Senandika dari Bukit Jugra

Sultan Abdul Samad, Sultan Selangor keempat, Kesultanan Selangor, History of Selangor

Pernah pada satu masa aku berangan menggapai puncak menara Sultan Abdul Samad, bangunan besar nan megah yang merentang di Dataran Merdeka. Berharap sekali dapat melongok mesin pengatur waktu yang masih bersemangat berputar mengikuti pergeseran waktu, sesekali memperdengarkan dentangnya agar setiap yang mendengar tersadar meski ia bersendiri selama ratusan tahun; ia masih ada. Pun hasrat menalu tuk menikmati pergeseran detik demi detik kala kaki menjejak selangkah demi selangkah pada anak-anak tangganya. Namun, harus kusabarkan hati menanti saat untuk menapakkan kaki di dalam setiap ruangnya, menjaga agar angan tak pupus seiring berlalunya waktu. Siapa tahu aku berjodoh menjumpainya, satu hari nanti. Esok, lusa, bulan depan, tahun depan, entah kapan tetap kujaga mimpi itu.

bukit jugra, Sultan Abdul Samad, Sultan Selangor keempat, Kesultanan Selangor, History of Selangor
Pemandangan dari puncak Bukit Jugra

Hingga satu pagi ketika hasratku kututurkan padamu, wejanganmu mengalun dari sela-sela bibir yang berkomat-kamit bergantian menyeruput kopi panas yang terhidang di atas meja. Katamu, kesabaran diuji lewat perkara – perkara yang kau jumpai dalam setiap perjalanan, yang kan mengasah pikirmu dan sikapmu menjadi dewasa atau bahkan menjadi kerdil dalam pandangan. Semua itu tergantung bagaimana dirimu menyerap berita yang terhembus, menelaah bacaan yang ditawarkan pada mata dan menyaring kata lewat pendengaran. Belajarlah bersyukur atas setiap perkara yang kau jumpai dan rintangan yang harus dilalui kakimu.

Continue reading “Senandika dari Bukit Jugra”