Ketap Ketip Kutip Kepah

kutip kepah, destinasi wisata malaysia, terengganu, squidjigging

Saya sedang tak bernapsu turun ke air, sebisa mungkin ingin menghindar bermain dengan air. Bukan, bukan karena takut air terlebih takut basah karena sedang menerima tamu bulanan. Ragu diam-diam merayap di dalam hati ketika perahu motor yang saya tumpangi bersama Angela (Belanda), Nina (Rusia), Jamie (Australia) dan Aan (Malaysia) mulai meraung-raung menerabas kali Setiu menuju muara Kuala Baru.

Terengganu, SquidJigging, Wisata Malaysia
Melaju ke Kuala Baru

Ia melaju semakin kencang, berkejaran satu dengan yang lain. Nasi sudah menjadi bubur, pantang undur untuk merengek pulang. Mari menuju muara, sembari berdoa air di sana tak sedada meski yang terbayang saat itu adalah pengalaman menjaring ketam dua tahun lalu di perairan Port DicksonContinue reading “Ketap Ketip Kutip Kepah”

Satu Malam di 1915

hotel 1915, hotel kuala lumpur, hotel di ampang

Karena terlihat suka mondar-mandir ke Malaysia, beberapa kawan sering menanyakan rekomendasi tempat untuk menginap, kuliner, cuci mata dan belanja murah. Murah, enak dan asik dinikmati oleh seseorang belum tentu seselera dengan yang lain. Sebagai pejalan yang senang ke tempat-tempat yang menyimpan jejak sejarah, saya lebih sering merekomendasikan museum dan kawasan heritage sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika bertandang ke sebuah kota untuk mencari tahu sejarah kota tersebut. Kalau untuk icip-icip, saya pemakan segala dengan catatan tidak pedes jadi makan dimana saja hayuuk. Sedang untuk tempat beristirahat mengikuti petunjuk dari yang mengajak jalan 😉

hotel 1915, hotel kuala lumpur, hotel di ampang
Hotel 1915

Awal bulan lalu ketika kembali diajak main ke Penang, saya memilih untuk terbang langsung ke Penang via Kuala Lumpur (KL) demi menghemat waktu. Pulangnya, naik bus ramai-ramai dan minta dicarikan tempat yang murah nan nyaman untuk meluruskan badan selama beberapa jam di KL. Saya pun minta dibuatkan reservasi di Back Home Hostel karena tertarik membaca ulasannya Meidi, tapi ketika hendak berangkat ke KL dapat konfirmasi nginapnya di Hotel 1915. Ternyata saat jalan pagi, saya menemukan Back Home di belakang 1915.
Continue reading “Satu Malam di 1915”