Iwan Fals dan Kerinduan Malahayati


Jumat, 14 Juni 2013
Tak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan bila rentang waktu telah digariskan untuk dilalui bersama. Dua jam tertunda di Jakarta serasa berjuta-juta tahun penantian untuk membawa rindu memeluk muaranya. Mata yang tadinya sayu kembali bersinar meski semalaman tak tidur menunggu perjalanan ini.

Pk 13.00, singa udara yang membawa kami dari Soekarno Hatta, Cengkareng Jakarta akhirnya menjejak juga di Sultan Iskandar Muda (SIM), Banda Aceh. Ada rasa haru bercampur suka cita melebur kerinduan kala laut biru bumi Nanggroe lamat-lamat terlihat dari ketinggian. Aaah, Ibu akhirnya aku pulang bersama ibu.

Sebuah spanduk hitam berkibar memberi salam selamat datang menyambut langkah di luar gerbang SIM. “Ibu, Iwan Fals konser di Blang Padang esok Sabtu, 15 Juni 2013.” Kutoleh dengan semangat perempuan idola yang diselimuti rindu masih terdiam di bangku belakang.

Continue reading “Iwan Fals dan Kerinduan Malahayati”

[Pulang] Perjalanan Masa


Usai membaca Perempuan Keumala 2 tahun lalu, sejumput asa yang kuncup di hati hanyalah diberi kesempatan untuk bertemu penulisnya, Endang Moerdopo. Cuma ingin menyampaikan terima kasih atas sebuah karya yang sangat menginspirasi dan minta tanda tangan di bukunya. Itu aja cukup!

Kuncup itu terus tumbuh dan mekar seiring kerinduan untuk menyusuri jejak Keumala ke Nanggroe. Tak pernah terpikir ada satu cara untuk mencari sang penulis idola di jaman koneksi bisa tersambung lewat ujung jari. Ketika pertemuan yang diharap tak kunjung tiba, sejenak menyisihkan harap mengikuti kata hati menyusun rencana perjalanan. Continue reading “[Pulang] Perjalanan Masa”

Laksamana Keumalahayati, Perempuan Perkasa dari Aceh


Namanya tenggelam dibalik nama besar Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutiah serta nama-nama pahlawan wanita yang muncul setelah jamannya. Tak banyak yang tahu kisahnya, tak banyak yang mengenal siapa dirinya meski namanya melekat di lambung salah satu kapal perang kebanggaan negeri ini KRI Malayati.

Ketika dunia masih sibuk membincangkan kesetaraan gender, di Aceh pada abad 15 telah muncul seorang perempuan perkasa yang memimpin di garis depan, Laksamana Keumalahayati. Dialah perempuan pertama di dunia yang memegang pucuk pimpinan tertinggi sebagai Panglima Angkatan Laut Armada Selat Malaka kerajaan Darud Donya Darussalam dan pernah berjuang melawan Portugis hingga ke Johor. Putri dari Laksamana Mahmud Syah kakeknya Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah pendiri kerajaan Aceh Darussalam. Continue reading “Laksamana Keumalahayati, Perempuan Perkasa dari Aceh”

Perempuan Keumala


Mungkin kita pernah mendengar namanya tapi tak tahu siapa sebenarnya sosok yang namanya melekat di salah satu badan kapal perang RI : KRI Malahayati. Tepat di hari Kartini (21/04) ketika pembicaraan orang banyak terfokus ke sosok Kartini secara gak sengaja mendengar namanya disebut oleh Farhan lewat “Farhan in the Morning” di Delta FM.

Malahayati atau Keumalahayati nama yang sering didengar tapi gak tahu secara pasti siapa gerangan si empunya nama, kalau namanya sampai digunakan oleh AL di kapal perang gak mungkinlah tanpa alasan yang jelas.

Continue reading “Perempuan Keumala”