanan saya di depan Rumah Tsunami. Pada Minggu … Continue reading Untukmu Aceh (26 Desember 2004 – 2012)