Gairah Nanggroe

travelnblog, worshop travel blogger

“Kok bisa isi blognya tentang Aceh sedang penulisnya orang Toraja?” tanya yang sering mengemuka acap kali ada yang mampir di sini atau di sana. Pula saat mudik ke Toraja akhir tahun kemarin, diberondong tanya serupa,“Kok bisa jatuh cinta pada Aceh?” Pertanyaan sederhana yang kadang membuat diri bingung dari mana memulai, membeberkan jawabannya. Secara raut wajah, sering disangka orang Jawa yang melahirkan canda dan mengakui diri sebagai orang Solo[wesi]. Tapi ketika disapa dengan bahasa Jawa, jawabannya pasang muka tak bersalah sembari senyam-senyum.

image
Cinta mengajak langkah menyusuri jejak manuskrip Aceh ke Univ. Kebangsaan Malaysia

Jadi kenapa Aceh? Mungkin jawaban Bang Tunis, rakan dari Nanggroe yang sedang menikmati perselingkuhannya dengan Heizung di tengah salju Berlin ini bisa sedikit mencerahkan,”karena, Nanggroe untuk dicintai.

Continue reading “Gairah Nanggroe”

Weiiittzzz, Jejak Opa Verbraak Dipajang di Portal Berita Aceh


Jumat pagi (28/06) lalu saya terima pesan dari Ari,”Selamat pagi mbak Olive, tulisan mbak dimuat di media online lokal Aceh nih, dapat honor gak mbak?” Hahahaha, buru-buru mencet tautan yang diberikan sama Ari.

Begitu baca isinya, memang serupa dengan tulisan saya di SINI. Hanya saja pada paragraf berikut kata pejalan diganti menjadi perjalanan sehingga saat dibaca jadi aneh di kuping. Karena kata yang seharusnya digunakan adalah pejalan. Continue reading “Weiiittzzz, Jejak Opa Verbraak Dipajang di Portal Berita Aceh”

[Pulang] Perjalanan Masa


Usai membaca Perempuan Keumala 2 tahun lalu, sejumput asa yang kuncup di hati hanyalah diberi kesempatan untuk bertemu penulisnya, Endang Moerdopo. Cuma ingin menyampaikan terima kasih atas sebuah karya yang sangat menginspirasi dan minta tanda tangan di bukunya. Itu aja cukup!

Kuncup itu terus tumbuh dan mekar seiring kerinduan untuk menyusuri jejak Keumala ke Nanggroe. Tak pernah terpikir ada satu cara untuk mencari sang penulis idola di jaman koneksi bisa tersambung lewat ujung jari. Ketika pertemuan yang diharap tak kunjung tiba, sejenak menyisihkan harap mengikuti kata hati menyusun rencana perjalanan. Continue reading “[Pulang] Perjalanan Masa”