Rini, Gadis Melayu dan Kembang

goresan juang kemerdekaan, pameran koleksi benda seni istana, lukisan istana kepresidenan, pameran lukisan istana kepresidenan

Kartu pers!”

Lelaki berseragam yang duduk di depan pintu menahan langkah yang siap diayun melewati pintu kaca di samping kanannya. Ah, lelaki kurus dengan bedil dibiarkan menggantung di pundak itu buang muka saat kutunjukkan selembar undangan elektronik lewat gawai.

 “Pokoknya nggak bisa mbak, harus ada ID pers atau telpon aja yang kasih undangan suruh jemput di pintu,” katanya memberi penjelasan dengan penekanan pada kata ID dan PERS, mukanya menoleh ke temannya yang berbatik. Ketika ditawarkan kartu nama, lelaki itu tak mau tahu. Harus mengenakan kartu yang dikeluarkan tempat mengabdi dengan tulisan pers yang mencolok, dan dikalungkan di leher. Kekeukeuhan si bapak membuatku berpikir untuk membuat gantungan pengenal bertuliskan pers kuburan 🙂

Dua jurnalis berkaos polo dengan logo sebuah kantor berita terpampang di dada yang datang menenteng tripod disapanya dengan ramah,”Lhoo … tadi bukannya sudah ke sini sama bapak (maksudnya pak presiden)“?”
Iya pak, balik liputan ke istana bentar belum sempat mengambil gambar di sini.Continue reading “Rini, Gadis Melayu dan Kembang”