Keumala, the Power of Nanggroe

benteng inong bale

Roda kendaraan menggelinjang menuruni jalan berbatu, sesekali dihindarinya gelitikan semak belukar dari kiri kanan jalan yang berebut menggapai tubuhnya. Melihat kondisi jalan yang kami lalui, bisa dipastikan sangat jarang kendaraan yang sengaja untuk berlalu lalang di sini.

Jelang tujuan, mata berulang menyusuri kembali pesan-pesan yang dikirimkan oleh sang Penerima Pesan sehari sebelum berangkat ke Nanggroe. Petuah untuk menyiapkan hati menghalau kecewa jika nanti mendapati hal yang jauuuuuuuh dari harapan bila bertandang ke benteng IBU.

“Jangan lewatkan pemandangan indah menuju benteng.”
“Kalau ke benteng jangan sedih ya, di sana tak ada satu pun yang tersisa.” Continue reading “Keumala, the Power of Nanggroe”

Keumala, the Spirit of Nanggroe


Pantai Ujong Batee, selintas tulisan pada papan penanda tempat wisata di Jl Krueng Raya, Aceh Besar tertangkap ujung mata. Sekitar 200 meter dari sana, kami berhenti di bibir pantai yang senyap menanti beberapa kawan yang menyusul dengan kereta (=sepeda motor).

Langit berselimut awan kelabu. Sang surya yang biasanya tampil gagah turut bermuram durja melengkapi Minggu pagi yang sepi di penghujung Pebruari 2013. Kaki diayun di atas hamparan pasir yang berlomba memeluk erat pori-pori kaos yang membalut jemari kaki. Di pantai itu hanya terlihat satu keluarga kecil menikmati berendam dalam air laut yang mereka bendung di tepian. Continue reading “Keumala, the Spirit of Nanggroe”