Haru Biru Berjumpa Oei Hui Lan di The Sugar Baron Room

oei tiong ham, oei hui lan, raja gula dari semarang

Ini kali keempat saya berkunjung ke kota Apel, Malang, Jawa Timur dalam 4 (empat) tahun berturu-turut. Kota impian sedari kecil yang akhirnya berhasil dipijak saat tugas kantor akhir 2009 lalu, meski hanya 24 jam tanpa tidur dan tanpa sempat kemana-mana. Yang penting sudah sampai Malang, TITIK! Paling tidak memecahkan rekor gaya nekat saya di 1997 kala rasa bosan mulai menggerayangi padahal baru dua minggu magang di salah satu kontraktor industri kimia di Anyer.

Sabtu pagi saat libur tak tahu mau kemana, saya bela-belain antri tiket feri di Pelabuhan Merak untuk menyeberang ke Bakauheni karena sangat ingin menginjak Sumatera. Sampai di seberang, saya bingung mau kemana? Haus dan lapar mengantarkan langkah ke salah satu warung makan Padang. Saya duduk menikmati santap siang sembari liatin orang mondar-mandir di pelabuhan menunggu feri yang akan kembali ke Pelabuhan Merak. That was my 1st solo travelling hahahaha. Continue reading “Haru Biru Berjumpa Oei Hui Lan di The Sugar Baron Room”

Kuliner Malang Tempo Doeloe

ronde titoni malang

Setelah kunjungan pertama yang hanya sekejap ke kota Malang th 2009 dan kunjungan dadakan pada 2010; di kunjungan ketiga akhir September 2011 lalu bisa juga mencicipi beberapa kuliner tempo doeloe di kota ini. Walau berkunjung selama 6 hari, tapi jatah jalan hanya 2,5 hari

pecel kawi malang
Sarapan Pecel Kawi

Bila tak ingin repot mikir mau makan apa? Jalan aja ke Jl Kawi, di sana berjejer tempat makan yang siap didatangi.┬áIni beberapa yang sempat direkam dengan nexi sebelum masuk saking kalap dan laparnya. Continue reading “Kuliner Malang Tempo Doeloe”

Museum Brawijaya Malang, Gagah di Luar Sumuk di Dalam

museum brawijaya malang

Ada satu bangunan di kawasan elit kota Malang yang menarik perhatian sejak kunjungan pertama ke kota ini tiga tahun yang lalu. Minggu kemarin saat bertandang untuk ketiga kalinya, kembali saya melewati bangunan tersebut dalam perjalanan pulang dari rumah saudara yang membuat semakin penasaran untuk melihat dari dekat. Akhirnya hari terakhir di Malang berlima dengan kawan sebelum kembali ke Jakarta, kami sempatkan untuk bertandang ke sana.

Waktu menunjukkan pk 10 lewat saat saya melapor ke petugas di pos penjagaan menanyakan waktu operasional museum. Tulisan besar Museum Brawijaya berwarna merah di bagian atas gedung dan patung Panglima Soedirman seakan memberi salam selamat datang saat kaki menapaki anak tangga menuju museum. Continue reading “Museum Brawijaya Malang, Gagah di Luar Sumuk di Dalam”

Bentoel, Berkembang dari Usaha Rumahan


Orang harus mau melarat dulu jangan lantas mau jadi kaya saja – Ong Hok Liong

Matahari tepat di atas kepala saat langkah kami sampai di depan pagar bangunan bercat putih yang terhalang oleh deretan kendaraan yang parkir di sepanjang Jl Pecinan Kecil di kawasan Pecinan Malang. Ibu penjual dawet yang sehari-hari mangkal di depan Museum Sejarah Bentoel menyarankan untuk mendorong pintu pagar yang tidak terkunci dan menemui satpam yang ada di halaman dalam. Karena tak banyak yang tahu serta minimnya informasi untuk menjangkau tempat ini membuat kami perlu bertanya berkali-kali sebelum sampai di tujuan. Continue reading “Bentoel, Berkembang dari Usaha Rumahan”

Rumah Makan Inggil, Malang


Kunjungan semalam ke Malang; malam2 bingung mau makan dimana secara waktu juga terbatas Akhirnya ‘ngajak sodara (yg baru ketemu malam itu) menikmati suasana malam di Rumah Makan Inggil. Kenapa gak menikmatai makan ? Karena dari awal sodara saya bilang, makanannya biasa aja ! Dan memang bener sih, rasa makanannya biasa aja hanya suasana di tempat makannya yg asik (suasana tempo doeloe) serta para pelayannya yang ramah.

Selesai makan, mencari tissue dan buka kotak kayu di atas meja …uupsszz anak2 kecoak pada ngintip dari balik tutup kayu. Gak jadi deh ambil tissue-nya, lap ke celana aja hehehe

Rumah Makan Inggil
Jl Gajah Mada No 4, Malang
Telp 0341-332110