Kumaha Damang, Ki Marhaen?


Bandung Selatan di waktu malam, lagu itu tiba-tiba melintas di kepala saat bis yang kami tumpangi melaju memasuki Batu Nunggal; sebuah kompleks perumahan mewah di kawasan selatan Bandung, Buah Batu. Hari menjelang senja, kala kaki melangkah memasuki jalan setapak menuju perkampungan yang berada tepat di belakang perumahan.

Punten, kumaha damang, Ki Marhaen? Sapa saya di depan pusara berkeramik merah marun di dalam bangunan permanen berukuran 3×4 meter yang dilapisi keramik putih. Di atas kepalanya hanya tercantum “Bapak Marhaen Wafat Tahun 1943”. Continue reading “Kumaha Damang, Ki Marhaen?”