Melunakkan Rasa di Gravity Sky Lounge

Jus markisa. gravity sky lounge, swiss-belhotel makassar

Selepas hari – hari kelabu yang mewarnai perjalanan di Makassar tahun lalu, harap yang diam – diam kutabung satu – satu di hati hanyalah tak akan menginjakkan kaki ke sana hingga kenangan akan hari – hari yang menyesakkan itu tertepis dari ingatan. Bisakah? Selama rasa masih melekati hidup, terlalu sulit untuk menghalau semua kenangan itu. Bahkan bila harus pura – pura lupa.

Dan .. di sinilah aku kini. Di kota yang ingin kuhindari namun tak bisa kutampik untuk hadir karena memang harus berada di sini! Makassar International Writers Festival (MIWF) 2018 membawaku kembali ke Makassar! Kali kedua hadir di kegiatan literasi terbesar di Indonesia Timur, di tempat para pegiat literasi berkumpul dan berbagi energi positif.

Jus markisa. gravity sky lounge, swiss-belhotel makassar, tempat nongkron di makassar

Continue reading “Melunakkan Rasa di Gravity Sky Lounge”

Graffiti Restaurant, Ketika Putaran Waktu Terbenam dalam Rasa

graffiti restaurant, mercure simatupang jakarta

Tinggal dan beraktifitas di Jakarta mesti pandai-pandai mengatur strategi, termasuk ketika membuat janji pertemuan dengan seseorang di satu tempat. Selain pertimbangan waktu, satu hal yang juga wajib diperhitungkan adalah traffic. Sehingga ketika waktu pertemuan dan tempat telah disepakati, perkiraan jarak tempuh untuk sampai di tujuan pun dapat diperhitungkan dengan baik.

graffiti restaurant, mercure simatupang jakarta
Graffiti Restaurant (dok. Mercure Jakarta Simatupang)

Hal itu pulalah yang menjadi pertimbangan ketika mengatur pertemuan dengan seorang sahabat saya, Indri Juwono. Senin sore dari salah satu sudut ruang di lantai tiga kantor, saya mengintip arus lalu lintas menuju selatan Jakarta semakin padat merayap.
Continue reading “Graffiti Restaurant, Ketika Putaran Waktu Terbenam dalam Rasa”