Singkawang, Tiongkok Lalu di Masa Kini

rumah keluarga thjia singkawang, pesona singkawang, bangunan cagar budaya singkawang

Satu jam perjalanan meninggalkan Singkawang menuju Pontianak siang itu rasanya sudah diisi berjam – jam tidur tapi pemandangan di luar ketika mata terbuka tak jua berubah. Hamparan pohon kelapa dan kebun karet berlarian di kiri kanan jalan yang dilintasi. Tampak pula kelenteng dan rumah – rumah kayu sederhana yang berdiri berjauhan dengan tetangganya lalu pemandangan berulang lagi dengan pepohonan kelapa dan karet. Saat yang lain menikmati tidurnya, saya yang memilih duduk di bangku belakang beberapa kali terbangun karena goncangan. Jalan aspal yang mulus membuat sopir melajukan kendaraan dengan kecepatan di atas rata – rata. Ketika melalui jalan yang bergelombang lajunya tak dikurangi sehingga goncangan di bagian belakang terasa tak nyaman. Meski beberapa kali sengaja ber-aduh! aduh! sopirnya hanya melirik lewat kaca spion dan kejadian itu terulang beberapa kali. Mungkin dirinya lupa di belakang ada makhluk hidup, tak hanya tumpukan koper dan tas. Atau, bisa jadi memang tak terlihat sosok manusia hehe.

bundaran 1001 ai singkawang, ikon singkawang, pesona singkawang
Bundaran 1001 AI Singkawang dengan 3 patung yang mewakili 3 etnis besar di Singkawang: Tionghoa, Melayu, dan Dayak (dok. Syaiful Anwar)

Continue reading “Singkawang, Tiongkok Lalu di Masa Kini”

Bertoleransi Lewat Keberagaman Rasa Kuliner Singkawang

Kuliner Singkawang, Pesona Singkawang, Bubur Babi Singkawang, Kopi Singkawang

Tingkat peradaban suatu bangsa dapat ditakar lewat perkembangan budaya yang bisa ditelusuri lewat seni, religi, bahasa, dan ilmu pengetahuan di dalam masyarakatnya. Agar tak lama berpikir dalam – dalam, jika waktu tak cukup banyak saat berkunjung ke suatu daerah, datanglah ke museum daerahnya. Kalau tak ada museum? Jelajahi saja kawasan kota tuanya. Cobalah berbincang dengan warga lokal yang usianya terlihat banyak dan matang berpikirnya. Tak bertemu juga? Nasibmu, Lip!

Oh, masih ada satu cara untuk meresapi makna perjalanan ke kota itu lewat seni mengecap rasa. Nikmati kuliner lokalnya! Belumlah lengkap berkunjung ke Singkawang bila lidah belum menikmati sajian lokalnya. Beberapa yang sempat dinikmati, yang sebagian saya jumpai di tenda kuliner Cap Go Meh karena tak punya waktu banyak untuk mengeksplorasi kota. Continue reading “Bertoleransi Lewat Keberagaman Rasa Kuliner Singkawang”

Mengejar Tatung ke Singkawang

tatung, tatung singkawang, cap go meh singkawang

Turis tidak mau mengunjungi destinasi wisata yang jarak tempuhnya 3 (tiga) jam – [Arief Yahya, Menteri Pariwisata]

Lalu, apa yang membuat seseorang atau sekelompok orang rela meluangkan waktunya melakukan perjalanan jauh ke suatu tempat? Daya pikat, keunikan, pengalaman berbeda yang akan didapatkan di perjalanan. Rasanya itulah alasan yang meyakinkan saya melakukan perjalanan ke Kalimantan Barat minggu lalu demi melihat perayaan Festival Cap Go Meh Singkawang 2019. Mengejar Tatung!

tatung, tatung singkawang, cap go meh singkawang

Cap Go Meh (dari bahasa Hokkien) artinya hari kelima belas yang dihitung setelah memasuki Tahun Baru Cina atau Imlek. Dulu, di tempat asalnya di Tiongkok sana, perayaan Cap Go Meh yang dilakukan untuk menghormati Dewa Thai Yai diadakan tertutup hanya untuk keluarga istana dan kalangan tertentu saja. Namun setelah berakhirnya pemerintahan Dinasti Han, perayaan Cap Go Meh pun terbuka untuk umum. Continue reading “Mengejar Tatung ke Singkawang”