Sex on the Deck

Tian of Tuna and Avocado, de basilico kitchen and bar, restaurant the one legian, kafe di legian

“Bener, kamu nggak minum Liv?”, ekor mataku menangkap pandangan Chef Picha mencoba menelanjangiku yang sedang sibuk memainkan shutter kamera. Nggak, jawabku datar, mataku tak beralih dari pinggan-pinggan putih berisi makanan yang bergantian diantarkan ke meja panjang tempat kami berbincang. Direguknya minuman berwarna hijau muda dalam sloki kecil digenggamannya. Hmm .. segar, ujarnya. Dia pun menawarkannya kepada Richo dan Leo, dua lelaki yang menemaniku malam itu. Ini pas buat laki katanya. Dua lelakiku tanpa ba-bi-bu memilih sloki masing-masing. Sekali glek habis.

Tian of Tuna and Avocado, de basilico kitchen and bar, restaurant the one legian, kafe di legian
Dok Richo Sinaga

“Makanannya dimakan donk, jangan difotoin aja. Kalo dingin nggak enak lho,” suara Chef Picha kembali terdengar. Aku, Richo dan Leo tetap tak bergeming. Gudang penyimpanan pangan masih sedikit sesak setelah sesiangan tadi bercengkerama dengan Mbak Irma dan Hendrik sembari icip-icip beberapa sajian yang dikeluarkan oleh Chef Picha di De Basilico Kitchen and Bar. Jadi, masih mengatur strategi hendak menyentuh yang mana dulu agar tak salah langkah sambil menyeruput Banana Choco yang tertinggal di dalam gelas. Continue reading “Sex on the Deck”

Inspirasi Pagi dari The ONE Legian

the one legian, hotel di legian, review hotel di bali, hotel di dekat kuta, sky pool party

Waktu berencana untuk kembali ke Bali, aku berpikir untuk menghabiskan dua malam di Legian. Kawasan yang tak pernah diam meski pagi segera menjemput. Suasana yang sebenarnya jauh dari kesukaanku yang lebih senang menyepi daripada mengijinkan kuping dihentak hingar-bingar. Tapi di sinilah aku kini, berdiri menatap geliat bingarnya dari depan monumen Panca Benua. Di tempat yang pada 12 Oktober 2002 silam diguncang bom yang menyebabkan nyawa 202 orang yang sedang mengisi liburan di pulau Dewata … melayang.

the one legian, hotel di legian, review hotel di bali, hotel di dekat kuta
Welcome drink

Entahlah apa yang dicari oleh mereka yang telah melakukan kekejian itu. Menyalurkan dendamkah, eksistensi dirikah atau apa? Tak ingin kuingat, terlebih mengenang perihnya. Aku hanya ingin hening sejenak, meski sekelilingku riuh dengan kendaraan yang lalu lalang. Kurapalkan sebait doa bagi mereka yang telah pergi, yang namanya terpatri pada tembok peringatan di depanku agar beroleh ketenangan dalam keabadian roh. Continue reading “Inspirasi Pagi dari The ONE Legian”