Rindu Tuan Dramaga


Langit pagi di Bogor selepas hujan semalam masih digelayuti mendung. Kami berkendara dengan kecepatan sedang saja meninggalkan kota yang mulai riuh di akhir pekan seusai menikmati sarapan di sebuah gerai cepat saji di seberang stasiun keretanya. Kampung Pilar, desa Sibanteng di Jasinga menjadi tujuan kami pagi itu. Perjalanan tersendat saat melintasi pasarĀ  Dramaga dan pasar Jasinga (kalau tak salah) karena angkot yang berhenti sesuka hati. Selepas pasar jalanan cukup lowong dan lancar hingga di tempat peristirahatan keluarga van Motman.

van_motman_07
Selamat datang di Mausoleum van Motman

Ucu Sumarna menyambut kami di gerbang yang menyisakan dua pilar menjulang dengan pucuk-pucuknya yang diselimuti lumut. Di pekarangan yang rumputnya menghijau itu tumbuh bermacam tanaman seperti pohon pisang, pohon pepaya, talas Bogor, singkong, pohon lada dan beberapa pohon lain yang familiar. Continue reading “Rindu Tuan Dramaga”