Mango Pancake di Depan Pintu

mango pancake

In life, all you need is LOVE …
And a sweet pancake…
There you conquer the world…
[Pancious]

Derai hujan petang hari baru saja berlalu. Disisakannya mendung dan dingin yang perlahan menyusup ke pori-pori. Mereka lalu bersekutu melancarkan intimidasi agar gudang pengolahan makanan berdemo.

Kriyuk … kriyuuuuk … riuh rendah suara bergemuruh mulai terdengar seiring rasa lapar yang menalu hingga ke seantero persendian. Ujung lidah meracap mendamba rasa yang diidamkan hingga sebentuk bayangan rasa menari-nari di depan mata. Senja, dingin, teh manis panas dan …. panekuk!

mango pancake
Mango Pancake Pancious penggoda rasa

Lidah meliuk gemas membayangkan potongan mangga di atas setumpuk panekuk yang dirindukannya. Aaaah … bayangan panekuknya Pancious nan lezat itu semakin gencar menari-nari. Continue reading “Mango Pancake di Depan Pintu”

Nasi Goreng Bakti

nasi goreng bakti

Du di du di dam dam
Du di du di dam
Du di du di dam dam
Du di du di dam

Kamu makannya apa?
Saya juru masaknya
Ada tempe goreng, ada ayam goreng
Semua yang digoreng

Mari kita membahas yang digoreng-goreng, nasi goreng [lagi] 😉

Masih ingat lagu anak yang dibawakan oleh Enno Lerian Du Di Dam? (ketahuan angkatannya hahaha). Keluar kantor di jam yang tak wajar membuat perut meronta minta jatah sementara yang kelaparan hanya bisa gigit lidah karena semua penjual makanan sudah beberes.

Continue reading “Nasi Goreng Bakti”

Ngantri Lesehan di Blok M Square

lesehan blok M

Satu demi satu pedagang di pusat perbelanjaan Blok M Square merapikan barang dagangan dan menutup rapat gerai mereka. Namun di depan gerai obat yang bersebelahan dengan pusat jajanan, riuh rendah suara sekelompok pria terdengar menyoraki tim kesebelasan andalan mereka yang mengejar bola di layar. Tanda waktu telah menunjukkan pk 19.30, sesekali tangan mengibaskan asap rokok yang terbawa hembusan kipas angin dari meja sebelah sembari menyesap segelas teh manis panas untuk menghibur perut yang mulai kriuk-kriuk. Continue reading “Ngantri Lesehan di Blok M Square”

Mencicipi Wagyu ala Steak Hotel by Holycow

steak hotel by holycow

Mau makan steak kualitas hotel yang murah tanpa perlu merogoh kantong dalam-dalam? Steak Hotel by Holycow tempatnya! Maka, satu Sabtu siang suasana romantis tercipta di lantai dua sebuah tempat makan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Segelas es lemon tea segar mengalir ke tenggorokan, penghalau dahaga dan peredam protes dari kawasan kampung tengah. Ya, resah mulai melanda perut setiap kali melirik pesanan tetangga kiri kanan satu per satu menghampiri meja.

“Sebelum sausnya dicampur ke daging, cobain deh makan 1 – 3 potongan daging steaknya dan nikmati kelezatannya!” Sapaan Wynda Mardio pemilik Steak Hotel by Holycow pada peserta Get Urbanized IX, membuat kampung tengah semakin penasaran. Continue reading “Mencicipi Wagyu ala Steak Hotel by Holycow”

Soto Pak Gendut


Tengah malam perut lapar mencari makan kemana? Cobalah susurin Jl Sabang Jakarta, masih banyak pedagang yang buka tenda dan gerobak di sepanjang jalan ini hingga jelang pagi. Salah satunya yang jadi sasaran beberapa minggu lalu adalah Warung Soto Pak Gendut.

Aneka soto dari soto ayam, soto ceker, soto kikil, soto madura hingga soto ranjau ada di sini. Tinggal pilih sesuai selera, menu favoritnya adalah soto ranjau yang ternyata laris manis. Continue reading “Soto Pak Gendut”

Bubur Ayam Senopati


Saya gak doyan makan bubur abang2 yg dicampur, tapi kemarin saat nyobain buryam senopati minta komplit minus kacang. Ternyata yg ini beda lhooo … enak dinikmati polos tanpa campuran kecap or sambel, rasa gurihnya dari bubur dan taburan merica nyam nyaaammm

Bubur ayam gerobak yg endang bambang ini adalah jualannya pak Eko yang dibantu 2 orang asisten. Menurut pak Eko, beliau sudah setahun buka gerobak di sana dan dagangannya sudah habis pk 10. Jadiii kudu datang pagi kalo mau nyabu 😉 Continue reading “Bubur Ayam Senopati”

Nasi Goyeeeeeng


Semalam, ‘nemanin batjuragan & Endah ngider tukang nasi goreng untuk acara Sabtu besok… meluncur dari kantor pk 18.30 mampir nyoto dan menghangatkan badan dulu di ibu soto aquarius (koq namanya jadi nebeng aquarius ya ?)

Badan dah hangat dengan semangkok soto porsi besar, niatnya mau pulang tapi akhirnya malah ikutan pintong nasi goreng. Setelah jemput Endah di halte Depdiknas lanjut ke Nasi Goreng Rawit di Jl Daksa, karena sudah nyoto kita cuma memesan minum : teh botol dan fresh tea sedang Endah memesan seporsi nasi goreng rawit dengan teh botol.

Menurut Pak Jono yg membantu orang tuanya berdagang sejak 1990, usaha nasi goreng ini dimulai sejak 1975. Continue reading “Nasi Goyeeeeeng”