Remembrance Day, Mengenang Mereka yang Mendahului

Jakarta War Cemetery, Commonwealth War Graves, Remembrance Day, Lois Blog Contest, Lois Indonesia

they shall not grow old, as we that are left grow old
age shall not weary them, nor the years condemn
at the going down of the sun and in the morning
we will remember them

Pernah membaca atau minimal mendengar sebait puisi di atas?

Jakarta War Cemetery, Commonwealth War Graves, Remembrance Day, Lois Blog Contest, Lois Indonesia

For The Fallen, ode yang ditulis oleh Robert Laurence Binyon dua minggu setelah benturan pertama pasukan Inggris dan Jerman terjadi di Mons usai pernyataan perang Inggris terhadap Jerman yang dikeluarkan pada 4 Agustus 1914; tanggal keramat yang menandai pecahnya perang dunia pertama (PD 1).

Beberapa jurnalis kadang keliru ketika mengutip potongan puisi di atas dalam tulisan mereka sebagai bagian dari In Flanders Field, puisi yang ditulis oleh John McCrae.

Baik For The Fallen maupun In Flanders Field, adalah puisi yang ditulis semasa PD 1, melekat dalam benak setiap orang yang terseret ke dalam emosi lewat rangkaian kata dalam puisi yang menyentuh ketika  mengenang mereka yang pergi semasa perang.

Lalu, dimana letak perbedaanya? Continue reading “Remembrance Day, Mengenang Mereka yang Mendahului”

Meet Sir Joe French

jakarta war cemetery, kuburan inggris menteng pulo

Berdiri di depan gerbang Jakarta  War Cemetery (JWC) Menteng Pulo pagi ini, mengingatkan kala pertama kali bertandang 3 (tiga) tahun lalu demi mencari jejak Mallaby. Teringat betapa bersemangatnya ketika email dibalas oleh Karen Loizou, Support Services for Outer Area, United Kingdom dari CWGC Head Office, hingga print out emailnya pun masih disimpan rapi sampai sekarang. Setelahnya, setahun sekali disempatkan untuk berkunjung kemari. Bahkan dalam sebulan ini, ini kali ketiga berada di sini.

jakarta war cemetery, kuburan inggris menteng pulo
Gerbang Jakarta War Cemetery, Menteng Pulo, Jakarta

Koq rajin sekali main ke kuburan? Tak ada tempat piknik lain yang lebih menarik? Pastinya banyak. Tapi sejak bergabung sebagai volunteer The Grave War Photographic Project (TGWPP), JWC adalah salah satu tempat bermain untuk mengerjakan proyek dokumentasi makam perang commonwealth. Agar tak bosan, diselingi dengan bertandang ke Ereveld Menteng Pulo, Ereveld Ancol dan Ereveld Kembang Kuning, Surabaya. Continue reading “Meet Sir Joe French”

Hari Ini 68 Tahun yang Lalu

pertempuran Surabaya

Bagi yang suka mampir kemari, pasti tak asing dengan gambar berikut meski penampakannya tak selalu sama karena gambar yang atas sengaja dipasang bergantian sedang yang di pojok kanan akan selalu ada di situ. Gambar yang sama dipajang lebih gede lagi di laman Travel Blogger Indonesia! Maaf, tulisan ini memang sengaja diawali dengan sedikit pamer gambar diri bukannya langsung ke topik yang membahas judul di atas. Eitzzz, bentar dulu; meski rada narsis gambar tak biasa ini diambil di depan tempat peristirahatan tiga orang yang namanya sering disebut kala membahas peristiwa yang terjadi 68 tahun yang lalu di bulan Oktober – Nopember di Kota Pahlawan, Surabaya. Continue reading “Hari Ini 68 Tahun yang Lalu”

Mencari Jejak Mallaby

aws mallaby, pertempuran sepuluh nopember, mallaby

Awan tebal yang menggelayut manja di langit tak mengurungkan niat kaki melangkah mendekati gerbang taman yang dituju di akhir pekan lalu. Taman yang membuat suara tercegat di tenggorokan kala gundukan-gundukan kecil tampak menyembul di sela hijaunya rerumputan yang terhampar rapi di depan mata. Beragam perasaan campur aduk dalam rongga dada, ada decak kagum menggetarkan ujung lidah namun tak sepatah kata pun terucap. Kuhentikan langkah pada anak tangga di tengah-tengah taman. Menyapukan pandang mengitari taman nan hijau, teduh dan asri. Hanya kesenyapan yang menyadarkan diri yang mematung di tengah taman pemakaman. Continue reading “Mencari Jejak Mallaby”