Mereka Pergi di Usia Belia

jouke goslinga, dokter goslinga, dokter di toraja, injil masuk toraja

Edgar, lelaki muda yang kutemui pagi itu di sebuah bukit, duduk bersendiri di dekat gerbang saat aku kembali ke tempat kami bertemu beberapa tahun yang lalu. Di tempat yang berpuluh tahun dirinya berdiam. Aku tak akan pernah lupa gaya bicaranya ketika sepotong nama terlontar dari mulutnya saat kami berkenalan. Nama yang mengingatkan pada seorang kawan berjalan bernama serupa dari negara tetangga. Postur tubuh mereka hampir sama. Hanya saja Edgar yang kutemui pada satu pagi yang sedikit muram di awal tahun itu; badannya lebih tipis.

Edgar lahir dan besar di Rantepao, sebuah kota kecil di kaki gunung Sesean, Toraja pada 1923; tujuh tahun setelah ayah ibunya menjejakkan kaki di Toraja. Ayahnya, Hendrik van der Veen adalah utusan zending yang menaruh minat sangat besar pada dunia bahasa. Salah satu pertimbangan kuat kenapa Hendrik dipilih oleh Gereformeerde Zendingsbond (GZB) ketika dirinya melamar untuk ikut pelayanan misi di Hindia Belanda. Continue reading “Mereka Pergi di Usia Belia”

Bercermin pada Pengelolaan Wisata Sejarah Toraja


Hadiah natal terindah yang diberikan dua tahun lalu oleh pemerintah propinsi Sulawesi Selatan masih dalam tahap penyelesaian sejak diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Yasin Limpo pada puncak perayaan Lovely Desember 2012 tegak berdiri di atas Bukit Singki’, Rantepao, Toraja Utara. Pagi itu tampak beberapa pengunjung dan pekerja yang dikejar target untuk menyelesaikan pemasangan huruf-huruf dan lampu di bawah kaki salib raksasa agar terlihat dengan jelas dari kejauhan sebelum pergantian tahun. Di Tana Toraja; pemerintah daerah setempat pun sedang mempersiapkan pembangunan patung Yesus memberkati yang konon hendak menandingi patung Kristus Sang Penebus di Puncak Corcovado, Brazil. Seorang warga yang ditemui di sekitar Bukit Singki mengatakan akan ada pembangunan salib kedua yang sama dengan salib di Singki.

bukit singki', salib raksasa, destinasi wisata toraja
Menikmati Rantepao dari atas Bukit Singki’

Ada persaingan antara pemerintah Toraja Utara dan Tana Toraja untuk mendandani program wisata daerahnya dengan patung! Apa salah jika pemerintah daerah ingin memajukan wisatanya? Continue reading “Bercermin pada Pengelolaan Wisata Sejarah Toraja”

Top Five

my passion

Seminggu ini suka senyum-senyum sendiri memandangi traffic pengunjung Olive’s Journey yang ‘nyasar karena mencari beragam informasi. Berdasarkan pemantauan iseng-iseng, saya bagi traffic-nya dalam dua kategori yaitu TOP FIVE dan TOP TEN ditengok.

Mari kita lihat hasil pemantauan pagi tadi; pada kategori TOP FIVE, 4 (empat) ulasan  tentang Toraja menempati posisi tiga teratas dan posisi kelima.

my passion
Top FIVE yang dilirik pembaca

Continue reading “Top Five”

Perahu Kita Oleng ke Kiri


Baru beberapa saat yang lalu dengan semangat saya merilis Sejumput Asa untuk Toraja, mendadak ada notifikasi keramaian di milis Toraja seputar terbakarnya  tongkonan (=rumah adat Toraja) di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Ketika hati kita masih diliputi iri hati, dengki, dendam, kecewa dan segala hal yang mengotorinya; kita tidak akan pernah bisa dekat dengan Tuhan dan pertikaian (dengan sesama) itu akan senantiasa terjadi.…,”kata-kata Bante Priyadhiro di pelataran Vihara Ratanava Arama, Lasem, Jawa  Tengah awal Maret lalu sore ini kembali terngiang. Continue reading “Perahu Kita Oleng ke Kiri”

Sejumput Asa untuk Toraja

untannun kameloan

Olive, besok jam 11 jadi ya .. sy undang beberapa teman lagi … jadi tolong coba on time ya. Tks!” bunyi pesan yang saya terima dari seorang sahabat Jumat (5/7/13) lalu. Sebuah ajakan untuk bertemu di gerai kecilnya di kawasan Kemang untuk berbincang mengenai Toraja. Sekian lama ngoceh-ngoceh tentang Aceh, pesan ini menjadi alarm yang menyadarkan pada satu akar yang sedang digoyang, Toraja.

Sabtu siang berangkatlah saya ke Kemang, kawasan yang jarang disusuri tapi begitu memasuki Kemang Utara spontan bertanya pada sopir taksi,”bang, jalan ini ‘nembus ke Jeruk Purut kan ya?” hahaha #godaan *dasar otaknya ke kuburan mulu* Continue reading “Sejumput Asa untuk Toraja”

Lovely Toraja, Mengasah Cinta pada Kampung Halaman

tenun toraja

Dalam satu perjalanan singkat ke Toraja, seorang kawan memamerkan gambar yang diambil di Londa dan diunggah ke media sosial (medsos) menuai banyak komentar dari beberapa temannya. Mereka yang tadinya percaya tak ada yang bisa dilihat di Toraja selain pesta adatnya, menjadi penasaran. Seorang kawan lain yang sempat mencibir keputusannya berlibur ke Toraja, terheran-heran karena sebelumnya, hari-hari tugasnya selama dua minggu di Toraja berlalu tanpa sempat mengunjungi tempat yang ditunjukkan di medsos. Continue reading “Lovely Toraja, Mengasah Cinta pada Kampung Halaman”