Diponegoro dari Sudut Pandang Pekerja Seni

basuki abdullah, lukisan diponegoro

Hujan deras tak menghalangi langkah segelintir warga Jakarta yang kini mengantri di ruang depan bangunan utama Asrama Putri Carpentier Alting Stitching (CAS) siang itu. Bangunan yang dibangun pada 1817 oleh G.C van Rijk atas prakarsa Yayasan CAS, sebuah lembaga yang dibentuk oleh Pdt Albertus Samuel Carpentier Alting yang bernaung di bawah ordo van Vrijmetselaren.

basuki abdullah, lukisan diponegoro
Dua anak kecil sedang mengisi tugas di depan lukisan karya Basuki Abdullah di pameran Aku Diponegoro

Ketika pemerintah Indonesia pada masa Soekarno mengeluarkan larangan berkegiatan yang berbau Belanda, pengelolaan lembaga pendidikan ini diserahkan kepada Yayasan Raden Saleh. Karena ditengarai masih berada di bawah naungan Vrijmetselaren Lorge sebuah gerakan yang dinyatakan sebagai gerakan terlarang di Indonesia, maka pada 1962 Yayasan Raden Saleh dibubarkan. Gedung dan seisinya berikut pengelolaannya kemudian dialihkan kepada Departeman Pendidikan dan Kebudayaan. Continue reading “Diponegoro dari Sudut Pandang Pekerja Seni”

Wapres Boediono Membuka Pameran Monografi Raden Saleh


Sebuah momentum berkesenian terukir dalam sejarah untuk pertama kalinya di Indonesia bahkan mungkin di dunia, terjadi malam ini. Bapak Modernitas Jawa yang melintas batas kesukuan dan tempat; Raden Saleh Syarif Bustaman adalah contoh ke-bhinnekaan. Keturunan Jawa Arab yang besar dalam keluarga bupati di daerah Jawa Tengah, pada usia 22 tahun berangkat ke Eropa untuk mendalami seni lukis dan tinggal di sana selama lebih dari 20 tahun. Demikian disampaikan Wakil Presiden Boediono dalam sambutannya pada pembukaan pameran Raden Saleh dan Awal Lukis Modern Indonesia di Galeri Nasional Indonesia, Sabtu malam (2/6). Continue reading “Wapres Boediono Membuka Pameran Monografi Raden Saleh”

Java War [Diponegoro 1825-0000], Belajar dari Perjuangan Pangeran Diponegoro


Mungkin tak banyak yang tahu hari ini 226 tahun yang lalu, di Yogyakarta lahir seorang putera raja yang dikemudian hari dikenal sebagai seorang yang pemberani, saleh & pembela kaum papa. Beliau adalah Pangeran Diponegoro putera Hamengkubuwana III yang sedari kecil diasuh oleh neneknya, dididik untuk hidup bersahaja, jujur, berjiwa pemimpin, rendah hati dan dekat dengan rakyat. Lahir dengan nama Raden Mas Ontowiryo, beliau menolak diangkat menjadi raja mengingat dirinya adalah anak dari seorang selir bukan permaisuri raja. Continue reading “Java War [Diponegoro 1825-0000], Belajar dari Perjuangan Pangeran Diponegoro”