Gemu Fa Mi Re untuk Negeriku

travel beruang, lily riani, kampung mongkos, dayak bidayu serawak, wisata serawak

Kamu kurang gaul, Lip!”

Skakmat yang aku terima di tengah perbincangan seru kami semalam. Kalimat yang terlontar tanpa gejolak rasa dari bibirnya yang tak henti bergerak, menampar ulu hati saat kutanyakan Gemu Fa Mi Re padanya.

Lihat dan dengarkanlah sendiri, nanti kamu akan tahu,” katanya sembari berlalu, menyisakan kunang-kunang yang beterbangan di atas kepalaku.

Kurang gaul? huhhh … berani sekali dia menuding dan mengaduk-aduk emosi saat baru bersua! Belum cukupkah langkah menjauh sesaat dari negeri untuk membuktikan seberapa luas pergaulan itu? Kuredam riak yang mulai menjalari nadiku, mencoba memaknai kata demi kata yang dilontarkannya.

soekarno di pengasingan, penjara banceuy, sel no 5, soekarno
Menjumpai Bung Karno di belakang Sel No 5 penjara Banceuy, Bandung

Musik dengan nada riangnya memenuhi tenda tempat kami menikmati santap malam. Generasi Sumiran tampil ke depan. Tua muda meliukkan badan mengikuti irama yang mengalun dari pengeras suara. Mereka bergerak tak lelah, raut wajah mereka memancarkan senyum tiada henti. Di tengah hentakan musik dan gelak tawa, anganku mengembara mencari jawaban atas tanya yang tak dijawabnya. Continue reading “Gemu Fa Mi Re untuk Negeriku”