Bersimbiosis Mutualisma dengan Idola

Ari Reda

Idola adalah sosok yang akan membuatmu selalu merindukan pertemuan dengannya, sosok yang kadang bikin matamu tiada henti berkedip-kedip saat pertemuan yang didamba terwujud. Diam seribu bahasa, dada berdebar-debar bahkan salah tingkah kala berhadapan dengannya serasa bertemu kekasih hati.

Sama seperti penggemar yang lain, saya pun pernah lompat pagar, lari sekencang-kencangnya tak peduli tas dan dompet tertinggal di tribun serta pura-pura tidak mendengar teriakan petugas keamanan hanya untuk berdiri bengong di depan sang idola. Niat awal untuk mengabadikan sang idola, yang ada hasilnya garis-garis yang berjoged karena tangan gemetaran. Continue reading “Bersimbiosis Mutualisma dengan Idola”