Memadukan Puisi dan Nada di Kedai Kopi

arireda, musikalisasi puisi sdd

sebermula adalah kata
baru perjalanan dari kota ke kota
demikian cepat
kita pun terperanjat: waktu henti ia tiada

Potongan puisi Dalam Bis karya Sapardi Djoko Damono (SDD) di atas, menjadi tema musikalisasi puisi AriReda semalam di Coffee War Kemang, Jakarta Selatan; Sebermula adalah Kata.

arireda, musikalisasi puisi sdd
AriReda @Coffee War, Kemang

Sudah terlalu lama tak mendengarkan suara mereka secara langsung. Kalau tak salah mengingat, kali terakhir menikmati duet mereka kala tampil di Blues for Freedom; Oktober 2010 silam di Galeri Foto Jurnaslistik Antara. Continue reading “Memadukan Puisi dan Nada di Kedai Kopi”

Bersimbiosis Mutualisma dengan Idola

Ari Reda

Idola adalah sosok yang akan membuatmu selalu merindukan pertemuan dengannya, sosok yang kadang bikin matamu tiada henti berkedip-kedip saat pertemuan yang didamba terwujud. Diam seribu bahasa, dada berdebar-debar bahkan salah tingkah kala berhadapan dengannya serasa bertemu kekasih hati.

Sama seperti penggemar yang lain, saya pun pernah lompat pagar, lari sekencang-kencangnya tak peduli tas dan dompet tertinggal di tribun serta pura-pura tidak mendengar teriakan petugas keamanan hanya untuk berdiri bengong di depan sang idola. Niat awal untuk mengabadikan sang idola, yang ada hasilnya garis-garis yang berjoged karena tangan gemetaran. Continue reading “Bersimbiosis Mutualisma dengan Idola”