Nenek Moyangku [Ternyata] Seorang Pelaut

jalesveva jayamahe, monjaya, bung tomo, perjuangan surabaya

Bagi yang mengenyam pendidikan dasar hingga menengah pada era 80an, pastinya tak akan lupa bahwa pada masa itu di sekolah diajarkan bahwa negara Indonesia adalah negara agraris. Karena hidup di negeri yang senang diiming-iming, kita tidak pernah senang mengupas sejarah bamgsa karena lebih suka melahap makanan yang disodorkan di depan mata. Meski lahir dan dibesarkan di dataran tinggi, sedari kecil kuping terbiasa dengan lagu anak-anak karya Ibu Sud ini.

jalesveva jayamahe, monjaya, bung tomo, perjuangan surabaya
KRI Bung Tomo (357) bersandar di depan Monumen Jalesveva Jayamahe, Surabaya

nenek moyangku seorang pelaut
gemar mengarung luas samudera
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa Continue reading “Nenek Moyangku [Ternyata] Seorang Pelaut”

Monkasel


Monkasel (=Monumen Kapal Selam) adalah monumen dari KRI Pasopati 410 kapal selam buatan Vladywastok Rusia pada 1952 yang pernah ikut serta menyukseskan 28 operasi militer penting pada era 60-an diantaranya pembebasan Irian Barat (1962), operasi Dwikora (1965), Timtim (1975). Pada 25 Jan 1990 kapal dinonaktifkan dari TNI AL, kapal yg berbobot kosong sekitar 1.050 ton pada 1996 dipindahkan ke lokasi sekarang oleh PT. PAL dengan membaginya menjadi 16 bagian. KRI Pasopati memiliki konfigurasi panjang 76,6 meter dan lebar 6,3 meter, berat selam 1340 ton dan di atas permukaan air 1048 ton. Penandatangan prasasti monumen dilakukan pada 27 Juni 1998. Continue reading “Monkasel”