Merindu di Victoria Fountain

merdeka square, dataran merdeka, kuala lumpur

… Merdeka Square pagi itu …

Seorang lelaki tuna wisma masih terbuai mimpinya ketika kaki melintas di depan bangku taman tempatnya lelap, di sisi lapangan berumput hijau. Tak terganggu cekikikan perempuan yang tampak saling memotret di seberang Gedung Abdul Samad. Kaki terus  kuayun hingga ke depan Kuala Lumpur City Gallery, dimana sekelompok pelancong sedang berkerumun, mengantri untuk bergambar di ikon I Love Kuala Lumpur.

merdeka square, dataran merdeka, kuala lumpur
Dataran Merdeka di minggu pagi

Senyumku mengembang, teringat senyummu saat bergambar di tempat itu beberapa waktu yang lalu. Apa kabar dirimu? Aku merindu kebersamaan itu, menikmati secangkir kopi hitam pengusir dingin selepas hujan menyirami bumi, sebelum kaki diayun menikmati kota ini. Adakah engkau juga memiliki rindu yang sama? Rindu berjalan bersama, bercanda dan berbagi tawa, menertawakan kebodohan dan ketololan diri, membangun mimpi dan terus saja meminta berkatNYA, berpura-pura tak paham hingga mencoba berkompromi dengan laranganNYA?  Aaah, rasaku semakin nelangsa. Continue reading “Merindu di Victoria Fountain”

Minggu Pagi di Dataran Merdeka

sultan abdul samad building, kuala lumpur

Gema genta dari Sultan Abdul Samad memecah senyap, sesaat setelah kaki melenggang dari depan Masjid Jamek menyusuri Jl Raja. Di seberang Panggung Bandaraya (City Theater) sekelompok anak muda berambut punk bergerombol di atas kap mobil yang diparkir di sisi taman melempar senyum dari kejauhan. Nampaknya malam minggu mereka dihabiskan di sudut taman itu, hingga kantuk menahan mereka untuk pulang ke rumah.

st john's cathedral, gereja di kuala lumpur
St John’s Cathedral di kejauhan

Inilah Ampang, kawasan kota tua KL yang banyak menyimpan catatan perjalanan sejarah berdirinya Federasi Malaysia. Jejaknya tersimpan pada setiap sudut bangunan bisu, menempel di bibir Gombak dan Kelang yang menebar aroma pesing karena hanya bisa pasrah menerima cipratan air seni dari mereka yang seenaknya menyemprotkan urine di sana.
Continue reading “Minggu Pagi di Dataran Merdeka”

Satu Malam di 1915

hotel 1915, hotel kuala lumpur, hotel di ampang

Karena terlihat suka mondar-mandir ke Malaysia, beberapa kawan sering menanyakan rekomendasi tempat untuk menginap, kuliner, cuci mata dan belanja murah. Murah, enak dan asik dinikmati oleh seseorang belum tentu seselera dengan yang lain. Sebagai pejalan yang senang ke tempat-tempat yang menyimpan jejak sejarah, saya lebih sering merekomendasikan museum dan kawasan heritage sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika bertandang ke sebuah kota untuk mencari tahu sejarah kota tersebut. Kalau untuk icip-icip, saya pemakan segala dengan catatan tidak pedes jadi makan dimana saja hayuuk. Sedang untuk tempat beristirahat mengikuti petunjuk dari yang mengajak jalan 😉

hotel 1915, hotel kuala lumpur, hotel di ampang
Hotel 1915

Awal bulan lalu ketika kembali diajak main ke Penang, saya memilih untuk terbang langsung ke Penang via Kuala Lumpur (KL) demi menghemat waktu. Pulangnya, naik bus ramai-ramai dan minta dicarikan tempat yang murah nan nyaman untuk meluruskan badan selama beberapa jam di KL. Saya pun minta dibuatkan reservasi di Back Home Hostel karena tertarik membaca ulasannya Meidi, tapi ketika hendak berangkat ke KL dapat konfirmasi nginapnya di Hotel 1915. Ternyata saat jalan pagi, saya menemukan Back Home di belakang 1915.
Continue reading “Satu Malam di 1915”