Tenno Heika Menyerah, Mallaby Berlabuh di Tanjung Perak

makam aws mallaby, aws mallaby, mallaby, pertempuran surabaya, the battle of surabaya

Jepang manut juga pada Deklarasi Postdam (Yalta) setelah Amerika mengancam untuk menghancurkan Tokyo menyusul Nagasaki dan Hiroshima. Lewat corong radio Tokyo pada 14 Agustus 1945, Tenno Heika mengumandangkan kepada rakyatnya dan ke penjuru dunia, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu. Perang Dunia II pun berakhir. Sekutu bersiap masuk ke Indonesia dengan 2 (dua) pasukan khusus. SEAC (Southeast Asia Command) terdiri dari pasukan Inggris untuk wilayah barat di bawah komando Laksamana Lord Louis Mountbatten dan wilayah timur pasukan Australia yang tergabung dalam SWPA (South West Pacific Area) di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur.

Di Indonesia, sebulan setelah merdeka, suasana di Surabaya kembali memanas. Arek – arek Suroboyo tak senang dan tak tenang melihat tentara Jepang masih saja berkeliaran di jalan – jalan kota Surabaya. Dari Singapura, Laksmana Mountbatten, menugaskan Brigadir Jenderal Mallaby dengan pasukan Fighting Cox-nya mengurus Surabaya. Tugasnya, melucuti senjata Jepang dan mengangkut mereka keluar dari Indonesia, membebaskan tawanan perang dan interniran Sekutu terutama perempuan dan anak – anak untuk dievakuasi dari Surabaya serta menjaga kemanan dan ketertiban Surabaya hingga diserahkan kepada pemerintahan sipil.

Yang terjadi kemudian … Pertempuran Surabaya babak kedua pecah di Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1945.

Continue reading “Tenno Heika Menyerah, Mallaby Berlabuh di Tanjung Perak”

5 Hotel Pilihan di Surabaya

tugu pahlawan surabaya, pertempuran surabaya, hari pahlawan

Dua tahun berlalu semenjak jejak terakhir ditinggalkan di kota ini. Kota selaksa kuliner yang senantiasa menggugah rasa dengan ragam destinasi wisatanya yang menggoda untuk disusuri. Banyak jejak sejarah ditorehkan yang membuatnya dikenal juga sebagai kota Pahlawan. Kembali ke kota ini, adalah impian lama yang akhirnya terealisasi setelah keseringan tertunda, tersalip perjalanan lain. Surabaya, kota yang menyimpan kenangan akanmu.

Jenderal Mallaby, Mallaby, pertempuran surabaya
Karenanya langkah kembali menjejak di Surabaya

Setangkai anggrek vanda yang kubawakan untukmu pastilah telah layu dan menjadi humus, namun semangatku untuk berjalan tak akan pernah susut. Semangat yang membawaku kembali ke kota ini untuk menyusuri jejakmu.

Siapa yang tak mengenal Surabaya? Continue reading “5 Hotel Pilihan di Surabaya”

Menyusuri Jejak Pertempuran Surabaya November 1945

ereveld kembang kuning, makam kembang kuning

Jakarta, 4 Pebruari 2012 Sebuah perjalanan menyusuri sejarah bangsa diawali dari Menteng Pulo, tepatnya dari makam Brigadir Jenderal AWS Mallaby, Brigadir Jenderal Robert Guy Loder-Symonds dan Letnan Philip Osborne. Mallaby tewas dalam pertempuran di depan Gedung Internatio, Surabaya pada 30 Oktober 1945; beberapa jam setelah tercapai kesepakatan antara Indonesia dan Inggris untuk mengakhiri kekacauan di Surabaya. Hingga kini tak diketahui dengan pasti Mallaby tewas karena terkena peluru pejuang Indonesia ataukah terjangan peluru dari pasukannya sendiri. Sedangkan Loder-Symonds dan Osborne meninggal dalam kecelakaan pesawat yang jatuh dan terbakar di bandara Morokrembangan, Surabaya pada 10 November 1945.

Kunjungan singkat yang berlangsung pada suatu pagi di awal Pebruari 2012 itu, menyisakan kerinduan untuk menyusuri jejak pertempuran Surabaya 1945. Continue reading “Menyusuri Jejak Pertempuran Surabaya November 1945”

Mencari Jejak Mallaby

aws mallaby, pertempuran sepuluh nopember, mallaby

Awan tebal yang menggelayut manja di langit tak mengurungkan niat kaki melangkah mendekati gerbang taman yang dituju di akhir pekan lalu. Taman yang membuat suara tercegat di tenggorokan kala gundukan-gundukan kecil tampak menyembul di sela hijaunya rerumputan yang terhampar rapi di depan mata. Beragam perasaan campur aduk dalam rongga dada, ada decak kagum menggetarkan ujung lidah namun tak sepatah kata pun terucap. Kuhentikan langkah pada anak tangga di tengah-tengah taman. Menyapukan pandang mengitari taman nan hijau, teduh dan asri. Hanya kesenyapan yang menyadarkan diri yang mematung di tengah taman pemakaman. Continue reading “Mencari Jejak Mallaby”