Hendra Gunawan, Ciputra dan Saya: Melihat Indonesia

hendra gunawan, museum ciputra

Foyer lantai 2 Lotte Avenue, tak terlalu sibuk. Saya sedang duduk-duduk saja di salah satu bangku yang tersedia memperhatikan pengunjung lain yang bergegas lalu mendadak memutar badan 180 derajat, setengah berlari kembali melangkah ke arah darimana mereka tadi datang. Hmm, sepertinya ada yang terlupa. Tak tahu mau kemana lagi, saya pun hanya mengedarkan pandangan ke segala arah hingga hinggap pada tulisan Art Museum di pilar gedung. Penasaran, saya mengikuti petunjuk dan melangkah ke tangga berjalan sampai di lantai 11 yang dipadati manusia berpakaian resmi. Lelaki dengan setelan jas, dan beberapa perempuan yang menyambut tetamu dengan busana Betawi. Di sekeliling lantai itu bertebaran tulisan New World Cities Summit 2015.

hendra gunawan, museum ciputra
Ruang untuk Hendra Gunawan di Museum Ciputra

Entah karena disangka peserta pertemuan (meski nggak mengenakan tanda pengenal dan berpakaian santai), oleh petugas keamanan yang berjaga di depan pintu museum, saya diperbolehkan masuk dan diijinkan memotret, padahal, di sisi kiri pintu terdapat tanda larangan memotret 😉 Continue reading “Hendra Gunawan, Ciputra dan Saya: Melihat Indonesia”

Jarum Jam Berhenti di Museum di Tengah Kebun

museum tengah kebun

Selintas tak ada hal spesial yang menonjol saat melewati pagar rumah di Jl Kemang Timur No 66 ini. Layaknya rumah-rumah besar di kawasan Kemang, gerbang kayu yang menjadi pintu kedua menuju rumah utama tertutup rapat. Seorang pria berpakaian putih hitam melongokkan kepala lewat celah kecil di tengah gerbang,”Sudah punya janji? Tunggu sebentar ya mbak.” Klik. Pintu ditutup kembali dan kami dibiarkan berdiri di halaman luar yang disesaki berduabelas orang.

Kami memang datang 15 menit lebih awal dari waktu yang disepakati dengan pengelola musium untuk berkunjung. Ternyata di tempat ini aturan dan waktu sangat dijunjung tinggi. Jika tamu berkunjung lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan, silakan menunggu hingga waktunya gerbang dibukakan. Namun bila sang tamu datang lewat semenit saja dari kesepakatan, mohon maaf bila anda diminta kembali mengatur janji di kunjungan berikutnya. Perfecto! Continue reading “Jarum Jam Berhenti di Museum di Tengah Kebun”