Dialita, Suara Hati Perempuan Penyintas G30S

dunia milik kita, paduan suara dialita, dialita, wanita tapol, tapol, kamp plantungan, penjara bukit duri

Petang mulai basah dan secangkir Blossom Tea dingin menyusut dari cangkir ketika seorang lelaki memasuki kedai kopi tempat saya bermalas – malasan menatap layar monitor yang tampilannya tak berubah banyak selama hampir sejam duduk di sana.

dunia milik kita, paduan suara dialita, dialita, wanita tapol, tapol, kamp plantungan, penjara bukit duri
Album pertama Dialita

Dia mengedarkan pandang, bertanya pada petugas di meja kasir, sepertinya mencari seseorang. Bersamaan dengan gerak tangan kanannya yang menggenggam HP didekatkan ke kuping, layar HP saya yang tergeletak di meja pun turut bergerak – gerak.

Pak Saiful?”
Ibu Olive?”

Lelaki itu mengangguk, membuat garis senyum di bibirnya dan berjalan mendekat. Padanya, saya pun melempar senyum. Akhirnya, lelaki yang sedari tadi dinantikan hadirnya muncul juga.

Continue reading “Dialita, Suara Hati Perempuan Penyintas G30S”