Analisa Gonjang Ganjing Gojek

pengendara gojek, gojek

Lalu lintas Jakarta tak terlalu padat pagi itu. Pemandangan ke ruang penumpang dalam bus, moda transportasi umum yang lalu lalang di jalan pun tampak longgar. Tak seperti di hari biasa dijejali penumpang, yang berbagi ruang gerak di antara punggung yang berdesakan, saling menempel satu dengan yang lain.

“Jakarta kalau begini asik ya, Bu,” Agus (sebut saja begitu), pengendara ojek yang motornya saya tumpangi membuka percakapan saat kami mengantri di lampu merah Kuningan. Minggu pagi itu, saya memang sengaja memilih memanggil jasa ojek untuk mengantarkan ke Stasiun Beos. Obrolan kami terus berlanjut sepanjang perjalanan 10 km menuju pusat kota. Agus menjelaskan, dirinya bergabung dengan PT. GoJek Indonesia sejak Desember 2014.

pengendara gojek, gojek
Firsta – Discover Your Indonesia, senang sekali naik GoJek 😉

“Bulan pertama bergabung manfaatnya belum kerasa Bu, tapi setelah berjalan 3 (tiga) bulan hasil ‘narik (ojek) sangat terasa,” kata Agus di sela-sela desah cempreng knalpot kopaja yang melintas di sisi kanan kami. “Maaf ya Bu, motor saya nggak bisa diajak ‘ngebut, ”lanjutnya. Efisiensi waktu juga dirasakan oleh Agus karena dirinya bisa dengan leluasa mengatur sendiri kapan mau mengambil orderan dan mengisi waktu dengan keluarga serta melakukan kegiatan lainnya. Continue reading “Analisa Gonjang Ganjing Gojek”