Istana Bandar Jugra

istana bandar jugra, istana alaeddin, sultan selangor v, sejarah selangor, rentak selangor

Se’re se’re ji batara aule
Ati raja na ki jai pa’nganroi ri kodong
Rajale ellele kerea mino
Ati ati ati raja
Ki tarima pappala’na aule

Sedikit tahu beberapa lagu daerah yang umum didengar tak lantas membuat lidah ini pandai melafalkan lagu daerah dengan baik. Tapi ketika sayup – sayup terdengar Ati Raja yang tak asing di kuping mengalun dari belakang istana, saya penasaran ingin mencari tahu keriaan yang sedang berlangsung di dalam sana. Bergegas, saya membalikkan badan, meninggalkan Taman Larangan, mencari pintu untuk masuk ke istana.

istana bandar jugra, istana alaeddin, sultan selangor v, sejarah selangor, rentak selangor
Selamat datang di Istana Bandar Jugra

Di sebuah ruang, di belakang istana, saya menjumpai anak – anak perempuan berbaju bodo kembang – kembang. Continue reading “Istana Bandar Jugra”

Sky Mirror, Salar de Uyuni Kuala Selangor

sky mirror, sasaran beach, rentak selangor, Salar de Uyuni

Mata masih setengah tertidur ketika bus yang kami tumpangi berhenti di area parkir Dermaga Sungai Buluh, Jeram. Meski sempat pulas dalam perjalanan dari The Kabin ke Jeram, badan masih saja merindukan pembaringan. Turun dari bus, perut ikut – ikutan pula berkicau. Tak peduli sudah diberi sebungkus roti Bun Sambal Bilis dan sekotak susu coklat cair sebelum beranjak dari hotel, tetap saja ia merajuk dan berharap menemukan jajanan pasar di sekitar dermaga. Sayangnya, tak tampak sedikit pun tanda – tanda kehidupan di dermaga pagi itu. Setelah disuap sebungkus (lagi) Bun Sambal Bilis, ia mulai tenang dan mau bersabar menanti perahu motor yang akan ditumpangi ke Sasaran, satu tempat di tengah laut sana.

sky mirror, rentak selangor, sasaran beach,  Salar de Uyuni

Saya tak sempat mengecek kenapa hari ini mesti berangkat pagi – pagi ke Sasaran. Namun selentingan yang santer beredar sejak semalam membuat penasaran. Kata mereka bila belum kesampaian ke Salar de Uyuni, sasarlah Sasaran!

Continue reading “Sky Mirror, Salar de Uyuni Kuala Selangor”

The Kabin: Vancouver, Tempat Pelarian yang Menyenangkan

the kabin, hotel di selangor, hotel kontainer

Saya kembali ke Vancouver malam itu saat purnama mencapai puncaknya. Ia mengintip malu – malu dari sela – sela daun pepohonan  yang tumbuh di samping kabin. Bersyukur sekali saya mendapatkan kabin yang menghadap ke kolam renang. Cukup duduk – duduk di teras, saya bisa menikmati purnama memendarkan warna keperakan saat mencumbu air di permukaan kolam renang itu. Pun bila pagi datang dan menggeliat di lantai teras, pijar keemasannya membuat daun – daun pohon melonjak kegirangan. Keanggunan purnama yang memesona mengalihkan kerinduan badan pada kucuran air panas yang jatuh dari pancuran. Segala lelah setelah seharian berada di luar ruang perlahan susut. Lelehan keringat yang tadi tiada henti mengalir, telah mengering dan lengket pada badan. Saya masih enggan untuk beranjak dari teras. Namun, angin menusuk dari pantai di belakang kabinlah yang akhirnya memaksa diri masuk kamar dan mandi.

the kabin selangor, hotel di selangor, hotel kontainer, rentak selangor
View dari teras Vancouver

Di Vancouver, terdapat 2 (dua) buah ranjang susun yang saya tempati bertiga dengan Emily dan Suci selama 2 (dua) malam saat mengikuti kegiatan #RentakSelangor kedua pada awal Maret lalu. Vancouver adalah nama salah satu kabin/kontener yang telah dimodifikasi menjadi kamar yang nyaman untuk ditempati beristirahat di The Kabin, Kuala Selangor.

Continue reading “The Kabin: Vancouver, Tempat Pelarian yang Menyenangkan”

Berkenalan dengan Master Siow

master of lion dance, master siow, rentak selangor, tari barongsai

Lelaki tengah baya itu terlihat asik bermain dengan tang, paku, dan seutas kawat di tangannya. Tak sedikit pun terganggu dengan langkah banyak orang yang datang berdiri melingkar di belakangnya, menantinya berpaling dari keasikannya itu.

master of lion dance, master siow, rentak selangor, tari barongsai

Siow Ho Phiew, usianya sudah melewati angka 60. Ia akrab disapa Master Siow – nama itu tertulis di belakang kaos kuning yang dikenakannya siang itu – akhirnya tersadar akan keberadaan orang lain di dalam ruang kerjanya. Diletakkannya perkakas yang sedari tadi digenggamnya, memutar badan lalu menempelkan pantat di ujung meja sebelum mulai bercerita. Ia berhemat bercakap Melayu, lebih banyak bertutur dengan bahasa Mandarin. Ia banyak berbagi kisah menarik hingga yang menggelikan yang berhasil mengalihkan konsentrasi dari hawa panas karena kipas angin besar yang bergelantungan di dinding tak sanggup lagi menyejukkan ruang yang kami sesaki.

Continue reading “Berkenalan dengan Master Siow”

[Rentak Selangor] Warisan Budaya Jawa, Andalan Wisata Selangor 2017

rentak selangor, kuda kepang, kerasukan, discover selangor, gamelan

Dua jam berlalu sejak Wak Rusli menengadahkan wajah dan mengangkat tangannya meminta persetujuan para dewa alam semesta untuk hadir di tengah warga yang sudah berkumpul. Sejak kemenyan dibakar di dalam sebuah nampan yang juga berisi sesembahan dan diletakkan di tengah – tengah tanah lapang, di depan topeng sisingaan. Asapnya membubung ke langit, wanginya terbang dibawa angin yang bergerak pelan – pelan. Satu per satu pemain Kuda Kepang, tarian yang akan dipertunjukkan malam itu, bersimpuh di depan nampan, membasuh mukanya dengan asap yang terus saja meliuk – liuk. Itulah ritual magis yang dilakukan sebelum hajatan Kuda Kepang digelar di Homestay Haji Dorani, Kampung Sungai Besar, Selangor.

rentak selangor, kuda kepang, kerasukan, discover selangor

Gendang ditabuh, gending dibunyikan, suara gong melolong memecah senyap. Para penari mulai mengayun langkah satu – satu. Maju, mundur, berputar, dan berkeliling membentuk lingkaran. Pergantian gerak mengikuti hentakan cemeti. Dua jam pentas disertai suasana magis, makin malam semakin mencekam. Pada tiga puluh menit terakhir, saya menahan napas. Mungkin sebagian yang berkumpul juga menahan napas, menanti dengan was – was apa yang akan terjadi selanjutnya saat Wak Rusli kembali turun ke tengah lapangan untuk “membebaskan” tubuh – tubuh yang sudah diisi dan ditumpangi kekuatan magis sehingga melakukan gerakan tak biasa tanpa merasa lelah. Bulan malu – malu menyingkap tirai awan yang menyelubungi tubuhnya, kembali bersinar di atas kepala.

Continue reading “[Rentak Selangor] Warisan Budaya Jawa, Andalan Wisata Selangor 2017”

Dikilik – kilik di Qliq Damansara

hotel qliq damansara, hotel di damansara, hotel di malaysia, empire damansara

Sudah agak lama saya mendengar sebuah tempat di negeri seberang yang bernama Damansara. Tempat yang ingin disambangi awal tahun lalu, yang harus digagalkan mengingat waktu yang sangat terbatas untuk pergi pulang hingga beranjak ke bandar udara Kuala Lumpur. Tempat yang kata seorang kawan ketika kami menikmati sarapan sederhana yang tersaji di penginapan pada awal Desember 2016 lalu, kawasan elit.

hotel qliq damansara, hotel di damansara, hotel di malaysia, empire damansara
Qliq Damansara Hotel

Damansara mulai dibuka dan dikembangkan pada pertengahan 1990-an menjadi kawasan hunian dan bisnis baru di Petaling Jaya, Malaysia. Jaraknya, sekitar 30 menit berkendara dari jantung Kuala Lumpur bila tak terkendala macet. Siapa sangka kalau di akhir tahun lalu saya akan menginap di kawasan Empire Damansara, yang hanya sepelemparan popok dari apartemen kemenakan yang selalu saja tak bisa bersua atau berselisih jalan ketika saya ke Kuala Lumpur dan mereka justru hendak beranjak dari sana. Nyata benar, segala sesuatu ada masanya.

Continue reading “Dikilik – kilik di Qliq Damansara”

Pulau Carey, Kampung Mistis Mah Meri

rentak selangor, moyang pongkol, suku mah meri, mah meri tribe, pulau carey

Sewaktu diajak ke Pulau Carey, saya pikir akan menyeberang dengan perahu atau kapal motor cepat dari Damansara, tempat saya menginap selama di Selangor, Malaysia, ke sebuah pulau yang bernama Carey. Jadi, saya pun bertanya, dari mana dan berapa lama waktu tempuh yang diperlukan untuk menyeberang?

+ We don’t go for an island hoping Lip, Pulau Carey can be reach by bus.
– Owuoooo

Penjelasan dari beberapa kawan pejalan yang menemani berjalan hari itu pun melahirkan “o” bulat berkepanjangan di bibir serupa orang oon.

rentak selangor, moyang pongkol, suku mah meri, mah meri tribe, pulau carey
Moyang Pongkol

Pulau Carey diberi nama mengikuti nama Edward Valentine Carey, pengusaha perkebunan yang berhasil mengembangkan komoditi kopi dan karet di Malaysia hingga dihadiahi sebuah pulau oleh pemerintah yang berkuasa di Malaysia pada abad 19 untuk dikelola. Pulau yang berada di wilayah Kuala Langat itu, letaknya di sebelah utara Kota Banting, di sisi selatan Port Klang, dan dipisahkan oleh Sungai Langat dengan daratan Selangor.

Continue reading “Pulau Carey, Kampung Mistis Mah Meri”

Banghuris Homestay, Kampung Wisata Bernuansa Jawa di Selangor

banghuris homestay, rentak selangor, discover selangor, homestay di selangor

Nyawa yang belum seratus persen terkumpul, tersentak dengan talu – taluan rebana yang menyapa saat kepala baru melongok setengah dari dalam pintu bus di pelataran rumah panggung tempat bus yang saya tumpangi berhenti. Aduuuh, ini di mana? Koq ramai benar? Rumah siapa ini, sepertinya tak asing. Kusapa Shams yang berdiri tak jauh dari para penalu rebana.

banghuris homestay, rentak selangor, discover selangor, homestay di selangor
Kebun Bambu Madu di Banghuris Homestay

+ Heiiii! kita pernah ke sini kan? ya, kaaaan?
– Iyaaaa. Eh, kapan ya kamu ke sini?
+ MTH2013
– Aaaah, iya benar

Saya ingat sekarang, rumah ini adalah ikon di Banghuris Homestay tempat menikmati makan siang sewaktu mengikuti keriaan Malaysia Tourism Hunt (MTH) 2013. Masa awal berkenalan dengan destinasi wisata Malaysia. Biasanya, keriaan acara Banghuris Homestay dipusatkan di pekarangan rumah ini.

Continue reading “Banghuris Homestay, Kampung Wisata Bernuansa Jawa di Selangor”

Menjumpai Murugan

dewa murugan, batu caves, jumlah tangga batu caves, thaipusam batu caves, rentak selangor, dewa di batu caves

Tawa sumbangmu selalu membahana bila melihat kepalaku mengangguk – angguk, meyakinkan dirimu, belum pernah sekali pun kakiku meniti ratusan anak tangga ke puncak Batu Caves. Jangankan meniti anak tangganya, menjejak di pelatarannya saja aku tak pernah. Tapi ketika ada kawan yang hendak pelesiran ke Malaysia dan bertanya bagaimana menggapai Batu Caves; aku selalu yakin menyarankannya naik Kereta Tanah Melayu a.k.a KTM tujuan Batu Caves dari KL Sentral dan turun di stasiun perhentian terakhir. Aku tahu jalur keretanya karena beberapa kali Meywah bersenggolan dengan pejalan yang membopong ransel tinggi – tinggi di dalam gerbong kereta hendak pergi atau baru saja turun dari Batu Caves.

Dewa Murugan, batu caves, bagaimana ke batu caves, rentak selangor
Patung Dewa Murugan

Aku percaya, kesempatan terbaik itu akan selalu menghampiri di saat yang tepat. Dan waktu itu datang kala banyak orang merayap di jantung Jakarta dengan #Aksi212, aku memilih menyepi dan berdiri di depan Murugan yang menjulang di depan Batu Caves. Tempat yang beberapa kali disebut oleh Syers, Kapten Harry Charles Syers, kepala polisi federasi Malaysia yang membangun rumah pasung di Bukit Jugra karena bukit kapur itu berada di wilayah pengawasannya.

Continue reading “Menjumpai Murugan”