Di Timur Matahari, Lagu Perjuangan yang Terlupakan

the indonesia choir

Pagi ini saya iseng bertanya pada Om Gugel, informasi apa yang bisa diberikan bila saya mengetikkan tiga kata “di timur matahari” ? Dalam waktu 0,08 detik ada sekitar 2,250,000 pilihan informasi ditampilkan di layar monitor dan 10 informasi teratas tentang film Di Timur Matahari yang sedang tayang di bioskop. Saya iseng lagi, dengan menambahkan dua kata di depan pencarian pertama menjadi “wr soepratman di timur matahari”, hasilnya? 100% informasi yang ditampilkan berbeda! Adakah orang seiseng saya yang terpikir untuk menambahkan dua kata terakhir di depan pencarian awal? Continue reading “Di Timur Matahari, Lagu Perjuangan yang Terlupakan”

Raden Saleh, Perancang Busana Pertama Indonesia


Pernah tinggal 22 tahun (1829 – 1851) ditambah 3 tahun pengembaraan (1875-1878) di Eropa, hidup bergaul dengan kalangan bangsawan, menjadi pelukis kerajaan Belanda yang lukisannya digemari kolektor lukisan Eropa; membuat Raden Saleh Syarief Bustaman terbiasa dengan pakaian ala Eropa. Tahun 1851 ketika kembali ke Tanah Air, Raden Saleh sempat bingung dengan kostum yang layak dikenakannya sehari-hari. Continue reading “Raden Saleh, Perancang Busana Pertama Indonesia”

Wapres Boediono Membuka Pameran Monografi Raden Saleh


Sebuah momentum berkesenian terukir dalam sejarah untuk pertama kalinya di Indonesia bahkan mungkin di dunia, terjadi malam ini. Bapak Modernitas Jawa yang melintas batas kesukuan dan tempat; Raden Saleh Syarif Bustaman adalah contoh ke-bhinnekaan. Keturunan Jawa Arab yang besar dalam keluarga bupati di daerah Jawa Tengah, pada usia 22 tahun berangkat ke Eropa untuk mendalami seni lukis dan tinggal di sana selama lebih dari 20 tahun. Demikian disampaikan Wakil Presiden Boediono dalam sambutannya pada pembukaan pameran Raden Saleh dan Awal Lukis Modern Indonesia di Galeri Nasional Indonesia, Sabtu malam (2/6). Continue reading “Wapres Boediono Membuka Pameran Monografi Raden Saleh”

Sie Jin Kwie di Negeri Sihir, Persembahan Istimewa Teater Koma di Usia 35 Tahun


Sie Teng San ditugaskan oleh gurunya untuk berbakti dan membawakan obat buat ayahnya yang terluka saat pertempuran dengan Souw Po Tong. Sie Teng San putera panglima perang Kerajaan Tang – Sie Jin Kwie, menjadi korban salah sasaran panah ayahnya saat masih kecil. Teng San yang dianggap sudah mati ternyata diambil dan dihidupkan kembali oleh Dewa Onggo yang mengangkatnya menjadi murid. Sesuai petuah gurunya, Teng San berangkat menjemput ibunya Liu Kim Hwa dan adiknya Sie Kim Lian di Liong Bun sebelum menemui ayahnya. Sementara itu Sie Jin Kwie yang tidak sadarkan diri, rohnya terlepas dari raga melayang-layang ke akhirat. Di akhirat penjaga Buku Langit memperlihatkan takdir masa depannya kelak Sie Jin Kwie akan mati oleh anak panah Sie Teng San. Continue reading “Sie Jin Kwie di Negeri Sihir, Persembahan Istimewa Teater Koma di Usia 35 Tahun”

Wayang Orang Bertahan di Derasnya Serbuan Hiburan Modern

wayang orang bharata, persiapan pentas wayang orang, wayang orang di senen, wayang orang di jakarta

Tanda waktu sudah menunjukkan pk 19.30, Budianto bolak-balik merapikan riasan di wajahnya dan memulas foundation untuk menutupi lengannya yang bertattoo. Setengah jam lagi Budianto dan kawan-kawan harus bersiap di belakang panggung menunggu giliran untuk tampil sesuai dengan bagiannya. Di ruang tengah lantai dua, para pria berjejer di depan cermin: ada yang masih asik memoles wajahnya, merapikan kostum sembari bercanda satu sama lain. Sementara di ruang pojok, para wanita juga sibuk membenahi riasan dan sanggulnya. Setiap sabtu siang mereka berkumpul di Gedung Wayang Orang Bharata, berlatih untuk pementasan di malam harinya. Continue reading “Wayang Orang Bertahan di Derasnya Serbuan Hiburan Modern”

Catatan dari Konser Musik Etnik


Semalam habis nonton Konser Musik Etnik di BPPT; saat menunggu pintu auditorium dibuka iseng membaca banner yang dipajang di dekat pintu masuk berisi Visi Misi Kartidaya. Jujur tertarik dengan kegiatan mereka dan salut buat anak-anakNya yang memberi diri & tenaga untuk terlibat dalam pelayanan lintas budaya ini.

Suka dengan konsep acaranya yang menghadirkan beragam budaya Indonesia dalam satu konser etnik, namun sayang kemasannya kurang tertata dengan baik.

Beberapa poin yang mengganggu dan perlu diperhatikan penyelenggara adalah: Continue reading “Catatan dari Konser Musik Etnik”