Antologi Jelajah Negeri Sendiri

jelajah negeri sendiri

Memiliki buku yang diterbitkan oleh penerbit besar dan beredar di gerai-gerai buku sebagai bukti eksistensi diri adalah impian terpendam setiap penulis. Tak mengherankan jika anda menyempatkan diri datang ke satu gerai buku akan mendapati banyak buku baru bertebaran dari yang laris manis sampai yang tak tersentuh. Dari karya tunggal hingga yang dibuat keroyokan, dari roman picisan sampai catatan perjalanan, dari yang ditulis serius pun yang ngasal jadi ada. Tinggal pilih mau yang mana dan yang sesuai dengan selera.

Setelah punya buku terus ngapain? Melancarkan promosi agar buku tersebut dilirik dan diambil dari lemari pajangan untuk jadi koleksi bacaan penggemar buku. Gerakan jual diri ini dilakukan lewat blast sms, bbm, whatsapp, berbagi tautan di media sosial, promo dari mulut ke mulut dan usaha lainnya termasuk bagi-bagi buku gratis. Hasilnya? Serahkan pada pembaca untuk menilai hehe

jelajah negeri sendiri
Jelajah Negeri Sendiri (dok. Bentang Pustaka)

Usai mencandat sotong di Terengganu, kembali ke dunia nyata mendapati satu paket buku dari Bentang Pustaka teronggok di sudut meja kerja. Setelah bungkusnya disobek ternyata isinya sebuah buku bersampul biru dengan tulisan merah menyala Jelajah Negeri Sendiri, Catatan Perjalanan Merawat Nasionalisme (JNS, CPMN) Continue reading “Antologi Jelajah Negeri Sendiri”