lndonesia, Belajarlah pada Malaysia

surat untuk menteri pariwisata, indonesia bertindak, perempuan keumala

Sejatinya tulisan berikut ini adalah surat terbuka untuk Bapak Arief Yahya, Menteri Pariwisata Indonesia periode 2014 – 2019. Namun, menilik bahwa pariwisata bukan hanya menyangkut satu orang; maka surat ini saya tulis dan tujukan untuk diri sendiri sebagai pengingat dan kepada Indonesia tercinta agar dengan kesadaran penuh, kita bersama mau menjaga dan memajukan pariwisata Indonesia tanpa mengandalkan orang lain. Tulisan ini pula dimaksud untuk mengajak kita mencerna bersama Benarkah Malaysia tidak ada apa-apanya seperti yang diungkapkan oleh bapak Menpar?

indonesia bertindak, keluarga esjepe, cinta indonesia
Indonesia Mendambakanmu! ikon provokasi cinta Indonesia dari Indonesia Bertindak

Engkau mungkin tak akan pernah tahu apa yang akan kau dapat dari setiap tindakanmu. Tapi jika engkau tak melakukan sesuatu; engkau tak akan pernah belajar dan tak ada sesuatu pun yang akan terjadi. – [Mahatma Gandhi]
Continue reading “lndonesia, Belajarlah pada Malaysia”

Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia dengan Cara yang Berbeda


Gelap mulai menyelimuti sudut-sudut Jakarta ketika pemberitahuan untuk bersiap memasuki pesawat diteriakkan melalui corong pengeras suara oleh petugas di ruang tunggu Terminal 2 Keberangkatan Internasional, Bandar Udara Soekarno Hatta. Saya membenahi backpack yang sedari tadi dibiarkan tergeletak di lantai, merapikan jaket dan mengeluarkan boarding pass untuk ditunjukkan ke petugas di depan pintu.

KLM, KLIA, penjelajah kuburan
Terbang bersama KLM

Sembari menunggu giliran menuju pesawat, tangan membolak-balik boarding pass. Memperhatikan cetakan huruf-huruf besar di pojok kanan atas yang tertera di sana, KLM Royal Dutch Airline. Seulas senyum penuh arti tergambar di bibir menyertai langkah menuju tangga pesawat meninggalkan ruang tunggu bandara. Syukur terangkai padaNya, diberi kesempatan untuk kembali bertandang ke negeri tetangga. Continue reading “Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia dengan Cara yang Berbeda”

Dassi Deata: The Spirit of Guru

dassi deata, lo'ko mata

Langkah akhir dari perjalanan kehidupan adalah kematian. Tak seorang pun yang tahu, pada langkah ke berapa jarum jam kehidupannya akan berhenti. Hanya DIA, Yang Empunya Kehidupanlah yang punya kuasa untuk terus memutarnya atau menghentikannya.

tinimbayo, kopi toraja
Secangkir kopi kenangan @Tinimbayo

Dassi Deata, 27 Desember 2010
Riak sungai, wangi tanah, gemerincing daun bambu yang saling mencumbu selalu bangkitkan memori saat kita menuruni bukit itu lima tahun lalu. Bukit di balik rumpun bambu di belakang Dassi Deata yang padanya pandangan mengarah. Kembali ke tempat ini sama dengan mengumpulkan potongan-potongan puzzle kenangan yang tercecer sekian puluh tahun. Mencoba menyusunnya, kembali pada rangkaian yang tepat.

Continue reading “Dassi Deata: The Spirit of Guru”