Memento Mori

blues merbabu, memento mori, 65, gitanyali, gitanyali blues merbabu, bre redana

Sudah lama sekali tidak membuat resensi bacaan yang menyenangkan. Kalau tak salah, terakhir 4 (empat) bulan lalu. Itu pun setelah 5 (lima) bulan dari resensi sebelumnya. Sepertinya saya sedang malas, tapi pagi ini karena sedang kepikiran, bolehlah saya tambahkan satu ulasan (eh dua deh) bacaan yang sempat dibaca bulan lalu. Yang lain menyusul saja ya  😉

Pada Hari Buku Nasional (17/05/2016) lalu, di beberapa tempat, para pegiat literasi kembali angkat bicara menyerukan kepada pemerintah agar mengambil kebijakan menghentikan pemberangusan buku-buku kiri dan kegiatan literasi yang belakangan marak (lagi) dilakukan oleh pihak-pihak tertentu sehingga menggelisahkan kalangan pegiat dan pecinta literasi.

blues merbabu, memento mori, 65, gitanyali, gitanyali blues merbabu, bre redana
65

Continue reading “Memento Mori”