Tergoda Agoda


Surat listrik yang dikirimkan oleh Steve dari UK pertengahan Mei lalu kembali dibaca sesaat setelah keluar dari Simultankerk. Aaaggh, untuk kesekian kalinya langkah kuayun ke tempat ini, memenuhi panggilan jiwa, dan menunaikan tugas yang baru diemban dari Commonwealth War Graves Cemetery (CWGC) sebagai, Tukang Potret Kuburan Perang.

Good evening Olive, I have now returned home after a few days working away in Plymouth. I have just email the Office of Australian war graves to obtain permission for you to enter Ambon. I have attached a letter from us asking assistance in letting you photograph which may help in Ambon and Jakarta. Attached is the sort of picture we need

aws mallaby, pertempuran sepuluh nopember, mallaby
Di depan peristirahatan Brigadir AWS Mallaby

Menepi di bangku taman di depan gereja, kukeluarkan botol air dari dalam kantong Onye dan meneguk isinya hingga habis setengah, demi menghalau dahaga yang merongrong. Kuhapus peluh yang membanjiri muka dan beranjak ke gerbang Jakarta War Cemetery. Tak ada siapa-siapa di sana. Heiiii, ini kuburan Lip! Upzzz … o, iya lupa 😉 Continue reading “Tergoda Agoda”