Segelas Teh, Sejuta Kenangan di Peristirahatan Sang Maestro

makam raden saleh

Belumlah lengkap menulis tentang Raden Saleh Sjarif Bustaman tanpa menjenguk tempat peristirahatan terakhirnya di Desa Bondongan, Bogor. Sabtu pagi itu, saya bangun agak kesiangan karena malamnya pulang larut selepas menyaksikan konser puja-puji di Usmar Ismail, Jakarta. Jam dinding di kamar menunjukkan pk 08 tepat, dikurangi 10 artinya pk 07.50 (jamnya sengaja disetel lebih cepat 10 menit). Lasma yang bersemangat menerima ajakan bermain ke Bogor mengirimkan sms dirinya sudah otw ke stasiun Cawang. Setelah bersusah payah melawan rasa kantuk dan mengumpulkan nyawa, akhirnya badan ini bisa diajak bangun. Mengheningkan cipta sejenak mensyukuri napas hidup yang masih dikaruniakan Sang Khalik berikut pagi yang cerah sebelum menggeret paksa kaki ke kamar mandi. Continue reading “Segelas Teh, Sejuta Kenangan di Peristirahatan Sang Maestro”