Selamat Ulang Tahun Eyang Antawirya


Hari ini 228 tahun yang lalu di salah satu sudut ruang kaum perempuan dalam Keraton Yogyakarta; seorang perempuan menggeliat menahan sakit melahirkan. Hari jelang fajar ketika suara tangis itu memecah senyap … Jumat Wage, 11 Nopember 1785 seorang calon pemimpin besar lahir ke dunia. Bayi lelaki, putera sang fajar, sulung dari Hamengkubuwono III diberi nama Raden Mas Antawirya (Jawa : Ontowiryo).

Cucu kesayangan Sultan Mangkubumi yang telah diramalkan oleh sang kakek, satu hari nanti akan memusingkan pemerintah Hindia Belanda ini; di kemudian hari lebih dikenal dengan Pangeran Diponegoro. Continue reading “Selamat Ulang Tahun Eyang Antawirya”

Keris Puputan, Panggilan Dewa Agung Jambe

keris puputan

Nusa Penida, Nusa Lembongan atau Nusa Ceningan, tiga gugusan pulau di wilayah kabupaten Klungkung ini, tentunya sudah tak asing di kuping para pejalan terutama para divers. Klungkung adalah satu kabupaten di Propinsi Bali beribukota Smarapura.

Sebagai seorang penikmat sejarah, saya tak punya pengalaman seru menyelam di bawah laut Nusa Lembongan; berenang aja megap-megap. Namun, ada satu cerita menarik ditilik dari sisi sejarah Klungkung yang tak banyak diketahui orang, dari sanalah saya akan berbagi.

Dulu kala, Klungkung adalah pusat pemerintahan kerajaan-kerajaan di Bali dengan Kusamba sebagai kota pelabuhannya. Pada pertengahan tahun 1849 terjadi perselisihan yang memicu pecahnya Perang Kusamba. Klungkung dipimpin oleh penguasa Klungkung, I Dewa Agung Istri Kanya bangkit bersama rakyatnya melawan invasi Belanda. Pada 25 Mei 1849,  Continue reading “Keris Puputan, Panggilan Dewa Agung Jambe”

Antigoneo, Impian Kesejahteraan [Semu] Melawan Hati Nurani


Dampak kondisi ekonomi yang sedang carut-marut membuat warga sebuah kota kecil yang tadinya hidup tenang dilanda keresahan. Pemerintah yang digambarkan lewat sosok Walikota sedang mati-matian mempertahankan tetap berlangsungnya pembangunan kota dengan bantuan dana dari para investor. Warga yang kehilangan pekerjaan sudah sekian lama menunggu menjadi karwayan hotel baru yang pembangunannya terhambat karena kekurangan dana. Yang sudah meninggal pun “rela” tengkorak dan tulang belulangnya dipindahkan dari tempat peristirahatan ditumpuk dalam karung di sebuah tempat menunggu dikremasi di krematorium yang belum dibangun. Para investor menuntut penambahan lahan untuk lapangan golf dengan menggusur pemakaman warga yang berada di atas bukit; jika lahannya tidak dibebaskan mereka mengancam untuk membatalkan suntikan dana. Continue reading “Antigoneo, Impian Kesejahteraan [Semu] Melawan Hati Nurani”

[Teater Koma] Sie Jin Kwie Kena Fitnah


Kamis, 10 Maret 2011 lalu dapat free VIP pass nonton pementasan Teater Koma yang ke 122 di GBB Taman Ismail Marzuki. Melanjutkan kisah pahlawan berbaju putih dari trilogi Sie Jin Kwie, Teater Koma menggelar sequelnya dengan lakon “Sie Jin Kwie Kena Fitnah” selama 19 hari (4 – 26 Maret 2011). Lakon 2 babak dengan durasi 4 jam (potong istirahat 20 menit) sungguh ciamik dengan pengaturan lighting, kostum & tata panggung yg sungguh detail serta dukungan pelakon yg bermain secara total. Bayangin coba, mereka tiap malam main selama 4 jam lho !! (belum dihitung persiapan dandan & tentunya bersihin bedaknya hehe) Continue reading “[Teater Koma] Sie Jin Kwie Kena Fitnah”