Dua Tangkai Anggrek untuk Sang Violist

ereveld kembang kuning, karel doorman, petempuran laut jawa

Rasanya baru kali ini membeli kembang utuh sendiri untuk dibawa ke peristirahatan setelah satu pagi di pertengahan 2013 mampir ke Pasar Setui, Banda Aceh membeli bunga tabur untuk IBU. Lalu mendadak merasa seperti orang yang sedang berbunga – bunga sore itu, yang hendak menyambangi seseorang yang membuat hatinya berbunga. Tiga tangkai anggrek vanda sudah dalam genggaman tangan, sengaja dibeli di kedai bunga di pelataran parkir taman pemakaman umum Menteng Pulo.

Selalu ada potongan masa yang berkelabat di dalam kepala setiap kali menjejakkan kaki di tempat yang teduh meski terkadang sangat senyap ini, Ereveld Menteng Pulo. Entah kenapa imaji malah melayang pada monumen Karel Doorman yang berdiri kokoh di tengah – tengah Ereveld Kembang Kuning, Surabaya. Bukankah kemarin 73 tahun kepergiannya?

Ik val aan, volg mij!” serunya menyemangati awak kapalnya. Hari itu, 27 Februari 1942 Karel Doorman memimpin armada laut sekutu bertahan menghadapi gempuran armada laut Jepang yang lebih kuat di Laut Jawa. Continue reading “Dua Tangkai Anggrek untuk Sang Violist”

Andai Sang Jenderal Hidup Lagi!


Jika ada peristiwa sejarah yang menyimpang dari kejadian yang sebenarnya terjadi, memang perlu diluruskan tapi jangan karena emosional. Setelah menulis tentang Panglima KNIL Jenderal Simon Spoor bulan Februari lalu, saya masih penasaran dengan hasil seminar yang diselenggarakan oleh Eksponen 66 di Sipirok, Tapanuli Selatan pada 17-18 Pebruari 2012 lalu. Akhirnya baru kemarin siang menemukan tautan ke hasil seminar yang dilansir oleh Harian Andalas (24/02/2012) dan Medan Bisnis (25/02/2012).

Medan Bisnis menayangkan berita dengan judul Jenderal Spoor Tewas di Sipirok, bahwa dari hasil seminar mengemuka Jendral Simon Spoor tewas di tangan Sahala Muda Pakpahan (Naga Bonar) dalam pertempuran di Aek Gambiri, Tor Simago-mago, Sipirok 23 Mei 1949. Continue reading “Andai Sang Jenderal Hidup Lagi!”

Menguak Misteri Kematian Jenderal Simon Spoor


Kemarin siang saat iseng berselancar di dunia maya, saya menemukan berita mengenai seminar yang diadakan oleh Eksponen 66 Sumatera Utara yang dimuat di Harian Andalas dan Metro Siantar. Seminar yang berlangsung di Hotel Tor Sibohi Sipirok, Tapanuli Selatan (6-18 Pebruari 2012) ini membahas kontroversi tewasnya Jenderal Spoor. Saya lalu teringat pertanyaan seorang kawan di depan makam Jenderal Spoor awal Pebruari lalu,”Lip, si Spoor ini siapa ya? Terus, meninggalnya kenapa?

Setelah mengunjungi makam Aubertin Mallaby Sabtu (04/02/2012), kami menyempatkan berkunjung ke makam Spoor. Ini adalah kunjungan kedua saya setelah kunjungan tahun 2006. Jenderal Simon Hendrik Spoor lahir di Amsterdam, 12 Januari 1902 adalah panglima tertinggi tentara kerajaan Belanda (KNIL/Koninklijk Nederlands Indisch Leger) di Hindia Belanda (1945 – 1949) dan meninggal 25 Mei 1949 di Batavia (sekarang Jakarta). Hampir serupa dengan Mallaby, kematian Spoor juga dilingkupi berbagai kontroversi berikut: Continue reading “Menguak Misteri Kematian Jenderal Simon Spoor”