Ada Apa di ABCD?


Dimas!
Diiimas!

Teriakan mas-mas barista dari kedai kopi ABCD bersaing dengan suara bising pengunjung yang asik bergunjing satu dengan yang lain. Dua kali nama itu dikumandangkan namun tak jua ada yang merespon. Mas barista kembali berteriak untuk ketiga kalinya dengan intonasi yang lebih tinggi sembari menaruh tapak tangan melingkar di mulut. Ahaaa, seperti Tarzan kala memanggil Cheeta.

kedai kopi abcd, kopi pasar santa, abcd, ngopidipasar
Teriakan pamungkas barista ABCD

Diihiiiimaaasss!! *Auwooo uwoouuuwooo*

Panggilan ketiga membuat yang empunya nama tersadar. Dari depan Bear & Co seorang anak muda yang sebelumnya asik mengulum ujung rokoknya bergegas menghampiri ABCD. Continue reading “Ada Apa di ABCD?”

Menyusuri Jejak Leluhur Lewat Secangkir Kopi

toraja arabica sapan, kopi sapan, arabica

Dapoer Kopi, satu akhir pekan jelang senja. Secangkir kopi tubruk mengebul tersaji di atas lemari kaca multifungsi. Selain sebagai lemari pajangan, tempat penyimpanan juga difungsikan sebagai meja; tempat para tamu kedai kopi menikmati seduhan kopi yang terhidang untuk disesap.

toraja arabica sapan, kopi sapan, arabica
Secangkir kopi tubruk, asli Kopi Sapan

Kopi Sapan. Efenerr, seorang kawan travel blogger mempromosikannya pada satu hari sembari mengirimkan gambar secangkir kopi yang dinikmatinya,”Kamu harus coba mbak.”

Sapan, dataran tinggi di Toraja Utara yang terkenal dengan hasil perkebunan kopinya. Torabica (=Toraja Arabica) Sapan

Continue reading “Menyusuri Jejak Leluhur Lewat Secangkir Kopi”

Mengejar Ayam [di]Tangkap

rm atjeh rayeuk

Ada dua jenis sajian ayam goreng yang membuat saya terkekeh ketika menjejak di Nanggroe. Kali pertama mudik, diajak mencicipi Ayam Tangkap di Atjeh Rayeuk, Lueng Bata. Meski sebelumnya pernah mencicipinya di Meutiah, makan sajian asli di tempat asalnya memberikan sensasi rasa yang berbeda. Selang tiga bulan kemudian ketika berkesempatan mudik lagi, seorang rakan mengajak saya makan Ayam Lepas di samping RS Malahayati sebelum berlari ke bandara Sultan Iskandar Muda (SIM).

ayam lepas aceh
Memotret Ayam Lepas di kedai Ayam Lepas samping RS Malahayati, Banda Aceh (dok. Hadi)

Awalnya terpikir hanya perbedaan nama yang membedakan kedua ayam goreng ini, ternyata pengolahan dan sajiannya pun berbeda. Continue reading “Mengejar Ayam [di]Tangkap”

Satu Jam di [Little] Tokyo

Tonkotsu Ramen

MRT yang kami tumpangi dari stasiun sentral merapat dengan sempurna di perhentian terakhir. Bergegas langkah digeret mengikuti arus manusia yang berhamburan keluar stasiun.

“Werokom to ricel Tokyo.” sapa seorang lelaki Jepang berkimono putih sembari terbungkuk-bungkuk memberi salam dan mengajak setiap orang yang melintas di depan kedainya untuk mempir. Akhirnya … menjejak juga di Tokyo! Malam minggu, manusia berjubel memadati kawasan yang terkenal sebagai pusat kuliner Jepang ini. Kulirik jemari-jemari lincah di kiri kanan yang asik mengganti status di media sosial dengan @Tokyo ;).

little tokyo
Manusia menyemut di Little Tokyo, Blok M Square, Jakarta Selatan

Di depan kami bergerombol anak-anak ABG yang berebut untuk bergambar bersama manusia-manusia ber-cosplay. Setengah tujuh malam, kedai-kedai makanan/minuman dipadati pengunjung yang tergoda mewangi aneka aroma cemilan yang diolah dan disajikan di depan mata. Continue reading “Satu Jam di [Little] Tokyo”

Nasi Goreng Bakti

nasi goreng bakti

Du di du di dam dam
Du di du di dam
Du di du di dam dam
Du di du di dam

Kamu makannya apa?
Saya juru masaknya
Ada tempe goreng, ada ayam goreng
Semua yang digoreng

Mari kita membahas yang digoreng-goreng, nasi goreng [lagi] 😉

Masih ingat lagu anak yang dibawakan oleh Enno Lerian Du Di Dam? (ketahuan angkatannya hahaha). Keluar kantor di jam yang tak wajar membuat perut meronta minta jatah sementara yang kelaparan hanya bisa gigit lidah karena semua penjual makanan sudah beberes.

Continue reading “Nasi Goreng Bakti”

Bakmi Jogjaaaaaaaaaa!

bakmi jogja

Satu sore usai jam kantor diajak mencari makan oleh dua rekan kerja yang tiap kali berpapasan yang diomongin seputar makanan dan rencana kuliner.

“Loe doyan bakmi gak, Lip?”
“Dia gak usah ditanya apa aja dia makan, iya kan Lip?” *kurang aseeeem*

Kebetulan hari itu bertiga bisa teng go! meluncurlah kita ke kawasan Darmawangsa ke tempat bakmi yang kata  mereka enak. Gak begitu paham daerah sana, saya ikut aja dengan syarat harus enak di lidah karena sudah terbayang-bayang makan nikmat. Continue reading “Bakmi Jogjaaaaaaaaaa!”

Nasi Goyeeeeeng


Semalam, ‘nemanin batjuragan & Endah ngider tukang nasi goreng untuk acara Sabtu besok… meluncur dari kantor pk 18.30 mampir nyoto dan menghangatkan badan dulu di ibu soto aquarius (koq namanya jadi nebeng aquarius ya ?)

Badan dah hangat dengan semangkok soto porsi besar, niatnya mau pulang tapi akhirnya malah ikutan pintong nasi goreng. Setelah jemput Endah di halte Depdiknas lanjut ke Nasi Goreng Rawit di Jl Daksa, karena sudah nyoto kita cuma memesan minum : teh botol dan fresh tea sedang Endah memesan seporsi nasi goreng rawit dengan teh botol.

Menurut Pak Jono yg membantu orang tuanya berdagang sejak 1990, usaha nasi goreng ini dimulai sejak 1975. Continue reading “Nasi Goyeeeeeng”